Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Mahasiswa KKN UMP Ajak Warga Manfaatkan Limbah Kulit Jeruk Menjadi Sabun Cuci Piring

RedaksiKS by RedaksiKS
Agustus 25, 2026
in Report
0
Mahasiswa KKN UMP Ajak Warga Manfaatkan Limbah Kulit Jeruk Menjadi Sabun Cuci Piring
9
SHARES
54
VIEWS

Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang tergabung dalam Tim KKN UMP Kalikajar 035 menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar ekstrak kulit jeruk di Dusun Sidodadi, RW 13 RT 1, Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, dengan sasaran utama ibu-ibu rumah tangga setempat. Pelatihan digagas sebagai salah satu program kerja mahasiswa selama menjalankan masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dusun tersebut. Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah kulit jeruk menjadi produk rumah tangga yang bernilai guna, sekaligus mendorong pengurangan sampah organik di lingkungan sekitar warga.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia hingga saat ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat produksi sampah nasional pada 2020 mencapai 67,8 juta ton dari seluruh penduduk Indonesia. Angka tersebut setara dengan sekitar 185 ribu ton sampah yang dihasilkan setiap harinya, atau rata-rata 0,68kilogram sampah per orang setiap hari dan jumlahnya terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar sampah tersebut berasal dari sampah organik rumah tangga, termasuk sisa buah-buahan seperti kulit jeruk. 

Limbah kulit jeruk selama ini kerap hanya ditumpuk atau langsung dibuang tanpa dimanfaatkan lebih lanjut oleh warga. Padahal, kulit jeruk diketahui mengandung minyak atsiri dan senyawa fenolik yang berpotensi diolah menjadi bahan tambahan produk rumah tangga, salah satunya sebagai bahan campuran dalam pembuatan sabun cuci piring. Sabun dipilih sebagai produk olahan karena menjadi kebutuhan pokok yang hampir setiap hari digunakan ibu-ibu rumah tangga untuk mencuci peralatan dapur, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan warga. Dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk sebagai bahan tambahan, warga berpeluang membuat sabun cuci piring sendiri secara lebih hemat, tanpa harus selalu membeli produk jadi dari toko atau warung terdekat.

Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode deskriptif dan pendekatan partisipatif, di mana warga dilibatkan langsung mulai dari tahap penyuluhan hingga praktik, bukan hanya menjadi penonton selama kegiatan berlangsung. Sesi diawali dengan penyuluhan. Mahasiswa KKN UMP menjelaskan kepada warga tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, serta manfaat memanfaatkan kembali limbah kulit jeruk yang selama ini terbuang percuma. Setelah penyuluhan, mahasiswa melanjutkan dengan demonstrasi tahapan pembuatan sabun cuci piring menggunakan ekstrak kulit jeruk, mulai dari proses pengolahan bahan hingga pencampuran menjadi sabun siap pakai.

Warga kemudian diajak mempraktikkan langsung tahapan tersebut bersama mahasiswa. Pendekatan ini dipilih agar warga tidak hanya menonton, tetapi juga merasakan sendiri proses pembuatan sabun dari awal hingga akhir kegiatan. Untuk mengukur sejauh mana materi dipahami warga, mahasiswa juga melakukan evaluasi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan sebagai bagian dari metode kegiatan yang telah direncanakan sejak awal program. Antusiasme warga terlihat sejak pelatihan dimulai hingga selesai. Sekitar 23 warga, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga beserta anak-anak hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Dusun Sidodadi.

Selama sesi berlangsung, banyak warga aktif bertanya mulai dari cara mempraktikkan pembuatan sabun di rumah masing-masing hingga ke mana sebaiknya membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya sendiri. Antusiasme warga tidak berhenti sampai hari pelatihan saja. Keesokan harinya, sejumlah warga dilaporkan mencoba sendiri membuat sabun cuci piring dari kulit jeruk di rumah masing-masing tanpa didampingi mahasiswa.

“Dari pelatihan ini membuka peluang bagi ibu-ibu rumah tangga di Dusun Sidodadi untuk lebih hemat, sebab sabun cuci piring kini bisa dibuat sendiri di rumah masing-masing” Ucap Ibu Ida selaku Ibu RW Dusun Sidodadi.

Dari sisi pelaksanaan, warga terbukti mampu mengikuti dan memahami tahapan pembuatan sabun cuci piring dari ekstrak kulit jeruk yang dipraktikkan secara langsung bersama mahasiswa KKN UMP Kalikajar 035. Perlu dicatat, hasil tersebut merujuk pada pemahaman dan keterlibatan warga selama pelatihan berlangsung, bukan klaim peningkatan ekonomi atau perubahan kebiasaan jangka panjang yang belum bisa dipastikan saat ini. Melalui pelatihan ini, kreativitas warga dalam mengolah limbah rumah tangga diharapkan terus tumbuh, sehingga limbah kulit jeruk yang selama ini terbuang percuma bisa menghasilkan produk yang bermanfaat sehari-hari.

Tim KKN UMP Kalikajar 035 berharap warga Dusun Sidodadi dapat terus memanfaatkan limbah kulit jeruk sebagai bahan pembuatan sabun cuci piring secara mandiri dan mengembangkanya sehingga bisa menjadikan produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomis tapi juga bernilai jual. Pelatihan sederhana ini diharapkan menjadi salah satu langkah kecil untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, sekaligus membuka peluang penghematan bagi keluarga di Dusun Sidodadi, Kalikajar, Wonosobo.

Kontributor: Salsabila

Editor: Astyra

Terkait

Tags: KKNmahasiswaMuhammadiyahpendidikanPURWOKERTO
Previous Post

Belajar Stoicisme dari Nabi Ayyub 

Next Post

Aksi Solidaritas, IMM Sukoharjo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Aksi Solidaritas, IMM Sukoharjo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Aksi Solidaritas, IMM Sukoharjo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.