Banyak yang menyatakan bahwa penyelesaian konflik Palestina-Israel, tergantung pada penyelesaian status Jerusalem. Dahulu peta-peta kuno yang dibuat oleh orang-orang eropa tidak hanya menempatkan kota Jerusalem sebagai pusat dari peta dunia, melainkan sebagai pusat Bumi dan Alam Semesta. Sekarang pun, masih banyak yang beranggapan dan bahkan berkeyakinan bahwa tempat ini adalah pusat spiritual dunia kita ini
Adapun dalam tulisan ini akan menjelaskan secara objektif tentang sudut pandang spiritual agama yang berada di Jerusalem, yakni Agama Yahudi, Kristen dan Islam. Sebab penulis yakin, jika kita merasa benar bahwa pandangan agama kita (baca : Islam) yang paling benar, maka sudah pasti bagi orang Yahudi dan Kristen, pandangan agama tentang Jerusalem yang tertuang di kitab suci mereka juga paling benar bagi penganutnya
Jerusalem Menurut Orang Yahudi
Trias Kuncahyono, dalam bukunya Jerusalem : Kesucian, Konflik dan Pengadilan Akhir menuliskan bahwa orang Yahudi selalu memaknai kota tersebut dalam dua aspek sekaligus, yakni agama dan politik. Dengan kata lain, bagi orang-orang yahudi, Jerusalem memiliki arti penting baik dari segi agama maupun politik. Hal itu yang terus dipertahankan hingga sekarang dan menjadi dasar klaim dan tuntutan mereka.
Bagi Yudaisme, Jerusalem adalah kombinasi pusat politik dan agama orang-orang yahudi. Di zaman modern ini, mereka memasukkan Jerusalem ke dalam definisi Zionisme dengan mengacu pada kitab Samuel (5:7) “tetapi daud merebut kubu pertahanan Zion, yaitu kota Daud.” Peristiwa itu terjadi sekitar 1000 SM.
Bagi orang Yahudi, Jerusalem adalah satu-satunya kota suci di dunia. Inilah kota yang dipilih Tuhan sebagai “tempat kediaman nama-Ku”, tulis Kitab Tawarikh ( Alkitab Ibrani). Karena itu, disana ada tempat bernama Kenizah Allah, yang berada di puncak Gunung Moriah, dengan memasukinya, mereka merasa berdekatan dengan Tuhan. Inilah sebabnya yang memberikan dorongan kekuatan pada bangsa Israel untuk membangun kota dan menyatukan Jerusalem Barat dan Timur di bawah kedaulatan Israel.
Jerusalem, Ibu Dari Semua Gereja
Umat Kristen mentakzimkan Jerusalem tidak hanya karena peranannya seperti yang dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama, tetapi lebih-lebih karena peranannya yang begitu penting di masa kehidupan Yesus, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Baru, Injil. Dalam tradisi Kristen, Jerusalem disebut Mater Omnium Ecclesiam, Ibu dari Semua Gereja
Sebab di kota inilah Gereja Perdana lahir, dan dari sanalah gereja menyebar ke seluruh dunia. Kehormatan itu diberikan karena Jerusalem dahulu kala menjadi saksi peristiwa-peristiwa dramatik wafat dan kebangkitan Yesus. Di kota inilah Yesus hidup, berkarya, menyebarkan kabar gembira dan wafat. Disana terdapat makam Yesus yang berada di atas bukit Golgota tempat yesus disalib pun sangat penting bagi umat Kristiani
Jerusalem dalam Alkitab
Tentang arti penting Jerusalem bagi umat kristiani juga sudah disinggung dalam Kitab Wahyu kepada Yohanes, yang mengantisipasi datangnya Jerusalem baru, Jerusalem surgawi (Why. 3:12, 21:2). Kota suci ini adalah gambaran dari ciptaan dan aspirasi baru seluruh umat manusia , tempat Tuhan akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan “maut tidak akan ada lagi, tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Why. 21:4)
Apa yang di ungkapkan dalam Kitab Wahyu itu ingin menggambarkan “visi perdamaian” dalam tradisi dan iman Kristiani. Visi perdamaian itu secara jelas dikemukakan oleh Rasul Paulus. Dalam surat Paulus kepada jemaat di Efesus, Paulus menyebut Yesus sebagai “Dialah damai sejahtera kita”(Ef. 2:4).
Dengan demikian, arti penting Jerusalem bagi umat Kristen yakni Jerusalem adalah sebuah kota suci dengan tempat-tempat sucinya yang sangat berarti bagi umat Kristen karena hubungannya dengan pemenuhan sejarah keselamatan di dalam dan perantaraan Yesus Kristus
Kiblat Pertama Umat Islam dan Peristiwa Isra’ Mi’raj
Selain itu, Jerusalem merupakan tempat yang sangat penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW sendiri. Hal ini berkaitan dengan perjalanan malam yang penuh mukjizat yang di lakukan Nabi, sebagaimana di Surat Al Isra mengisahkan perjalanan malam yang menakjubkan dari Masjid Suci ke Masjid terjauh ( Masjid Al Aqsha)
Dr. Mustafa Abu Sway dari Universitas Al Quds dalam kertas kerjanya berjudul Jerusalem: Crossroad of the World, An Islamic Perspective, menulis “Perjalanan malam menjadikan Jerusalem sebagai tempat transit, atau sebuah pintu gerbang ke surga. Masjid Al Aqsha menjadi tempat Nabi memimpin sholat bersama para nabi dan utusan lainnya. Tindakan ini di interpretasikan antara lain sebagai warisan tanggung jawab untuk memelihara atau mempertahankan masjid itu.”
Terakhir seperti apa yang di tuliskan Leah Sullivan dalam tulisannya berjudul Jerusalem : The Three Religions of the Temple Mount mengatakan, kaum Yahudi, Kristen dan Islam memandang Jerusalem dalam sejarahnya sebagai tempat pertemuan antara dunia dan akhirat, termpat terjadinya pertemuan antara surga dan bumi. kota ini dikuduskan oleh agama dan tradisi, oleh sejarah dan teologi. Itulah Jerusalem, kota yang di puja-puja, ditakzimkan oleh umat Yahudi, Kristen dan Muslim. Semua itu mencerminkan kegairahan dan kesalehan dari tiga agama monoteistik, yang semuanya di ikatkan ke Jerusalem dengan pemujaan dan cinta.