Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Logika dan Tiga Cara Berfikir yang Keliru

Muhammad Isro Makruf by Muhammad Isro Makruf
April 7, 2022
in Narasi
0
Mahasiswa Baru
57
SHARES
335
VIEWS

Manusia adalah Makhluk Allah yang sempurna, yang dibekali akal dan pikiran, ketika setan dibekali nafsu, malaikat dibekali sifat taat, namun manusia dibekali dengan akal, sehingga manusia memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai hal, mempelajari khasanah keilmuan, dan melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh setan ataupun malaikat. Kemudian akal ini juga yang membedakan antara manusia dengan binatang.

Manusia adalah hewan yang berakal budi, jadi ini mengisyaratkan bahwa akal adalah pembeda, yang menjadi ciri khas membedakan antara manusia dengan semua makhluk hidup-Nya yang lain. Akal ini yang digunakan untuk berpikir atau menangapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Kehilangan akal akan membuat manusia berubah statusnya dari manusia menjadi binatang. (Fahrudin Faiz, Ihwal Sesat Pikir dan Cacat Logika : 2020)

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Pentingnya Logika Dalam Berpikir

Akal ini adalah pemberian Allah yang luar biasa kepada manusia, dimana akal ini tidak harus didapatkan melalui sekolah, membaca buku logika, buku filsafat, namun secara natural manusia mampu mendayagunakan akal ini. Namun akal ini rawan tersesat dalam jurang kesalahan berpikir dan logika yang keliru, maka akal ini perlu diasah, dilatih, dipelajari secara serius dan dikembangkan. Dengan belajar logika maka akan menghasilkan cara berpikir yang runtut, jernih, dan dapat dipahami.

Akal sebagai alat untuk membantu manusia menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, tapi tak jarang malah dari akal yang keliru dalam berpikir ini malah  menyebabkan manusia terjerumus dalam persoalan. Karena manusia adalah makhluk yang tidak sempurna diantaranya yang sering terjadi adalah salah dan alpa, dan kemudian di antara salah dan alpa itu adalah pikirannya. Kemudian Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan untuk menjauhi salah dan alpa adalah dengan belajar berpikir yang benar.

Salah dan alpa yang dilakukan manusia ini sudah sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, bisa jadi karena ketidaksengajaan yang disebabkan oleh kelemahan manusia, dan bisa juga terjadi secara sengaja untuk tujuan tertentu apabila orang tersebut sudah memahami betul dengan apa yang akan ia lakukan, biasanya bentuk salah dan alpa yang terjadi dalam berpikir adalah mudah terpengaruhi, mudah dibohongi atau tertipu, mudah tersesat, kebingungan, mudah teralihkankan fokusnya, mudah terdistraksi, tergadaikan oleh kepentingan lain, dan beragam yang lain.

Ragam Cara Berpikir Yang Keliru

Belajar berpikir yang benar, diantaranya bisa di awali dengan mempelajari bentuk dan jenis cara berpikir yang tergolong keliru, kemudian mendisiplinkan diri. Cara berpikir yang tergolong keliru adalah Cognitif Bias (Bias-bias dalam berpikir). Proses berfikir dan Manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena hampir dalam melakukan apapun pasti manusia melakukan proses berfikir, meskipun sudah difikirkan, tak jarang manusia terjerumus kepada bias-bias dalam berfikir. Macam-macam bias-bias dalam berfikir adalah Action Bias, Association Bias, dan Availability Bias.  

Pertama, Action Bias adalah kekeliruan dalam berfikir yang terjadi disaat kondisi yang tidak tentu, situasi yang baru, dan hanya memiliki waktu yang terbatas atau sedikit untuk menentukan pilihan, sehingga orang yang mengalami tidak dapat mengukur ketepatan atau efektivitas dari yang diambil, karena standar-standar untuk ketepatan dan efektivitasnya belum dipahami atau belum pasti. Orang yang mengalami action bias ini, pada umumnya hanya melihat pada tindakan yang diambil tanpa melihat kualitas dari tindakan yang diambil.

Dari sisi psikologis memang terdapat kecenderungan untuk menghargai atau menganggap lebih baik melakukan sesuatu dari pada hanya berdiam diri ketika dalam kondisi yang tidak pasti. Meskipun kadang melakukan sesuatu tersebut tidak tepat dan kurang efektif, namun itu akan lebih diapresiasi dari pada bertindak sabar sejenak untuk berfikir lebih kritis dan tepat sebelum melakukan sesuatu secara tetap dan cermat. Pada akhirnya penghargaan, piala dan medali hanya diberikan kepada mereka yang aktif menghasilkan suatu karya atau mengubah sesuatu.

Contoh dari Action bias, misal pada suatu penalti dalam pertandingan sepakbola, kiper gawang hanya memiliki waktu kira-kira 0,3 detik sebelum bola memasuki gawang, sehingga dalam kondisi ini kiper hanya memiliki opsi untuk bergerak ke kanan, kiri, atau tetap ditengah, dalam waktu yang singkat itu kiper tidak punya cukup waktu untuk membaca lintasan dari bola, sehingga pada umumnya kiper akan memilih untuk bergerak ke kiri atau ke kanan, hal ini meskipun tidak tepat namun dilakukan karena “tampak serius berusaha”, padahal tengah juga opsi dari arah tendangan bola. Dan banyak contoh action bias lainnya.

Kedua, Association Bias, adalah kesalahan berfikir yang terjadi ketika kita menghubungkan suatu  dengan sesuatu yang lain, yang pada hakikatnya sebenarnya tidak ada hubungannya. Dalam kehidupan sehari-hari hal ini sering terjadi dengan menghubungan kejadian A dengan kejadian B, yang sama sekali tidak bisa disambungkan atau tidak ada hubungan  kausalitasnya sama sekali. Misalnya, ketika seseorang menganggap bahwa hari senin adalah hari kesialan bagi dirinya, karena bertepatan pada hari itu terjadi suatu hal yang tidak ia sukai. Sebenarnya hal ini tidak ada kaitannya sama sekali, hal ini muncul atas sugesti dari pikiran yang sebenarnya bias-bias dalam berfikir.

Cara berfikir seperti ini sebenarnya dimiliki manusia secara alami, Kalau kita makan makanan yang tidak kita kenal, lalu perut kita sakit, maka kita akan berusaha menjauhi makanan tersebut karena menganggap makanan itu beracun, dan menimbulkan pengetahuan palsu bahwa makanan itu beracun, kemudian kita menyampaikan kepada orang lain bahwa makanan itu menyebabkan sakit perut, padahal hal itu bisa saja berbeda pada tiap orang.

Ketiga, Availability Bias, adalah saat kita menciptakan satu gambaran tentang sesuatu dengan menggunakan contoh yang lebih mudah muncul dalam pikiran, hal ini adalah hal yang aneh karena sesuatu yang nyata bukan karena kualitas atau kuantitasnya. Availability Bias ini bisa muncul dipikiran karena sering terjadi atau berulang-ulang. Jadi sesuatu yang terjadi secara berulang-ulang akan menempel di pikiran bahkan jika sesuatu yang dimaksud itu bukan kebenaran.

Sejatinya bias pikiran adalah hal yang alami, dan dimiliki oleh setiap manusia. Dengan adanya bias pikiran ini manusia dapat tersesat dalam proses berfikir yang keliru, oleh karenanya penting disadari perlunya menerapkan proses berfikir perlahan, mengevaluasi berbagai sumber informasi yang didapatkan sehingga dapat menciptakan kredibilitas serta fakta yang relevan dan dapat memadukan antara informasi yang diperoleh dari bias pikiran dengan fakta yang sesungguhnya. Bias fikiran semestinya mampu menjadi alasan supaya manusia mempelajari cara berfikir yang benar, agar terhindar dari bias-bias pikiran dan kekeliruan.

Editor : Irawan

Terkait

Previous Post

Dibalik Besarnya Pendapatan Negara terhadap Pita Cukai Rokok

Next Post

Islam dan Kemanusiaan di Era Modern

Muhammad Isro Makruf

Muhammad Isro Makruf

Next Post
kalimahsawa

Islam dan Kemanusiaan di Era Modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.