Hari ini 35 hari aku tinggal di Ashram, sebuah kota di Thailand. Aku tinggal disebuah Villa dengan keindahan alam natural, rindangnya pepohonan, aliran sungai, kicauan burung dan suara binatang lain disekitar villa.
Banyak pelajaran yang bisa aku ambil, aku belajar tentang bertahan hidup, beribadah sebagai muslim minoritas, interaksi antar umat manusia, ketepatan waktu, cara mengajar yang baik dan benar, menghargai perbedaan, mentransformasi diri menuju transformasi sosial, selain juga belajar cultivating our intelegence, how to make our minds free, awareness of worlds, kesehatan dan longevity, creating prosperous safe and peacefull society, perubahan iklim, kesetaraan ekonomi + keuangan dan tentu bagaimana berbahasa inggris dengan baik & benar (aku gak bisa bahasa Inggris gaes)
Aku satu-satunya muslim, walaupun aku minoritas, tapi nyatanya aku bukan minoritas. Aku tetap merasa aman, bisa menjalankan ibadah sebagai muslim dengan sholat lima waktu, aku tetap mendapat fasilitas sama, kamar, ruang kelas dan fasilitas umum lainnya seperti asuransi, kesehatan, perpustakaan dan lain-lain.
Aku selalu percaya, sesungguhnya semua orang di Dunia itu baik, jika kita berbuat baik pada orang lain, orang lainpun akan berbuat baik pada kita, dan nyatanya disini aku bertemu dengan orang-orang baik (bukan berarti aku baik). Aku orang yang beruntung, punya kesempatan belajar banyak hal, juga beruntung dipertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka, tidak hanya baik, tapi lebih dari baik, sampai tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan pada mereka.
baca juga Agar Pancasila Tidak Pancasalah
Mereka tidak pernah merasa terganggu jika aku sholat atau ”ngaji”, justru malah mereka kadang yang mengingatkanku dengan bertanya. Sudahkah kamu sholat Hindun? Begitu juga dengan aku, aku tidak pernah merasa terganggu jika mereka melafalkan “do’a-do’a” dari masing-masing Agama mereka. Aku juga tidak keberatan jika kita sesekali pergi bareng ke luar, lalu mereka memesan makanan yang tidak bisa aku ‘konsumsi’ sebagai muslim.
Aku tidak menutup diri dari mereka, mereka juga tidak menutup diri dari aku, mereka bertanya dengan sangat halus dan menghormati aku mengapa aku selalu memakai jilbab, mengapa aku tidak ikut ‘minum’, dan lain-lain yang tidak diperbolehkan dalam islam. Aku sendiri tidak masalah jika mereka ‘minum’ didepanku, walaupun mereka kadang merasa gak enak jika mereka pesan didepanku.
Aku tetap membentengi diri dengan ajaran Islam 😊 tapi tidak menutup diri untuk belajar apapun dari mereka. Aku juga belajar banyak hal dari teman-teman berbeda Agama, mereka juga (mungkin) belajar banyak hal dariku, aku mempraktikkan selogan “Meyakini-Menghargai” hehe
Aku sungguh beruntung bisa bertemu dan belajar banyak hal yang selama ini belum pernah aku pelajari sama sekali. Mau mayoritas mau minoritas kita harus tetap respect satu sama lain. Karna dunia ini sangatlah unik, banyak terdapat jenis manusia didalamnya.
World can be better place, if you know how to respect each other and see each other as human being 💚