Kegaduhan Baru BPIP: Kritik Terhadap Yudian

Oleh: Ali Audah

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi kepada tim Blak-blakan detik.com. (12/2/2020) menyatakan bahwa Pancasila telah dibunuh secara administratif oleh sekelompok orang yang mengusung agama sebagai dasar perjuangan politik praktis mereka.

“Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” papar Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta.

Dalam ‘falsafah’ Jawa, ada ungkapan ‘ngono yo ngono, ning ojo ngono’. Statement ‘agama adalah musuh Pancasila’ ini sama saja dengan statement ‘agama adalah musuh negara’, karena negara (RI) berasaskan Pancasila. Padahal yang menjadi musuh Pancasila itu bukan agama, tetapi penyelewengan atau penyalahgunaan agama.

Mirip jika kita melihat orang membunuh dengan cangkul,pisau,pestol,cutter,atau bahkan paku biasa. Alat membunuh itu adalah alat yang dapat digunakan untuk kemaslahatan manusia.

Lalu menjadi pertanyaan, apakah agama dapat digunakan untuk “membunuh” (akal, martabat, nyawa) manusia? Tentu saja dapat, jika ia digunakan dengan cara dan tafsir yang salah, seperti yang dilakukan oleh ISIS dst. Tetapi,bukan berarti lalu agama itu yang menjadi terdakwa. Pelaku yang telah memanfaatkan atau menyalahgunakan agama itulah yang harus dituntut pertanggungjawabannya.

Jadi, statement pak Rektor UIN ini saya amat yakin akan menimbulkan kegaduhan baru lagi di negeri +62. Kita tunggu kehebohannya.
__
Sleman, 12 Pebruari 2020

What's your reaction?
0So Happy0Happy
Show CommentsClose Comments

Leave a comment