KALIMAHSAWA.ID, GOMBAK UTARA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan Sanggar Bimbingan Gombak Utara Malaysia mengadakan pendampingan pembelajaran Bahasa Arab menggunakan modul ajar Bahasa Arab. Kegiatan berlangsung pada 13–21 Agustus 2025.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan kegiatan dilakukan guna meningkatkan literasi Bahasa Arab anak-anak di Sanggar Bimbingan (SB) Gombak Utara. SB Gombak Utara merupakan sekolah nonformal di bawah Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur yang menyediakan pendidikan untuk anak-anak yang orang tuanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia yang kesulitan mendapatkan dokumen negara. Kegiatan pengabdian yang diadakan meliputi kemampuan membaca, memahami, dan menghafalkan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an serta memperkaya kosakata dasar literasi Bahasa Arab melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Arab yang menyenangkan dengan Joyful Learning (kosakata Bahasa Arab) dan Al-Lughah wal-Hayah (percakapan dalam kehidupan sehari-hari). Selain itu, kegiatan penunjang lainnya, Sanggar Qur’an, juga diberikan penguatan nilai-nilai keislaman, penerapan prinsip amar ma’ruf nahi munkar, serta pembiasaan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Demikian, para peserta berasal dari anak-anak Indonesia yang tidak memiliki dokumen resmi, khususnya yang terdampak status hukum dan sosial. Kondisi sosial ini menyebabkan banyak anak Indonesia di Sanggar Bimbingan Gombak Utara Malaysia mengalami keterbatasan dalam memperoleh pendidikan yang optimal,” ungkapnya.
Menurutnya, hal ini menuntut Sanggar Bimbingan Gombak Utara Malaysia dapat menunjukkan sebagai wadah fasilitas belajar bagi anak-anak Indonesia yang memiliki keterbatasan pendidikan, khususnya keislaman. Sementara itu, pengelola sanggar hanya terdapat 1 kepala pengelola dan 2 guru tetap yang akan mengajar 30 siswa dengan mata pelajaran serta jam pelajaran yang berbeda-beda. Kurikulum yang digunakan sudah merujuk pada Kurikulum Merdeka seperti yang ada di Indonesia.
“Sanggar Bimbingan Gombak Utara Malaysia memiliki kegiatan pembelajaran dengan sistem kurikulum yang sudah tersusun dengan pembagian kelas calistung dan 4, 5, 6. Tim PKM-KI secara aktif membantu memberikan pengajaran Bahasa Arab dengan pembelajaran yang menyenangkan, yakni adanya program Joyful Learning dan Al-Lughah wal-Hayah, didukung dengan modul ajar Bahasa Arab yang langsung didesain secara ringkas dan mudah dipahami untuk belajar anak-anak. Selain itu, penanaman Al-Islam secara bergantian mendampingi anak-anak di sanggar,” tambahnya.
Menurut salah satu guru yang mengajar di sana, “Terima kasih banyak kepada Tim PKM dari UMS, keberadaan mereka di sini sangat memotivasi untuk semangat belajar, mendapat ilmu pengetahuan, mereka sangat have fun di sini. Semoga ilmu yang diberikan, khususnya kepada anak-anak yang beragama Islam, dapat dipraktikkan. Berharap ke depannya semakin banyak program agar mereka bisa bertambah ilmunya.”
Penulis: Fadhilla Nangroe Anggraini, Anggota Tim PKM-KI