Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Kader Ulama Adaptif di Era Society 5.0, Pondok Shabran UMS Perkuat Budaya Intelektual juga Literasi

AdminKS by AdminKS
September 11, 2026
in Report
0
Kader Ulama Adaptif di Era Society 5.0, Pondok Shabran UMS Perkuat Budaya Intelektual juga Literasi
9
SHARES
50
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengawali perkuliahan Semester Gasal T.A. 2026/2027 melalui agenda Stadium General Pondok Shabran UMS. Digelar di Aula Gedung Baru Pondok Shabran UMS, pada Minggu (6/9/2026). 

Stadium General menjadi agenda tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasantri Pondok Shabran UMS. Pada tahun ini sebanyak 186 mahasantri Pondok Shabran UMS dari jenjang I’dad, Sarjana (S1), hingga Magister (S2). Forum ilmiah tahunan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat arah perkaderan era Society 5.0 bagi seluruh mahasantri.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Mengusung tema “Perkaderan di Era Society 5.0: Melahirkan Kader Ulama yang Adaptif, Inovatif, dan Berorientasi pada Transformasi Sosial”, kuliah umum Pondok Shabran UMS ini menghadirkan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Direktur Pondok Shabran UMS, Yayuli, S.Ag., M.P.I., menegaskan pentingnya kesiapan kader ulama Muhammadiyah dalam merespons arus kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi. Dalam laporan akademiknya, ia mengapresiasi capaian luar biasa para mahasantri program I’dad yang menempuh masa persiapan bahasa Arab dan Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, keberhasilan program I’dad mencapai 99 persen, di mana mahasantri mampu menyelesaikan hafalan 10 juz Al-Qur’an selama satu tahun. Capaian ini menjadi bekal kuat sebelum mereka melanjutkan studi S1 di Fakultas Agama Islam UMS,” terang Yayuli.

Ia mengatakan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai respon perkembangan teknologi dan untuk menyongsong visi gerakan internasionalisasi Muhammadiyah. Dengan penguasaan bahasa yang kuat, kader-kader Muhammadiyah dapat mengekspansi arah gerak Muhammadiyah yang lebih luas.

“Di Pondok Shabran ini memiliki dua program bahasa, yakni bahasa Arab yang difokuskan selama satu tahun pertama mahasantri dan bahasa Inggris yang diberikan selama masa dauroh dan bersifat sunnah. Sehingga ini menjadi bentuk ikhtiar mencetak wajah masa depan generasi persyarikatan dan bangsa,”

Yayuli juga berpesan agar mahasantri Pondok Shabran dapat menanamkan inklusivitas dalam pergaulan, tidak menutup diri dengan membatasi pergaulan. Menjalin hubungan dengan berbagai komunitas atau agama lain menjadi ciri khas karakter mahasantri Pondok Shabran. 

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.PA., memaparkan bahwa kader ulama Muhammadiyah masa depan tidak boleh gagap menghadapi teknologi modern seperti big data dan otomatisasi. 

Menurutnya, kader Pondok Shabran UMS wajib memadukan tiga pilar epistemologi, yaitu, Bayani, Burhani, dan Irfani, agar mampu menghadirkan solusi peradaban yang mencerahkan.

“Kader ulama Muhammadiyah harus memiliki kedalaman spiritual sekaligus keberanian dalam memimpin transformasi sosial di era Society 5.0,” jelasnya.

Bachtiar juga menerangkan bahwa membaca menjadi aktivitas yang tidak pernah ditinggalkan selama masa studinya dulu. Menurutnya, membaca dapat menumbuhkan inklusivitas terhadap keberagaman karakter dan ideologi masyarakat. 

Terutama di era Society 5.0, lanjutnya, kegiatan membaca semakin penting, sebagai bentuk sintesis generasi yang kuat secara intelektual dan tidak gagap pada teknologi. 

“Jangan puas dengan membatasi diri dengan bacaan tertentu, semua genre buku dapat kalian baca untuk memperluas wawasan keilmuan,” pungkasnya. (Hamam/Affiq/Humas)

Terkait

Tags: Islamkader ShabranMuhammadiyahPeradaban
Previous Post

IMM FKIP UMS Desiminasikan PPK Ormawa dan Kembangkan Sistem Peringatan Dini Banjir

Next Post

Hadapi Perkembangan AI, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Dorong Kader Shabran UMS Adaptif dan Berkemajuan

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Hadapi Perkembangan AI, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Dorong Kader Shabran UMS Adaptif dan Berkemajuan

Hadapi Perkembangan AI, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Dorong Kader Shabran UMS Adaptif dan Berkemajuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.