Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Gadis Lucu di Paru-Paru Bumi, Aku Merindukanmu.

Naufal Febrian by Naufal Febrian
November 20, 2025
in Puisi
0
Untukmu di Bawah Langit yang Sama
16
SHARES
93
VIEWS

Oleh : Naufal Febrian

Ada jeda panjang yang tak pernah kuundang, tapi selalu datang ketika namamu terlintas. Seperti embusan angin dari hutan paru-paru bumi yang kau cintai kerinduan itu merayap pelan, mengisi celah-celah yang coba kupenuhi dengan kesibukan dan alasan-alasan yang tak pernah benar-benar bekerja.

TulisanTerkait

Analisis Cinta Platonik dalam Novel Sayap-Sayap Patah

Ketika Kebenaran Dibungkam

Rp10.000: Apakah Harga Hidup Seorang Anak?

Gadis lucu yang tawanya selalu pecah tanpa izin, aku merindukanmu dengan cara yang sederhana tapi menyesakkan. Kadang rasanya seperti menarik napas terlalu dalam di tengah senyap, berharap ada aroma familiar darimu aroma tanah basah setelah hujan, aroma keringat lelah yang jujur, aroma hidup yang tak pernah kau sembunyikan.

Aku merindukan caramu bercerita sambil memainkan ujung rambutmu; caramu mengernyitkan dahi ketika marah, tapi tetap terlihat lucu; caramu memandang langit seolah ada sesuatu yang hanya kamu yang bisa lihat. Dan aku merindukan diriku ketika bersamamu versi yang lebih ringan, lebih hidup, lebih berani.

Dunia terus bergerak, tapi hatiku masih tertinggal di kota yang kurindukan berpijaknya. Di antara daun-daun yang jatuh dan akar-akar yang mencengkeram tanah, ada kenangan kita yang menolak layu.

Gadis lucu di paru-paru bumi, jika kerinduan adalah napas, maka mungkin aku sudah kehabisan udara. Sebab sejak perpisahan beberapa waktu lalu, bernapas saja terasa seperti mengulang-ulang kehilangan yang sama.

Terkait

Previous Post

Untukmu di Bawah Langit yang Sama

Next Post

KH. Abu Dardiri: Peletak Fondasi Dakwah Muhammadiyah di Bumi Purbalingga

Naufal Febrian

Naufal Febrian

Next Post
KH. Abu Dardiri: Peletak Fondasi Dakwah Muhammadiyah di Bumi Purbalingga

KH. Abu Dardiri: Peletak Fondasi Dakwah Muhammadiyah di Bumi Purbalingga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.