Berbicara mengenai kesehatan mental di tengah pandemi virus corona ini, sangat perlu kita bahas. Sebab virus yang munculnya dari akhir tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 masih belum berakhir, bahkan banyak varian baru yang bermunculan dan harus dihadapi oleh masyarakat dalam masalah persebarannya yang semakin merajalela dimasa sekarang.
Dalam hal ini pastilah berdampak besar bagi masyarakat, mulai dari adanya pemberlakuan kegiatan masyarakat secara luas yang dulu dinamai PSBB hingga saat ini pemberlakuan kegiatan masyarakat itu tak kunjung selesai, sampai sekarang dinamai PPKM yang sebenarnya sama saja seperti PSBB tapi pemberlakuannya lebih ke tingkat kecil yang bisa membuat masyarakat semakin ditekan untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah dan hanya orang yang berkepentingan penting yang boleh keluar rumah.
Mengenai kejadian seperti ini, kesehatan mental masyarakat sangat perlu di perhatikan, pemahaman akan mental yang sehat itu tak dapat lepas dari pemahaman mengenai sehat dan sakit secara fisik. Ada berbagai penelitian mengungkapkan bahwa adanya hubungan antara kesehatan fisik dan mental individu, dimana pada individu dengan keluhan medis itu menunjukkan adanya masalah psikis hingga taraf gangguan mental. Sebaliknya, individu dengan gangguan mental juga menunjukkan adanya gangguan fungsi fisiknya (Dewi,2012)
Pentingnya Kesehatan Mental
Gerakan kesehatan mental sangatlah dibutuhkan dimasa sekarang, terlebih saat ini terjadi PPKM yang berkepanjangan, dimana banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat, mulai dari sepinya pembeli bagi para penjual, ramenya masalah PHK bagi yang kerja di pabrik, dan juga tidak lupa kesehatan mental yang perlu dipahami dari pelajar, mahasiswa dan lain sebagainya yang melakukan tahapan belajar hanya dari rumah melalui media sosial seperti aplikasi Zoom, Google Meet, dan lainnya.
Kejadian seperti ini kalau tidak segera diatasi akan berdampak sangat besar bagi kesehatan mental para masyarakat, pelajar dan juga mahasiswa. Melihat sudah banyaknya korban yang sudah melakukan hal yang sangat tidak dianjurkan di dalam Islam, seperti contoh bunuh diri. Mengenai kesehatan mental adalah hal yang utama sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan itu tidak terjadi seperti adanya bunuh diri tersebut.
Data diambil dari suara.com bahwa: Organisasi Kesehatan Dunia atau biasa disingkat WHO mencatat mengenai jumlah kematian akibat bunuh diri lebih tinggi dari pada korban meninggal akibat HIV, malaria, kangker payudara. Untuk itu WHO meghimbau bahwa suatu negara harus punya panduan terbaru untuk mencegah semakin banyaknya korban bunuh diri yang ada di negara masing-masing.
Dikatakan dari kelanjutan paragraf sebelumnya bahwa ancaman bunuh diri dan resiko melakukan tindakan tersebut itu semakin meningkat pada masa pandemi virus ini. karena kebanyakan di masa pandemi ini banyak orang yang memang harus berdiam diri di rumah masing-masing, ada yang kehilangan pekerjaannya, dan juga tidak lupa ancaman kesehatan lainnya, seperti adanya pemikiran yang kurang dikarenakan takut terkena virus ini (Varwati, 2021).
Kepanikan Adalah Separuh Penyakit
Mengingat kejadian seperti ini, pemerintah disamping menerapkan pemberlakuan penyekatan di tengah masyarakat itu harus dipikirkan lagi kebijakannya untuk menanggulangi mental dari warganya sendiri, dikarenakan sudah banyak juga menurunnya kesehatan mental dikarenakan adanya pemberlakuan dari berskala besar sampai mengkrucut menjadi pemberlakuan berskala kecil sampai saat ini di level 4.
Tapi juga harus kita ingat, bahwa ini bentuk usaha yang dilakukan oleh pemerintahan untuk menekan virus Covid-19, makanya kita semua sebagai warga negara yang patuh pada pemerintah harus mengikuti apa yang sudah ditetapkan peraturan tersebut, sebagai kebaikan bagi negeri ini dalam menangani pandemi tersebut. Kalau kita meneladani kata-kata dari filsuf muslim yaitu Ibnu Sina dalam perkataannya adalah “Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan dari kesembuhan”.
Dari kata yang sangat memotivasi kita semua di tengah-tengah pandemi ini semoga kita semua sebagai warga negara yang patuh peraturan bisa terhindar dari virus corona dan semoga virus corona ini hilang dengan usaha pemerintah yang bekerjasama dengan masyarakat untuk menekan penyebaran corona yang semakin luas dengan kesabaran dan ikhlas dalam men jalankannya.
Editor : Irawan
Mohon maaf kak admin. Mengenai tulisan ini kok hampir sama kayak yg saya kirim lewat email ya?
Dicek lagi ya kak admine emailnya. Soalnya tulisannya kok sama kayak yg aku kirim. Terima Kasih.