Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Muktamar 14 Nasyiatul Aisyiyah Siap Hasilkan Isu Strategis Memajukan Perempuan

AdminKS by AdminKS
November 30, 2022
in Muslimah, Report
0
Diyah Puspitasari
17
SHARES
99
VIEWS

Nasyiatul Aisyiyah bersiap melaksanakan gelaran Muktamar ke-14 pada 2-4 Desember 2022 di Kota Bandung. Muktamar yang sedianya dilaksanakan pada 2020 namun tertunda karena pandemi ini mengambil tema Memajukan Perempuan, Menguatkan Peradaban.

“Seharusnya Muktamar ke-14 Nasyiatul Aisyiyah ini dilaksanakan pada 2020 namun karena pandemi kondisi tidak memungkinkan melaksanakan Muktamar secara offline dan beberapa pertimbangkan kami tidak melakukan Muktamar secara online karena Muktamar bukan hanya soal menyelesaikan tanggung jawab tetapi juga menjalin ukhuwah,” terang Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Terkait tema Muktamar ke-14 Nasyiatul Aisyiyah kali ini, Diyah menyebut terdapat dua kata yakni Memajukan Perempuan dan Menguatkan Peradaban. Memajukan perempuan disebut Diyah bukan dengan pemaknaan saat ini bukan perempuan mengalami ketertinggalan.

“Akan tetapi saat ini perempuan sudah diberikan ruang aspirasi tapi masih ada aspek yang tertinggal seperti jaminan hak, angka kekerasan, angka perceraian, dampak pandemi juga salah satunya banyaknya PHK yang dialami perempuan dan semua aspek ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” terang Dyah.

Memajukan perempuan disebut Diyah juga harus dilakukan dengan pelaksanaan sikap dan dibuktikan dengan kontribusi nyata oleh perempuan. Nasyiatul Aisyiyah disebut Diyah sejak awal berdirinya merupakan wujud nyata dari terbuka luasnya ruang gerak bagi perempuan muda Muhammadiyah untuk bisa berkiprah berdakwah amar makruf nahi munkar.

Lebih lanjut, terkait menguatkan peradaban disampaikan Diyah bahwa peradaban konteksnya bukan hanya skala lokal tapi makna yang luas dan memiliki ruang waktu yang cukup lama. “Termasuk memajukan kualitas perempuan yang merupakan bagian menguatkan peradaban.”

Jelang 1 Abad NA, Diyah menyebutkan Nasyiatul Aisyiyah terus mendorong para perempuan agar memiliki peran strategis di berbagai bidang. Termasuk merintis internasionalisasi NA sebagai jawaban era revolusi industri yang menuntut manusia termasuk perempuan memiliki peran strategis di berbagai bidang.

Terpilihnya Bandung sebagai lokasi Muktamar disebut Diyah juga memiliki latar historis di mana pada tahun 1965 di Kongres Muhammadiyah ke-26 di Bandung, NA resmi menjadi organisasi otonom. “Pada masa itu, pada tahun 1965 sudah membuktikan Muhammadiyah memberikan ruang besar bagi perempuan termasuk perempuan muda yakni NA untuk berkiprah.”

Sekretaris Umum PP NA, Ariati Dina Puspitasari menyebutkan Tanwir NA akan diikuti oleh 211 peserta yang berasal dari wilayah serta perwakilan daerah. Kemudian 770 peserta Muktamar yang merupakan peserta dari wilayah sampai daerah dan perwakilan cabang NA.

Untuk penggembira Muktamar sendiri, diperkirakan 3000 orang akan memasuki Kota Bandung untuk memeriahkan pembukaan Muktamar ke-14 Nasyiatul Aisyiyah yang akan dilaksanakan di Gedung Budaya Sabilulungan atau Gedung Budaya Soreang.

Sebelum gelaran Muktamar dilaksanakan, Ketua SC Muktamar ke-14 NA, Nur Wahidatul Mufihah menyebutkan PPNA sudah melaksanakan pembahasan laporan pertanggungjawaban pada 13 November 2022 secara daring.

Selanjutnya, agenda Muktamar akan membahas program NA ke depan, rekomendasi stakeholder, sesi suplemen untuk penguatan NA, isu krusial seperti perkaderan, isu sosial seperti stunting yang merupakan program unggulan NA. Kemudian isu perdamaian lingkungan, transformaai digital, dan agenda pemilihan formatur yang akan memilih Ketua Umum periode 2022-2026.

“Pemilihan akan menggunakan sistem e-voting yang sama seperti Muktamar ke-48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah, tim IT diboyong dari Solo dan Jogja untuk mengawal pemilihan formatur,” terang Lika

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Barat, Dewi Mulyani menyebutkan bahwa selaku tuan rumah, panitia sudah melaksanakan segala sesuatu secara optimal. “Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik, kami ingin agar para perempuan muda berkemajuan dapat hadir di Jawa Barat yakni datang gembira pulang gembira.”

Dewi juga berharap bahwa Muktamar ke-14 Nasyiatul Aisyiyah dapat menghasilkan keputusan strategis yang membawa perempuan di Indonesia sebagai perempuan tangguh dan mengokohkan peradaban di dunia. (Suri)

Terkait

Tags: memajukanMuktamarNasyiatul AisyiyahPerempuan
Previous Post

Menyemarakkan Muktamar, IMM Sukoharjo Memperuncing Gerakan Intelektual

Next Post

Dualisme Organisasi Otonom Sebuah Keresahan Kader

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
ortom muhammadiyah

Dualisme Organisasi Otonom Sebuah Keresahan Kader

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.