Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Dear Nathan dan Fenomena Kenakalan Remaja Urban

Dzaki Alfajri by Dzaki Alfajri
Januari 25, 2021
in Esai
0
Harmonisasi Organisasi

kalimahsawa.id : Harmonisasi Organisasi

43
SHARES
253
VIEWS

“Orang yang berkelakuan baik di depan, bukan berarti juga dia bakalan berlaku baik sama cewek. Gitu juga sama anak-anak yang kelihatannya nakal, bukan berarti dia bakal memperlakukan cewek-cewek dengan buruk.”

Dear Nathan

Siapa yang tidak tahu film Dear Nathan, film yang secara apik dibintangi oleh Jefri Nichol sebagai Nathan, dan Amanda Rawles sebagai Salma. Nathan adalah seorang anak remaja SMA Garuda yang ganteng dan popular di sekolahnya. Namun ia juga terkenal sebagai anak berandal, nakal, dan sering tawuran. Suatu ketika ia jatuh cinta dengan Salma dan sikapnya perlahan berubah. Salma sendiri yang perlahan membalas perasaan Nathan, berniat mencari tahu alasan mengapa Nathan dicap sebagai siswa ‘nakal’.

Diceritakan, setelah mengenal lebih jauh, ditemukan fakta bahwa Nathan ternyata memiliki saudara kembar bernama Daniel yang sudah meninggal. Nathan iri dan merasa kurang disayang terutama oleh ibu dan ayahnya yang sudah bercerai. Selain itu, Nathan sering dinomorduakan dan dibandingkan dengan saudara kembarnya, Daniel.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Ya, diberitakan jika film yang diangkat dari Wattpad dan sudah dibaca 28 juta kali ini memang mengangkat tema kenakalan dan depresi yang dialami remaja. fakta ini mengingatkan penulis pada sebuah riset yang mengatakan anak sekolah jaman sekarang tingkat depresinya sebanding dengan jumlah orang yang di Rumah Sakit Jiwa tahun 50-an. Dari sini menunjukkan jika Nathan dan latarbelakangnya bisa menjadi representasi dari kenakalan remaja yang terjadi di Indonesia saat ini.

Definisi Kenakalan Remaja

Untuk menyamakan persepsi, penulis akan lebih dulu mendefinisikan apa itu kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan suatu perbuatan yang melanggar aturan, norma, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau pada masa transisi usia dari anak-anak ke dewasa atau disebut masa pubertas.

Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai kegagalan dalam pertumbuhan suatu anak. Beberapa remaja gagal dalam mengembangkam dirinya atau gagal dalam mengontrol dirinya untuk mematuhi suatu norma atau aturan di masyarakat.

Namun demikian, seorang tokoh sosiologi Emiel Durkheim, mengatakan bahwa” kenakalan remaja dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat dan tidak melampaui batas-batas norma tersebut.”

Hal ini sejalan dengan pandangan Amhad Sa’roni, pemerhati pemuda Indonesia yang menilai ekskalasi “agresifitas” remaja belakangan ini, sebenarnya “alamiah” dilakukan oleh remaja, mengingat remaja memiliki karakter yang labil, egois, dan mengedepankan kesenangan di atas tindakan produktif dan positif. Ini yang kemudian sesuai dengan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa remaja merupakan fase paling berbahaya dalam kehidupan seseorang.

Indonesia Darurat Kenakalan Remaja

Jika dibandingkan dengan di film, ternyata tidak hanya Nathan yang hobi tawuran, anak-anak sekolah daerah perkotaan juga memiliki hobi yang sama. Berdasarkan statistik di berbagai belahan dunia, diantaranya Data Badan Sensus Amerika bahwa 60 persen dari populasi remaja terpapar tindakan kekerasan baik yang dilakukan oleh mereka sendiri (tawuran, aksi kriminal) ataupun oleh orang lain seperti pemerkosaan, tindak kekerasan dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Pusat Pengendalian Gangguan Sosial DKI Jakarta bahwa pada 2009 terdapat 0,08 persen atau 1.318 dari 1.647.835 siswa SD, SMP, dan SMA di DKI Jakarta terlibat tawuran, dan angka ini terus meningkat tiap tahunnya.

Salah satu contoh kasus memilukan sebagaimana yang dilansir dari Okezone.com terjadi tawuran berdarah di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Tawuran itu melibatkan dua sekolah menengah, yakni SMP Al Mansyuriah dan MTS Saadad Tuddarain dengan korban David Riyanto (15) yang ditemukan tewas akibat luka bacok di bagian kepala dan punggungnya.

Tawuran adalah satu dari sekian banyak contoh kenakalan remaja. Di samping itu, tindakan seperti meminum minuman keras, memakai narkoba, dan melakukan seks bebas juga telah menjadi budaya yang tak terlepas dari kehidupan remaja.

Keluarga Menjadi Faktor Utama Kenakalan Remaja ?

Ada banyak faktor yang menyebabkan kenakalan remaja, salah satunya yaitu lemahnya kontrol diri. Misalnya seorang remaja yang bergaul di lingkungan kurang baik, diajak temannya untuk melakukan suatu pelanggaran. Karena merasa mereka adalah teman maka remaja tersebut melakukan apa yang diserukan teman se-geng-nya tanpa memikirkan dampak selanjutnya.

Faktor lainnya yang sering ditemui adalah sama seperti yang dialami tokoh Nathan yaitu faktor keluarga yang kurang harmonis. Keluarga yang kurang harmonis ini biasanya adalah keluarga “Broken Home” atau korban perceraian. Perceraian sedikit banyak menyebabkan kurangnya kasih sayang orang tua terhadap anak atau remaja.

Di beberapa kasus lain, pertengkaran orang tua yang berujung perceraian (broken home) dapat menyebabkan anak stres. Stres ini yang menyebabkan anak terjerumus kenakalan remaja sebab mereka membutuhkan pelampiasan. Akhirnya mereka mencari perhatian dengan bermasalah dengan teman atau selalu menghindar dari tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sekolah (PR) yang diperintahkan oleh gurunya.

Begini Cara Menangani Kenakalan Remaja

Untuk menangani kenakalan remaja ini, tentu bukanlah hal yang mudah. Orang tua yang terlalu otoriter atau terlalu lunak belum tentu bisa menjadikan anaknya tidak terjerumus pada kenakalan remaja. Maka yang dibutuhkan adalah perhatian khusus. Perhatian khusus ini adalah perhatian orang tua terutama pada perilaku atau akhlak anak dalam kesehariannya.

Selain memberi perhatian, mendidik anak sesuai dengan karakternya adalah sangat penting. Memberi pendidikan bukan hanya untuk kecerdasan intelektual namun juga kecerdasan sosial dan emosional anak. Dengan memberikan pendidikan kepada anak, anak bisa memiliki kepribadian yang lebih baik dan bermartabat.

Di samping itu, memberi motivasi juga dapat menangani kenakalan remaja. Yaitu dengan cara meminta salah satu teman dekat anak tersebut untuk memberikan masukan atau ajakan untuk mengikuti norma-norma dengan baik.

Namun demikian, Dari sekian banyak cara untuk mencegah kenakalan remaja, jika remaja tersebut tidak meresapi atau mengambil pelajaran yang diberikan maka hasilnya sama saja. Oleh karena itu, selama pendidikan penting untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi anak.

Pesan Untuk Anak Muda

Di akhir artikel penulis ingin menekankan jika penanganan kenakalan remaja tidak bisa dilakukan secara instan dengan hanya menghadirkan tokoh seperti Salma dalam film Dear Nathan. Baik teman dekat, orang tua, masyarakat, guru, dan aturan hukum harus bersama-sama saling mendukung untuk menganggulangi kenakalan remaja.

Begitu pun untuk remaja itu sendiri, remaja seyogyanya mematuhi aturan-aturan yang ada di masyarakat. Remaja tidak seharusnya menyia-nyiakan waktu muda untuk sesuatu yang akan merusak masa depan. Masa remaja harusnya menjadi masa pembentukan jati diri yang nantinya akan berguna bagi kehidupan bangsa di kemudian hari.

 Terakhir mengutip kalimat dari Bapak Proklamator Indonesia, Ir.Soekarno “Seribu orangtua bisa bermimpi, namun satu orang pemuda bisa mengubah dunia”

Editor: Anisa Kurniarahman

Terkait

Tags: dear nathankenakalan remaja
Previous Post

Benarkah Generasi Millenial Anti Bahasa Daerah ?

Next Post

Berantas Radikalisme Agama Melalui Moderasi Ash’ariyah

Dzaki Alfajri

Dzaki Alfajri

Next Post
radikalisme agama

Berantas Radikalisme Agama Melalui Moderasi Ash’ariyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.