Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Ngobrol ala Qur’an: Etika Komunikasi Ilahi di Tengah Dunia Serba Cepat

Choirul Anwar by Choirul Anwar
Oktober 21, 2025
in Esai, Narasi
0
Ngobrol ala Qur’an: Etika Komunikasi Ilahi di Tengah Dunia Serba Cepat
18
SHARES
104
VIEWS

Oleh: Choirul Anwar

Di zaman sekarang, info dan obrolan di media sosial tumpah ruah. Tapi, di balik kemudahan ini, muncul masalah serius seperti hoax, ujaran kebencian, dan bullying online. Kondisi ini buat kita sadar: kita butuh banget pedoman etika ngobrol yang kuat. Nah, Al-Qur’an ternyata punya prinsip-prinsip dasar yang masih sangat pas buat dijadikan solusi di era digital ini. Tujuan sederhananya: menggali dan memahami prinsip-prinsip etika komunikasi yang ada dalam Al-Qur’an, lalu melihat sejauh mana prinsip itu bisa diterapkan dalam cara kita berkomunikasi zaman now.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Dengan memahami panduan ngobrol ala Qur’an ini, diharapkan kita bisa lebih siap menghadapi tantangan komunikasi di dunia digital. Selain itu, juga diharapkan bisa memperkaya khazanah keilmuan Islam, khususnya di bidang komunikasi, dengan kearifan yang bersumber langsung dari Al-Qur’an (Nurrohim Ahmad 2021).

Tujuan dari penerapan etika komunikasi Qur’ani ini adalah agar umat Islam mampu menjalin silaturahmi yang baik dalam masyarakat, sekaligus menciptakan kehidupan sosial yang damai dan sejahtera untuk semua pihak (A Nurrohim and G M S Islam 2011).
Pernah merasa lelah dengan cara orang berkomunikasi zaman sekarang? Grup WA yang bikin pusing, timeline Twitter penuh cacian, atau komentar Instagram yang bikin insecure. Inilah era di mana semua orang punya “mic“, tapi tidak semua punya etika. Ironisnya, jauh sebelum ada smartphone, Al-Qur’an sudah memberikan panduan lengkap tentang cara ngobrol yang sehat. Dan yang menakjubkan, panduan ini masih sangat aplikatif sampai sekarang.

Al-Qur’an menggunakan dua istilah kunci, yaitu al-bayan dan al-qaul, untuk membahas tentang komunikasi. Al-Syaukani, seorang ahli tafsir, dalam karyanya Fath al-Qadir menjelaskan bahwa kedua istilah tersebut merepresentasikan kapasitas atau kemampuan manusia dalam berkomunikasi. Dengan demikian, memahami makna dari al-bayan dan al-qaul adalah kunci untuk mengetahui prinsip-prinsip komunikasi yang diajarkan dalam Al-Qur’an (M N Fadillah, 2023).
Lima Gaya Komunikasi Prespektif Al- Qur’an

  1. Qaulan Sadida – Ngomong yang on Point
    Perkataan yang benar dan tepat sasaran. Bukan sekadar jujur tapi menyakiti, melainkan jujur dengan cara yang tepat.
    Contoh: Daripada komen “jelek banget filter-nya” pada foto teman, lebih baik “next time coba filter natural, kayaknya lebih cocok.” Prinsip ini tertuang dalam QS. An-Nisa ayat 9.
  2. Qaulan Ma’rufa – Kata-kata yang Diterima Baik
    Tentang memilih diksi sopan dan tidak menyinggung. Bukan berarti sok formal, tapi peka terhadap perasaan lawan bicara.
    Praktik: Sebelum mengkritik public figure, tanyakan: “Apakah cara penyampaianku akan membuatnya defensif atau justru mau introspeksi?”
  3. Qaulan Karima – Berbicara dengan Mulia
    Khusus untuk orang tua dan yang lebih senior. Al-Qur’an bahkan melarang mengucapkan “ah” kepada orang tua. Di era digital, prinsip ini berlaku juga untuk menghormati figur senior meski berbeda pendapat.
  4. Qaulan Layyina – Lemah Lembut is the New Cool
    Senjata Nabi Musa saat berdakwah kepada Firaun. Allah berfirman: “Katakanlah kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut” (QS. Thaha: 44). Jika kepada penguasa zalim saja harus lemah lembut, apalagi kepada teman dan keluarga?
  5. Qaulan Maysura – Gampang Dipahami
    Komunikasi efektif itu yang mudah dicerna. Tidak perlu menggunakan bahasa tinggi jika audiens tidak memahaminya. Seperti kata Einstein: “Jika Anda tidak bisa menjelaskannya dengan sederhana, berarti Anda tidak memahaminya dengan cukup baik” (Ali Nurdin, 2014).

Cakupan pembahasan komunikasi dalam Al-Qur’an sangat luas dan relevan. Tidak hanya berbicara tentang percakapan personal antar manusia, tetapi juga mencakup komunikasi publik. Lebih dari itu, Al-Qur’an menyajikan berbagai model dialog yang inspiratif, mulai dari komunikasi spiritual antara hamba dan Tuhannya, cara para nabi menyampaikan risalah, hingga teladan interaksi sosial sehari-hari (Ahmad Nurrohim 2019). Etika komunikasi dalam Al-Qur’an menitikberatkan pada nilai-nilai positif, kesantunan, dan dampak yang konstruktif dalam interaksi sosial. Ajaran-ajarannya mencakup integritas dalam berkata, kelembutan dalam berbicara, sikap hormat kepada mitra bicara, serta memastikan bahwa pesan yang disampaikan memiliki nilai manfaat (Ahmad Nurrohim 2019).
Sebelum ada pelatih komunikasi modern, Nabi Muhammad SAW sudah menjadi role model terbaik. Beliau dijuluki “Al-Amin” bukan hanya karena kejujuran, tapi juga cara berkomunikasinya yang luar biasa.

Pada dasarnya, komunikasi adalah penyampaian pikiran dan perasaan melalui ucapan maupun perilaku. Agar pesan dapat tersampaikan dengan baik, baik pembicara maupun lawan bicara perlu menggunakan bahasa yang lugas namun disesuaikan dengan situasi. Ini berarti kita harus bicara dengan penuh perhatian, kejujuran, dan menyesuaikan gaya bicara dengan lawan bicara serta situasinya. Misalnya, berbicara dengan orang tua membutuhkan kesopanan dan bahasa formal, sementara obrolan dengan rekan sebaya bisa menggunakan bahasa yang lebih kasual (Ahmad Nurrohim, 2016).


Jebakan Komunikasi di Era Digital dan Solusi Praktisnya


Media sosial ibarat pedang bermata dua memberi kekuatan untuk menyampaikan suara ke ribuan orang sekaligus, namun juga menghadirkan tanggung jawab besar yang sering diabaikan. Kita mudah terjebak dalam beberapa pola komunikasi tidak sehat: menjadi “pemberani keyboard” yang kasar di balik layar, mengalami kesalahpahaman karena pesan teks tanpa intonasi, hingga terjebak “budaya penghakiman” yang mengabaikan maaf dan pembelajaran. Yang tak kalah berbahaya adalah penyebaran hoaks dan fitnah, padahal Al-Qur’an sudah mengajarkan prinsip tabayyun (klarifikasi) sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.

Menghadapi tantangan ini, kita bisa menerapkan beberapa langkah praktis. Pertama, gunakan Filter 3T sebelum membagikan konten: pastikan informasi itu True (benar), Thoughtful (bermanfaat), dan Tender (tidak menyakiti). Kedua, terapkan “Jeda Sebelum Posting” buat draft, tunggu 10 menit, lalu baca ulang dengan kepala dingin. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam”.

Ketiga, biasakan “Dzikir Digital” membaca ta’awudz sebelum membuka media sosial, meniatkan setiap ketikan untuk kebaikan, dan mengevaluasi manfaat yang didapat setelah berselancar. Terakhir, lakukan detoksifikasi digital dengan berani unfollow akun yang mengganggu ketenangan, mute grup yang tidak produktif, dan memblokir konten negatif tanpa merasa bersalah. Dengan cara ini, kita bisa menjaga kualitas komunikasi digital sekaligus kesehatan mental dan spiritual.

Editor: Astyra Gita Kinanti

Terkait

Tags: AgamaDigitalInteraksiInteraksi QuranIslam
Previous Post

Cetak Kader Adaptif dan Inovatif, KOPMA UMS Gelar DIKSARKOP 2025

Next Post

Tentang Jatuh dan Janji Tuhan

Choirul Anwar

Choirul Anwar

Next Post
Tentang Jatuh dan Janji Tuhan

Tentang Jatuh dan Janji Tuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.