Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Pembukaan Hagia Sophia, Tanggung Jawab Kesetiaan dan Penghormatan Alur sejarah

RedaksiKS by RedaksiKS
Juli 25, 2020
in Report
0
hagia sophia
19
SHARES
113
VIEWS

Muslim di berbagai belahan dunia masih mengalami penganiayaan, masjid-masjid terkena serangan Islamofobia, pintunya dikunci, bahkan dibom dan dihancurkan. Turki melaksanakan Salat Jumat pertama (pembukaan) di Masjid Hagia Sophia dengan dihadiri ribuan jemaah, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Khotbah disampaikan oleh Ali Erbas, Kepala Direktorat Keagamaan Turki. Dalam khotbahnya, Erbas mengatakan bahwa hari Jumat ini persis seperti 60 tahun lalu, saat 16 muazin menara Masjid Sultan Ahmet, yang terletak tepat di seberang Hagia Sophia, mengelilingi tempat itu dengan azan, setelah jeda 18 tahun.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

“Hari ini adalah hari ketika Muslim berdiri melaksanakan salat dengan air mata sukacita, sujud dengan penuh rasa tunduk dan syukur. Hari ini juga adalah hari kehormatan dan kerendahan hati,” ucap Erbas.

Dia mengatakan sesungguhnya kota Konstantinopel pasti akan ditaklukkan oleh tentara Islam. Dan pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.

****

Erbas menekankan bahwa penaklukan itu adalah kebangkitan, bukan penganiayaan, dan itu adalah rekonstruksi, bukan kehancuran.

“Dalam peradaban kita, penaklukan merupakan pembuka pintu sebuah kota bagi Islam, perdamaian, dan keadilan,” kata dia lagi menambahkan bahwa hal tersebut sudah disampaikan di Quran surat Ali Imran ayat 159 yang isinya dan ketika kamu telah bertekad bulat, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bersandar [kepada-Nya].

Erbas juga menyampaikan bahwa Sultan Ottoman Muhammad al-Fatih menaklukkan Istanbul dengan izin dan rahmat Allah, dan Sultan tidak mengizinkan perusakan satu batu pun dari kota yang sangat berharga ini.

Dalam khotbah itu, Erbas mengucapkan salam hormat untuk arsitek terkenal Mimar Sinan, yang menghiasi Hagia Sophia dengan menara, yang telah memperkuat konstruksi dan membuatnya tetap berdiri selama berabad-abad.

“Salam kepada semua saudara dan saudari kita dari penjuru dunia yang menunggu Hagia Sophia dibuka kembali untuk ibadah, dan merayakan pembukaannya dengan sukacita,” kata Erbas.

Selama 15 abad, Hagia Sophia adalah salah satu tempat paling berharga dalam ilmu pengetahuan, peradaban dan peribadatan dalam sejarah manusia. Al-Fatih mengamanahkan bangunan yang luar biasa ini kepada para mukmin agar tetap terjaga sebagai masjid sampai hari kiamat.

“Dalam keyakinan kami, wakaf, atau properti yayasan, tidak dapat diganggu gugat, dan yang melanggarnya didoakan agar dilaknat,” kata Erbas.

Erbas juga menyampaikan bahwa setelah penaklukan, Sultan al-Fatih meminta warga yang berlindung di Hagia Sophia untuk tidak takut akan kedatangan Islam.

Erbas menirukan ucapan Sultan al-Fatih yang mengatakan pada warga bahwa mulai sekarang, jangan takut dengan kebebasan dan hidupmu. Harta benda kalian tidak akan dijarah, tidak ada yang akan dianiaya, tidak ada yang akan dihukum karena agama mereka.

“Itulah sebabnya Hagia Sophia adalah simbol penghormatan terhadap semua kepercayaan dan keberagaman,” kata Erbas.

****

Menurut dia pembukaan Hagia Sophia sebagai tempat ibadah adalah tanggung jawab kesetiaan kepada alur sejarah.

“Ini adalah transformasi tempat suci, yang digunakan sebagai masjid selama lima abad, ke asalnya,” ujar dia.

Erbas juga mengingatkan bahwa peradaban Turki adalah peradaban yang berpusat pada masjid.

“Masjid-masjid kami adalah sumber persatuan, keimanan, dan ketenangan kami,” tekan Erbas.

Erbas mengingatkan bahwa saat ini, Muslim di berbagai belahan dunia masih mengalami penganiayaan, masjid-masjid terkena serangan Islamofobia, pintunya dikunci, bahkan dibom dan dihancurkan.

“Saya menyampaikan perilaku luar biasa Sultan Fatih di Hagia Sophia kepada dunia, dan mengajak semua umat manusia untuk mengatakan ‘setop’ terhadap retorika, aksi teror dan tindakan penganiayaan anti-Islam,” ujar Erbas.

Baca Juga: Dari Masjid Toledo Menuju Katedral Hagia Sophia

Dalam khotbahnya, Erbas mengingatkan bahwa sebagai umat Muslim, tugas terbesar adalah bersama-sama mengadopsi rasa kasih sayang sesama dan toleransi, kedamaian, ketenangan, dan kebaikan di seluruh dunia.

“Tugas kita adalah bekerja agar kebaikan dan keadilan selalu ada di bumi siang dan malam. Tugas kita adalah menjadi penjamin keadilan di wilayah yang dikelilingi oleh kekejaman dan ketidakadilan, air mata, dan ketidakberdayaan,” kata dia.

Dia juga menambahkan bahwa Turki percaya bahwa bumi adalah rumah bersama. Setiap orang di rumah ini, terlepas dari kepercayaan, ras, dan warna kulit, memiliki hak untuk hidup dengan aman, bermartabat, kebebasan, dan kemanusiaan.

“Di bawah kubah Hagia Sophia, saya mengundang semua umat manusia untuk menegakkan keadilan, perdamaian, kasih sayang, dan kesetaraan. Saya mendesak Anda untuk mempertahankan nilai-nilai universal dan prinsip-prinsip moral yang melindungi kehormatan manusia,” ucap Erbas.

“Saya menyerukan kepada seluruh dunia bahwa saya ingin mengatakan pintu-pintu Masjid Hagia Sophia akan terbuka untuk semua hamba Allah, seperti masjid-masjid Suleymaniye, Selimiye, Sultan Ahmet (Blue Mosque) dan lainnya,” kata dia sambil menambahkan Masjid Hagia Sophia selamanya akan terus menjadi tempat yang menaungi kepercayaan, ibadah, sejarah dan tafakur.

Repost : Ayasofya camii istanbul

Terkait

Tags: Hagia SophiaIslam BangkitPembukaanPenakhlukkanPeradaban
Previous Post

Kultum Keutamaan Shodaqah

Next Post

Masjid Hagia Sophia, Menjadi Harapan Baru Peradaban Manusia

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Masjid Hagia Sophia, Menjadi Harapan Baru Peradaban Manusia

Masjid Hagia Sophia, Menjadi Harapan Baru Peradaban Manusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.