Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Dr. KH. Sholahuddin Fathurrohman: “Tanpa Santri, Indonesia Tak Akan Pernah Ada”

RedaksiKS by RedaksiKS
Oktober 22, 2024
in Report
0
Dr. KH. Sholahuddin Fathurrohman: “Tanpa Santri, Indonesia Tak Akan Pernah Ada”
35
SHARES
205
VIEWS

Denanyar, Jombang, 22/10/2024– Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2024, Dr. KH. Sholahuddin Fathurrohman, S.Ag, M.H., M.Si., Dzurriyah KH. Bisri Syamsuri salah satu Pendiri Nahdlatul Ulama ini menyampaikan pidato yang mendalam di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang dengan tema “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan”, beliau menegaskan kembali peran vital para santri dalam perjalanan sejarah bangsa serta kontribusi mereka yang berkelanjutan untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Sebagai ulama muda yang berprestasi, Gus Sholah, sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa poin kunci yang relevan bagi santri dan generasi muda Indonesia.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Santri: Pilar Kebangkitan Bangsa
Gus Sholah membuka ceramahnya dengan menyoroti bahwa eksistensi santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. “Jika kita menelusuri kembali sejarah, tanpa semangat juang merebut kemerdekaan dari para santri dan kontribusi besar mereka, kemerdekaan ini mungkin tidak akan terwujud dengan kokoh. Santri adalah bagian integral dari fondasi bangsa ini,” ungkapnya.

Mengisi Kemerdekaan dengan Persatuan dan Gotong Royong
Beliau menggarisbawahi pentingnya memelihara semangat persatuan dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu. “Mengisi kemerdekaan harus dilakukan dengan semangat kerukunan, menjunjung tinggi persatuan, dan selalu tolong-menolong. Hanya dengan sinergi yang harmonis, kita mampu melanjutkan perjuangan ini,” jelas Gus Sholah dengan penuh keyakinan.

Kebanggaan Santri dalam Mengisi Kemerdekaan
Menurutnya, santri tidak hanya bertanggung jawab dalam lingkup keilmuan agama, tetapi juga memiliki kewajiban moral untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa. “Santri harus bangga dengan identitas mereka dan dengan penuh dedikasi, mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi bangsa. Kebanggaan itu harus diwujudkan dengan partisipasi dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat,” tutur beliau dengan nada tegas.

Kewajiban Spiritual: Fokus pada Ibadah
Gus Sholah mengingatkan santri tentang prioritas dalam menjalankan kewajiban agama, khususnya kewajiban fardu. “Santri harus meletakkan kewajiban spiritual sebagai prioritas utama, khususnya dalam menjaga konsistensi pelaksanaan salat fardhu, yang lebih utama jika dilakukan berjamaah. Inilah landasan utama dalam membangun kedekatan dengan Sang Pencipta,” urainya secara mendalam.

Menjauhi Maksiat dan Menjadi Teladan Moral
Selain itu, beliau menyerukan bahwa santri harus berperan sebagai teladan dalam meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. “Di tengah tantangan moral yang semakin kompleks, santri harus berdiri di barisan terdepan dalam menjaga diri dan masyarakat dari godaan maksiat. Menjaga moralitas adalah bagian integral dari tanggung jawab kita sebagai umat beragama,” tegasnya.

Menjunjung Akhlak Mulia
Tak kalah penting, Dr. Sholahuddin juga menekankan bahwa santri harus membekali diri dengan akhlak yang mulia. “Ilmu pengetahuan tidak akan berarti tanpa akhlak yang baik. Akhlak adalah cerminan sejati dari kedalaman iman, dan santri harus menjadi sosok yang menjunjung tinggi etika dan moralitas dalam setiap tindakannya,” pesannya dengan penuh kebijaksanaan.

Dalam pidatonya, Gus Sholah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al Bisri Mambaul Maarif Jombang ini menyimpulkan bahwa santri bukan hanya pewaris ajaran agama, tetapi juga pewaris perjuangan bangsa. “Menyambung juang, merengkuh masa depan” bukan sekadar slogan, tetapi sebuah panggilan untuk melanjutkan peran aktif santri dalam membangun bangsa yang lebih beradab, berkeadilan, dan bermoral. “Tanpa santri, mungkin Indonesia tidak akan berdiri dengan tegak seperti hari ini. Santri adalah tiang penopang moral bangsa, dan masa depan Indonesia bergantung pada semangat juang mereka,” tutupnya dengan penuh keyakinan.

Penulis: Ahmad Muhamad Mustain Nasoha

Terkait

Previous Post

Profil Fajar Riza Ul Haq, Alumni IMM Sukoharjo yang Turut Dipanggil Prabowo

Next Post

LPBH NU Jawa Tengah dan PUSKOHIS Fakultas Syariah UIN Surakarta Gelar Seminar Nasional HSN 2024: Mencegah Bullying di Pesantren Melalui Pendekatan Syariah dan Hukum Nasional

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
LPBH NU Jawa Tengah dan PUSKOHIS Fakultas Syariah UIN Surakarta Gelar Seminar Nasional HSN 2024: Mencegah Bullying di Pesantren Melalui Pendekatan Syariah dan Hukum Nasional

LPBH NU Jawa Tengah dan PUSKOHIS Fakultas Syariah UIN Surakarta Gelar Seminar Nasional HSN 2024: Mencegah Bullying di Pesantren Melalui Pendekatan Syariah dan Hukum Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.