Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Lebensraum dalam pemikiran Adolf Hitler “Mein Kampf”

Danang Maulana Arif Saputra by Danang Maulana Arif Saputra
Februari 10, 2021
in Sosok
0
adolf hitler mein kampf
88
SHARES
517
VIEWS

Sebelum naik secara resmi sebagai Kanselir Jerman pada tahun 1933, Hitler pernah melakukan kudeta terhadap pemerintahan Republik Weimar pada 8 November 1923. Ketika itu ia telah menjadi pemimpin Partai Nazi, bersama kolega paling setia,deputi Rudolf Hess, kudeta itu mengalami kegagalan. Hitler dijebloskan ke penjara landsberg dan diganjar hukuman lima tahun untuk pengkhianatan tingkat tinggi. Namun, karena populeritasnya, Hitler kemudian dibebaskan dan hanya mendekam selama sembilan bulan.

Selama masa pengasingan dirinya, ia belajar memahami geopolitik melalui karya-karya dari Friedrich Ratzel. Dengan bantuan deputi Rudolf Hess pemikiran Hitler tentang konsep serta ambisi pribadinya itu ditulis dalam buku “Mein Kampf” atau perjuanganku yang menjadi kitab suci bagi kaum Nazi. Hitler yang pernah mengenyam pendidikan di Austria sangat tertarik dengan pelajaran geografi dan sejarah. Dari situlah Hitler mengagumi teori tentang “lebensraum” dan menjadi konsep politik Jerman ketika ia naik ke tampuk kekuasaan.

TulisanTerkait

Cahaya dari Pesisir: Menelusuri Jejak Intelektual Ahmad Dahlan dan Kartini dalam Arus Pembaruan Bangsa

Kursi Roda, Saksi Bisu Perjuangan Ahmad Yasin Melawan Kedzaliman Israel

Buya Hamka: Pena, Iman, dan Perjuangan Seorang Ulama

Penjelasan tentang Lebensraum dan Biogeografi

Istilah Lebensraum diciptakan oleh seorang ahli geografi Jerman yang bernama Friedrich Ratzel. Pada tahun 1901 Pemikiran mereka ini juga dipengaruhi oleh teori Charles Darwin tentang ‘survival for the fittest’ dimana organisme terkuat lah yang akan bertahan. Woodruff D. Smith dalam artikel berjudul “Friedrich Ratzel and the Origins of Lebensraum” menjelaskan bahwa essai yang ditulis oleh ahli geografi tersebut berbicara tentang biogeografi, khususnya migrasi spesies termasuk manusia dan kaitannya dengan proses adaptasi terhadap keadaan geografis. Ratzel berpendapat bahwa migrasi suatu spesies menjadi faktor penting dalam proses penyesuaian terhadap kondisi sosial dan budaya.

Sebelum Nazi berkuasa, pandangan tentang lebensraum atau ruang hidup sudah diyakini masyarakat Jerman. Mereka menyakini bahwa kawasan Eropa Timur adalah ruang hidup yang baik, khususnya Russa. Secara geografis, kawasan Eropa Timur memiliki sumber daya alam yang melimpah. Di kawasan Polandia hingga Ukrania terdapat kawasan pertanian yang luas. Di kawasan Ceko, Slovakia hingga pegunungan Ural di Russia terdapat mineral tambang dan minyak yang melimpah di pegunungan Siberia. Selain itu, kawasan Eropa Timur dihuni oleh orang-orang dari ras inferior Slavia dan Yahudi yang sangat rendah dimata ras arya Jerman.

Pemikiran rasial tersebut kemudian masuk dalam dinamika politik Jerman. Selain dalam Mein Kampf, Hitler juga menunjukkan pemikirannya setiap kali ia tampil berpidato di alun-alun Munich. Ia kerap berbicara tentang pengkhianatan kaum Yahudi dalam perjanjian versailles dan menuduh sebagai sebab kekalahan Jerman pada perang dunia 1, serta ambisi ras arya sebagai ras unggul yang akan membawa Jerman menuju kejayaan. Hitler melihat bangsa Yahudi bukan dari segi keagamaan tetapi dari segi ras. Ia menganggap bahwa bangsa Yahudi adalah ras yang beracun karena terbentuk atas campuran ras-ras lainnya dan hal itu dapat menghancurkan ras Arya, bangsa Jerman yang murni.

Konsep Ruang Hidup dan Geopolitik dalam Kebijakan Nasional Hitler

Hanya selang beberapa hari setelah resmi menjadi penguasa, Hitler memasukkan konsep mengenai lebensraum kedalam arah kebijakan nasional Jerman seperti yang tertulis dalam Mein Kampf, yaitu mengamankan tanah bagi rakyat yang menjadi hak mereka di bumi. Tujuan ini mengacu pada garis besar kebijakan politik luar negeri Jerman, yaitu membangun kembali posisi Jerman dalam urusan dunia. Hitler memobilisasi orang-orang Jerman untuk meraih kemajuan yang membawa mereka dari ruang hidup yang terbatas ke tanah yang baru. Implikasi dari kebijakan tersebut kita pasti paham, Jerman mulai melakukan serangkaian invasi militer ke Eropa Timur, dimulai dari Polandia (1939) hingga Uni Soviet (1941).

Argumentasi Ratzel tentang konsep ruang hidup merupakan suatu konsep memahami negara dari sudut pandang geopolitik, seperti kekuatan suatu negara harus marnpu mewadahi pertumbuhannya. Makin luas ruang dan potensi geografi yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan makin besar kemungkinan kelompok politik itu tumbuh.

Pandangan ini bukan tanpa kritik, terdapat kekeliruan atas gagasan Ratzel jika diterapkan pada suatu negara. Gagasan migrasi Ratzel itu ditengarai dapat mengakibatkan perebutan wilayah oleh beberapa negara perihal penguasaan sumber daya untuk bertahan hidup. Namun, di sisi lain, gagasan ini terus dipopulerkan meski dinilai dapat mengakibatkan perebutan dan bahkan berujung konflik. Artinya, gagasan Lebensraum tidak ditinggalkan begitu saja dan justru dikembangkan lebih lanjut.

Jika konsep lebensraum dalam Mein Kampf adalah menekankan pada aspek penguasaan ruang yang jamak terjadi pada awal abad 20, lalu bagaimana dengan era dunia sekarang dimana penguasaan teknologi dipandang sebagai suatu kunci ?

Terkait

Tags: Adolf HitlerGeopolitikLabensraumMein Kampf
Previous Post

Gerakan Pencerahan dan Masyarakat Akar Rumput

Next Post

Perayaan Imlek di Indonesia dari Masa ke Masa

Danang Maulana Arif Saputra

Danang Maulana Arif Saputra

Next Post
tahun baru imlek

Perayaan Imlek di Indonesia dari Masa ke Masa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.