Oleh: Iffat Salmaa Syariifah
Bayangin kamu punya 24 jam sehari. 8 jam digunakan untuk tidur, 4 jam lainnya kamu gunakan untuk scrolling media sosial, 2 jam sisanya kamu gunaan untuk nongkrong. Sisa waktu yang lain terbuang sia-sia. Tanpa kamu sadari, pada akhirnya kamu menghabiskan 24 jam dan nggak ada satupun target yang tercapai. Pernah ngalamin? Tenang, kamu nggak sendirian, kalau pola hidup seperti ini dibiarkan, kita bisa merugi besar di akhir sampai ke akhirat ,ngerii sekali bukan.
Hidup di era digital membuat segala sesuatu menjadi serba cepat dan mudah. Informasi tinggal klik, belanja bisa melalui aplikasi, bahkan belajar pun bisa sambil rebahan. Nggak heran kalau istilah “mager” (malas gerak) akrab di telinga Gen Z. Rebahan sambil scroll TikTok atau Netflix marathon memang terasa menyenangkan, tapi jika terlalu sering, produktivitas bisa menurun bahkan ibadah pun bisa kewalahan.
Padahal dalam Al-Qur’an, Allah sudah memberi warning kepada manusia akan merugi kalau waktunya cuma dihabiskan dengan sia-sia. Dalam QS. Al-‘Ashr, Allah menegaskan dalam firmannya: “Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” Ayat ini menjelaskan betapa pentingnya memanfaatkan waktu (Nurrohim, 2024). Ayat ini kayak alarm reminder buat kita: waktu itu berharga banget, dan kalau cuma dipakai rebahan tanpa arah, rugi sendiri. Waktu merupakan modal utama manusia, menurut M. Quraish Shihab, jika tidak diisi dengan kegiatan yang produktif, maka seluruh umat manusia akan merugi (Fathonah, 2015)
Jadi, bagaimana cara Gen Z bisa tetap menikmati hidup, healing, dan rebahan secukupnya, tapi tetep produktif waktunya? Yuk kita bahas bagaimana Al-Qur’an membentuk karakter produktif ala Gen Z
Mager Itu Manusiawi , Tapi Jangan Jadi Budaya
Rasa malas itu manusiawi. Semua orang pasti pernah ngalamin. Bahkan dalam Qur’an, ada kisah orang-orang munafik yang berat banget kalau disuruh ibadah atau berjihad, karena rasa malas mendominasi mereka “Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka—membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka. Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali (QS. An-Nisa: 142). Jadi malas itu bukan hal baru, yang bahaya adalah kalau rasa malas jadi karakter dan gaya hidup. Dalam segi kondisi kesehatan mental ketika mampu memanfaatkan waktu untuk produktif secara maksimal, menghadapi tantangan sehari-hari secara efektif, menjadi produktif di lingkunganya memberikan dampak positif.(Nurrohim, 2024).
Produktif ala Al-Qur’an: Sedikit tapi Konsisten
Di era serba cepat ini banyak dari kita ingin segera berhasil. Pengen langsung hafal satu juz dalam seminggu, sukses bisnis dalam sebulan, atau jadi produktif hanya dalam semalam. Padahal, Al-Qur’an mengajarkan cara yang jauh lebih bijak—sedikit tapi konsisten. Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit”(HR.Bukhari dan muslim)
Prinsip ini sejalan dengan semangat produktivitas sejati. Bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling istiqamah. Dalam Al-Qur’an, Allah memuji orang-orang yang teguh dan sabar dalam kebaikan, bukan mereka yang hanya semangat di awal lalu berhenti di tengah jalan. coba bayangkan kalau setiap hari kita membaca satu halaman Al-Qur’an saja. Mungkin terlihat kecil, tapi dalam sebulan kita sudah khatam satu juz. Dalam setahun? Bisa selesai 12 juz! Semua berawal dari langkah kecil yang dijaga terus.
Bagi generasi muda terutama Gen z yang sering disebut “anti mager” prinsip ini sangat relevan. Produktif bukan berarti harus selalu sibuk, tapi mampu mengatur waktu dan menjaga ritme kerja dengan niat yang benar.
Bukan tentang banyaknya aktivitas, tapi keberkahan dari setiap aktivitas yang dilakukan secara konsisten.
Rasulullah: Role Model Anti Mager
Rasulullah ﷺ adalah contoh nyata pribadi yang super produktif. Dalam sehari beliau berdakwah, menjadi pemimpin, suami, ayah, bahkan panglima perang tanpa mengeluh. Bahkan beliau berdoa agar dilindungi dari sifat malas:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas…”
(HR. Bukhari)
Doa ini menunjukkan betapa malas dan lemah kita bisa menjadi penghalang besar untuk produktivitas dan istiqamah. Karena orang yang malas bukan hanya berhenti berbuat, tapi juga kehilangan kesempatan untuk berkembang dan memberi manfaat. maka, melawan malas dengan cara melakukan hal kecil namun terus-menerus adalah bentuk jihad produktif di zaman modern.
Tips Produktif Mager ala Al-Qur’an
Produktif Bukan Berarti Sibuk Tanpa arah. Banyak orang terlihat sibuk setiap hari dengan aktivitasnya, mengerjakan banyak hal, tapi di akhir hari merasa kosong dan lelah tanpa adanya hasil, inilah yang disebut sibuk tanpa arah. Kenapa bisa begitu? Karena, didalam islam tidak menilai seseorang dari seberapa banyak aktivitasnya, tapi dari keberkahan dan niat tujuan dibaliknya, adanya produktivitas dan ibadah tetap berjalan. Karena pada akhirnya, waktu yang terpakai dengan baik adalah investasi dunia dan akhirat
Tips praktis agar Gen Z bisa bangkit dari zona mager dan jadi lebih produktif:
Mulai hari dengan shalat Subuh dan zikir pagi. Saat seseorang memulai harinya dengan mengingat Allah SWT, hatinya menjadi tenang Dari ketenangan itu lahir semangat dan energi positif untuk beraktivitas.
Buat target harian dan evaluasi di malam hari. Rencanakan apa yang ingin dicapai hari ini dan mengevaluasinya karna melatih kita untuk disiplin dan tanggung jawab terhadap waktu.
Hindari rebahan berlebihan setelah shalat. Paling nikmat ba’da subuh, Rasulullah ﷺ tidak menyukai tidur setelah Subuh (HR. Thabrani). karena ba’da subuh ialah waktu yang sangat penuh berkah
Konsumsi konten inspiratif, bukan hanya hiburan. Bijaklah dalam bermedia sosial karna dapat mempengaruhi perkembangan otak, agar tetap produktif konsumsi konten yang menambah keilmuan
Temukan circle positif yang saling support untuk berkarya. Lingkungan punya dampak besar terhadap semangat produktif. Ada pepatah mengatakan “Temanmu adalah cerminan dirimu.”
Jadi, mager itu manusiawi, tapi jangan dibudayakan. Gen Z punya potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Al-Qur’an sudah memberi kita panduan agar tidak larut dalam kemalasan dan Kesiasian. Yuk! Jadi generasi yang bukan hanya melek teknologi, tapi juga melek spiritualitas dan produktivitas! Ingat, waktu adalah amanah, dan produktif itu ibadah.
Editor: Zahfa Almedina