Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Esensi Puasa Menurut Muhammad Iqbal

Asep Saepullah by Asep Saepullah
Juni 7, 2020
in Narasi
0
Muhammad Iqbal seringkali dikenal sebagai seorang filosof, ahli hukum, pemikir politik, dan sebagai seorang penyair ulung (John L. Esposito: 213).

Muhammad Iqbal seringkali dikenal sebagai seorang filosof, ahli hukum, pemikir politik, dan sebagai seorang penyair ulung (John L. Esposito: 213).

59
SHARES
349
VIEWS

Ada sesuatu yang mengganjal pada persiapan bulan puasa/ramadhan tahun ini. Bagi seorang perantau, khususnya mahasiswa bulan ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu. Sebab di bulan ramadhanlah seorang mahasiswa ataupun perantau bisa berbuka dan bersahur secara gratis. Di Yogyakarta misalnya, di setiap penjuru kota terdapat masjid-masjid yang mengadakan acara buka bersama.

Bahkan tidak segan-segan satu masjid saja dapat menyediakan makanan berbuka yang sangat variatif setiap harinya. Dari mulai nasi ayam, gudeg (makanan khas Jogja) sampai es buahpun ada. Namun, semua itu akan sirna pada puasa tahun ini. Bagaimana tidak? Pandemi Covid-19 telah memaksa masjid-masjid di setiap penjuru kota Yogyakarta untuk tidak melakukan acara buka puasa bersama untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Baca Juga: Solusinya Covid-19 Itu Keteladanan Kolektif

Berbagai macam kegiatan yang biasa dilakukan pada setiap bulan ramadhan seperti, tadarus bersama, reuni bersama dan shalat tarawih di masjid pun terancam tidak ada. Entah akan seperti apa tradisi umat muslim pada puasa tahun ini di tengah wabah Covid-19 yang terus mengintai manusia.

Bulan Pengetahuan

Meskipun demikian, ada sesuatu yang sangat fundamental dalam mengerjakan salah satu rukun Islam (puasa) ini, yaitu menjadikan puasa sebagai pengetahuan sekaligus pengalaman religius yang dapat mengantarkan manusia menjadi makhluk yang mulia dan bertaqwa di mata Allah atau dalam bahasa Muhammad Iqbal sebagai insan kamil.

Sebab pada kenyataannya, sebagian umat Islam hanya memiliki pengetahuan tentang puasa sebagai ibadah. Yang hanya menahan lapar dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari atau puasa diartikan sebagai ibadah untuk melawan hawa nafsu saja.

Lantas apakah pengetahuan seperti itu salah? Tentu saja tidak, hanya saja sebagai seorang muslim harusnya mampu memahami puasa lebih dari sekedar definisi di atas. Puasa juga dapat diartikan sebagai evolusi kehidupan keagamaan umat Islam dari mulai iman (faith) dan berubah menjadi sebuah pemikiran (thougth) lalu berakhir di penemuan (discovery).

Sketsa Biografi Muhammad Iqbal

Sir Dr. Muhammad Iqbal, itu lah gelar dan nama lengkap dari seorang ‘alamah Muhammad Iqbal. Beliau lahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877 dan wafat di Lahore, Pakistan, 21 April 1938 pada usia 60 tahun. Ia dikenal sebagai seorang penyair, politisi, sufi, dan filsuf Islam besar abad ke-20.

Sebagai seorang penyair, Muhammad Iqbal dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah sastra Urdu dan Persia. Sedangkan di ranah politik, ia dikenal sebagai bapak spiritual Pakistan. Sebab, munculnya ide pendirian negara Pakistan sendiri dan terpisah dari negara India merupakan idenya. Walaupun ia meninggal terlebih dahulu sebelum melihat negara Pakistan merdeka pada tahun 1947.

Baca Juga:  Rasyid Ridla (5): Menyaksikan Masa Pasang Surut Kekuasaan Wahabi di Jazirah Arab

Selain sebagai seorang penyair dan politikus, Muhammad Iqbal juga dikenal sebagai filusuf dengan konsep tentang khudi (pribadi, diri, selfhood). Bahkan oleh Annemarie Schimmel, Iqbal dikategorikan sebagai filusuf profetik. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Rumi dan Al-Ghazali. Salah satu karyanya yang paling monumental berjudul, The Reconstruction of Religious Thought In Islam.

Relasi Antara Puasa dan Jiwa Manusia

Pada diri manusia, terdapat tiga bagian jiwa yang oleh Ibnu Sina disebut jiwa tumbuh-tumbuhan, jiwa binatang dan jiwa manusia. Jiwa tumbuh-tumbuhan mempunyai tiga daya: makan, tumbuh dan berkembang biak. Jadi, jiwa pada tumbuh-tumbuhan hanya berfungsi untuk makan, tumbuh dan berkembang biak. Jiwa seperti inilah yang sesungguhnya sedang menghinggapi sebagian besar umat Islam di tengah wabah Covid-19. Sehingga umat Islam terasa mengalami kemandegan.

Sedangkan Jiwa binatang mempunyai dua daya: gerak (al-mutaharrikat) dan menangkap (al-mudrikat). Dengan demikian jiwa binatang lebih tinggi fungsinya dibanding jiwa tumbuh-tumbuhan. Bukan hanya sekedar makan, tumbuh dan berkembang biak saja.

***

Tapi telah dapat bekerja dan bertindak serta telah merasakan sakit dan senang seperti manusia. Nah, apabila puasa hanya sekedar menahan nafsu dahaga berupa makan dan minum saja, maka hewan seperti ularpun dapat berpuasa selama beberapa hari ketika hendak mengganti kulitnya.

Ibadah puasa seyogyanya dapat mengantarkan jiwa manusia berkembang ke tahap yang paling tinggi, yaitu al-nafs al-nathiqat atau al-nafs al-insaniyah (daya jiwa yang berfikir) yang terdiri dari dua daya: praktis (al’amilat) dan teoritis (al-alimat). Adapun daya praktis relasinya dengan jasad (pengetahuan), sedangkan daya teoritis hubungannya dengan hal-hal yang abstrak (pengalaman religius).

Oleh sebab itu, bagi Muhammad Iqbal kehidupan keagamaan tidak boleh hanya berhenti di ranah iman (faith) saja. Melainkan harus melangkah ke tahap berikutnya yaitu pemikiran (thought) dan penemuan (discovery).

Gagasan Muhammad Iqbal Tentang Manusia

Sebelum ke gagasan Muhammad Iqbal tentang manusia, dalam buku yang berjudul Anggukan Ritmis Kaki Pak Kyai, Emha Ainun Nadjib membahas ilmu Rasulullah Muhammad Saw., yaitu “hanya makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”. Pengetahuan tersebut telah menjadi pengetahuan hampir samua umat Islam tapi hanya saja mungkin belum menjadi sebuah ilmu.

Puasa demi puasa, ramadhan demi ramadhan, beserta fatwa demi fatwa yang senantiasa menyertainya dengan segala kerendahan hati harus Cak Nun katakan belum cukup mengantarkan kita pada pengetahuan menuju kedalaman ilmu. “Makan hanya ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang” adalah formula tentang kesehatan hidup. Tidak hanya menyangkut tubuh tapi juga keseluruhan mental sejarah.

Baca Juga: Tidak Terkenal di Bumi, Tapi Populer di Langit

Gagasan Muhammad Iqbal sendiri tentang manusia merupakan makhluk yang sempurna. Konsep insan kamil (perfect man) adalah taraf atau derajat tertinggi yang dapat dicapai oleh khudi (pribadi) dalam perkembangannya.

Insan Kamil menurut Iqbal adalah mukmin sejati yang dalam dirinya terdapat kekuatan, wawasan, perbuatan dan kebijaksanaan. Hanya dengan pengetahuan dan pengalaman religiuslah, manusia dapat mencapai insan kamil. Dan jalan untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman religius itu bisa diraih dengan Puasa.

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Terkait

Tags: KeagamaanMuhammad IqbalPengalamanPengetahuanPuasa
Previous Post

Slavoj Zizek Membaca Fenomena Pandemi

Next Post

Rasyid Ridla (6): Akhir Kekuasaan Rezim Syarif Husein dan Kembalinya Muhammad Ibnu Sa’ud Berkuasa

Asep Saepullah

Asep Saepullah

Next Post
Rasyid Ridla (1): Penerus Estafet Al-Mannar di Tengah Gejolak Nasionalisme Mesir

Rasyid Ridla (6): Akhir Kekuasaan Rezim Syarif Husein dan Kembalinya Muhammad Ibnu Sa’ud Berkuasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.