Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Islam dan Problematika Lingkungan

Idnur Tri Al Rizqi by Idnur Tri Al Rizqi
Juni 16, 2023
in Esai
0
lingkungan

kalimahsawa

19
SHARES
112
VIEWS

Sebagai bidang sains dan penelitian yang sudah terlahir sejak lama, kemajuan zaman yang sangat pesat, membuat ekologi kembali menjadi pusat perhatian para ilmuwan dari berbagai pelosok negara dunia untuk meneliti lebih lanjut. Kemajuan zaman yang pesat melahirkan teknologi-teknologi baru yang dapat memudahkan manusia dalam bekerja.

Namun dengan hadirnya teknologi memunculkan problematika atau masalah baru yang berkaitan dengan alam dan lingkungan. Misalnya, sepeda motor, teknologi yang berfungsi sebagai kendaraan, akan tetapi zat yang dikeluarkan berupa asap dapat menghambat atau bahkan mencemari sistem lingkungan.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Problematika seperti ini sangat vital atau sangat berbahaya sekali untuk manusia jika tidak segera ditindaklanjuti, akan berdampak buruk pada jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan tenaga ahli yang dapat menanganinya atau juga dapat dibantu dengan buku-buku agama yang terkait. Sehingga dapat menjadi referensi atau pen-stimulus dalam menangani problematika atau masalah lingkungan. Buku-buku dalam agama Islam yang relevan, dapat memecahkan problematika. Akan tetapi buku-buku ini perlu ditafsirkan makna untuk mengkaji isi atau pesan yang disampaikan. Buku-buku seperti al-Qur`an, hadits, dan ilmu tasawuf adalah contohnya.

Timbulnya keingintahuan masyarakat tentang ekologi, menjadi garis bawah antara masyarakat nonindustri dengan masyarakat muslim. Oleh sebab itu, organisasi atau kumpulan manusia dalam cabang lingkungan hidup dengan studi ekologi berbasis islam sering dikonjungsikan dengan pengetahuan negara-negara maju yang pemahaman akan problematika lingkungan jauh sedikit lebih baik.

Dalam negara-negara yang pada garis besar memiliki masyarakat beragama islam atau muslim problematika ekologi terpengaruh dari kebiasaan bangsa Barat. Namun, terdapat beberapa berita hangat dalam penyelidikan problematika ekologi yang mengarah kepada sumber-sumber islam.

Ajaran islam telah disebarluaskan pada sebagian besar negara yang memiliki masyarakat lebih banyak muslim. Akan tetapi sifat malas pada manusia terhadap lingkungan harus dilatih menjadi lebih peduli dengan daerah atau lingkungan. Seiring berjalan waktu, pembacaan al-Qur`an, hadits, dan ilmu tasawuf dapat membantu mengungkapkan dalam problematika yang dihadapi.

Kemaslahatan ekologi yang terjadi juga dapat disimpulkan dalam al-Qur`an dimana kerusakan yang terjadi di muka bumi sebenarnya hasil dari buah tangan manusia sendiri. Tetapi mereka hanya tidak menyadari akan tindakan itu. Akan tetapi, betapa perhatian sekali Tuhan. kepada manusia, meskipun terdapat kerusakan bumi tetap terpelihara oleh-Nya (Q.S. 2:11).

Kekhususan yang dimiliki oleh alam dari segala peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, seperti kestabilan, satu kesatuan komponen, dan keindahan adalah bentuk rasa simpatik Tuhan. Sebagaimana meliputi bumi menjadi sebuah dataran yang sangat luas dan langit sebagai atap, dan juga meneteskan air dari langit, lalu dari air itu dapat menghasilkan tanaman yang berbuah sebagai rezeki untuk manusia (Q.S. 2:22).

Tidak terlepas dari itu, alam adalah kepunyaan Tuhan dan manusia di percaya untuk memegang tanggung jawab dalam menjaga alam yang telah terstruktur dengan baik. Sebagai makhluk yang di berikan kepercayaan, manusia di ciptakan dengan sebuah pemikiran yang sempurna, dengan begitu dapat mewujudkan keteraturan struktur yang telah ada.

Di luar peran utama, Tuhan juga menyiapkan flora dan fauna untuk menyetarakan semua ciptaan-Nya. Selain itu, Tuhan juga ingin memberikan isyarat kepada manusia agar tidak bersifat boros. Isyarat ini di lakukan untuk mengingatkan manusia bahwa manusia tidak akan hidup selamanya, akan tetapi di wariskan kepada generasi selanjutnya.

Kumpulan huruf yang memilki makna yang di lontarkan oleh Rasul lebih mengacu kepada tindakan yang semestinya di kerjakan oleh manusia. Secara umum, mencakup berbagai keterkaitan ilmu lingkungan antara sumber daya dengan manusia. Seperti, pemeliharaan lingkungan, pencegahan bencana yang di sebabkan lingkungan, dan melestarikan agar tidak terjadinya kepunahan.

Salah satu yang terdapat dalam hadits, yang menjadi anjuran bagi setiap manusia untuk menanam tanaman supaya lingkungan menjadi lebih asri dan mengurangi polusi. Serta menghasilkan oksigen yang dapat bermanfaat untuk makhluk yang tidak bisa hidup tanpa oksigen, seperti manusia, hewan, tumbuhan dan bakteri.

Di mana di jelaskan bahwa dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah bersabda “Siapapun yang bisa mendirikan sebuah bangunan atau menanam pohon tanpa ada rasa zalim dan melampaui batas, terang itu akan bernilai kebaikan yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk yang bersifat pengasih.” (H.R. Ahmad).

Keberagaman biologis, membawa ide-ide baru para ahli tasawuf tentang dunia ke jenjang yang lebih agung. Menurut para ahli tasawuf makhluk yang sudah ada adalah buatan Tuhan. Al-Qur`an juga menerangkan setiap makhluk yang bernafas wajib memiliki sambungan yang baik antara manusia, hewan, tumbuhan dan komponen bumi lain.

Setiap komponen penyusun lain, memiliki karakteristik naluri yang memungkinkan setiap komponennya mengisyaratkan keadaan bumi. Ataupun memberikan sinyal bahwa terdapat tanda-tanda yang menjadikan komponen dapat bermanfaat untuk apa, berbahaya bagi siapa. Dan metode apa yang dapat di gunakan sehingga bermanfaat bagi kehidupan.

Situasi kesadaran akan ilmu lingkungan sekarang sedang di perdebatkan di seluruh negara. Di mana yang menyatakan bahwa ilmu lingkungan yang ada terbentuk dari industri. Dan peraturan alam di masyarakat yang merujuk pada negara Barat. Rintangan yang muncul sekarang mendorong ahli dari luar agama untuk memecahkan ilmu lingkungan. Metode yang di gunakan yaitu, etika islam yang mendukung sikap kepedulian terhadap alam.

Produksi minyak, industrialisasi, dan tingkat perekonomian yang relatif di atas rata-rata. Tapi tidak menjadikan negara Iran sebagai negara yang dapat mengatasi problematika lingkungan. Pada keadaan yang tidak menyenangkan seperti ini, banyak negara-negara yang sebagian besar masyarakatnya beragama Islam tidak berperan dalam proses pemulihan efek gas rumah kaca. Hujan tanpa henti dan kekeringan menjadi sinyal perubahan iklim bumi yang mengganggu kestabilan sistem alam.

Hipotesis provokasi yang memandang bahwa kesalahan kaum yang menyembah benda-benda selain terhadap Tuhan, yang menurut kaum tersebut memisahkan manusia dengan alam. Selama ini, dugaan tersebut dapat berhasil, yang hanya berisikan satu pandangan tentang keberadaan Tuhan yang sangat jauh dari alam. Alam bukan sesuatu yang di buat oleh Tuhan sejak dahulu kala, akan tetapi tindakan Tuhan yang berlangsung sekarang.

Budaya yang kompleks di mana terkandung keunggulan dalam penerapan situasi dan kondisi yang baru merupakan arti dari agama. Dalam isu agama Islam, Kristen, Hindhu, dan Budha, adat istiadat yang terpelihara dapat men-stimulus pikiran dan hubungan emosional dalam tubuh manusia. Pengalaman yang di dapat ketika manusia dapat menjalankan tanggung jawab sebagai penata bumi. Ia dapat membawa dan menjadikan manusia yang selalu melibatkan Tuhan.

Makna dari (QS. 2:164) adalah segala sesuatu yang ada di alam sangat luas jangkauan nya. Bahkan jika harus di jelajahi tidak ada manusia yang sanggup untuk melakukan itu. Alam juga sebagai teks yang berisikan oleh kebesaran-kebesaran Tuhan yang sudah tersedia. Untuk setiap insan yang beriman, menghalangi perubahan-perubahan iklim dan tidak terlihat nya spesies menjadi perhatian utama untuk terus menjalankan tugas sebagai penata keteraturan di alam.

Terkait

Previous Post

Kewajiban Muslim untuk Berintelektual

Next Post

Pengaruh Orientalisme dalam Perkembangan Studi Islam di Indonesia

Idnur Tri Al Rizqi

Idnur Tri Al Rizqi

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Next Post
islam

Pengaruh Orientalisme dalam Perkembangan Studi Islam di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.