Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Corona Sudah Masuk Indonesia, Bagaimana Menghadapinya?

RedaksiKS by RedaksiKS
April 24, 2020
in Narasi
0
Saya ingat saat gempa Yogyakarta di tahun 2006. Ada kabar hoax yang disebarkan begitu cepat. Baik melalui kabar lisan maupun melalui handphone.

Saya ingat saat gempa Yogyakarta di tahun 2006. Ada kabar hoax yang disebarkan begitu cepat. Baik melalui kabar lisan maupun melalui handphone.

18
SHARES
103
VIEWS

Pak Presiden mengkonfirmasi dua orang Indonesia positif tertular COVID-19 (Corona). Bagaimana sikap kita merespon berita tersebut? Haruskah kita panik?

Pertama, pahami bagaimana SARS-CoV-2 virus penyebab COVID-19 ini menular dari orang ke orang. Virus ini menular melalui droplet, yaitu percikan ludah atau bersin seseorang yang positif. Jarak terjauh penularan melalui droplet ini adalah 1,8 meter.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Jadi, virus ini nggak terbang-terbang di udara. Makanya, masker tidak disarankan sebagai langkah pencegahan. Justru yang harus dilakukan adalah rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol.

Karena ada kemungkinan droplet menempel di tangan kita saat menyentuh benda-benda yang terkontaminasi droplet. Masker disarankan dipakai oleh seseorang yang positif SARS-CoV-2 untuk mencegah droplet menyebar.

Belum diketahui secara pasti berapa lama SARS-CoV-2 bisa hidup dipermukaan benda, tetapi virus Corona mampu hidup dipermukaan benda hingga 9 hari. Oleh karena itu, permukaan benda di tempat umum perlu dilap lebih sering menggunakan desinfektan (lift, pegangan tangga, pegangan eskalator, dan lain-lain).

***

Kedua, pahami fatality rate COVID-19 secara umum adalah sekitar 2,9%, jauh lebih kecil dibandingkan dengan MERS 37%, SARS 10%. Jika dilihat perkelompok umur, maka semakin berumur risikonya semakin besar. Dan dari data menunjukkan kasus fatality lebih banyak terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta sebelumnya (di antaranya adalah diabetes dan hipertensi).

Baca Juga: Jakarta Kelabu Corona dan Empat Problem Budaya Kita

Ketiga, pahami infectivitynya. SARS-CoV-2 memiliki infectivity 1,4-4,08 artinya seseorang yang positif bisa menularkan kepada 1-4 orang lainnya. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan SARS-CoV 1-2,75 dan MERS <1.

Keempat, pahami riwayat bepergian dan riwayat kontak dengan orang-orang yang baru bepergian dari negara yang tinggi kasus COVID-19.

Jadi, kalau anda usia di bawah 60 tahun, tidak punya penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, tidak ada riwayat bepergian atau kontak dengan orang yang bepergian ke negara yang wabah COVID-19, risikonya sangat kecil untuk tertular dan mengalami fatality.

Sekarang yang penting jaga kebersihan, cuci tangan dengan benar setiap kali habis memegang sesuatu, tutup hidung dan mulut jika batuk atau bersin, tidur cukup, makan cukup sayur buah, olah raga, hindari bepergian ke negara yang sedang wabah, dan jangan lupa berdoa.

Di musim hujan seperti ini justru kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) jauh lebih perlu diwaspadai.

Ingat, Media sudah mengamplifikasi kasus COVID-19 ini di Indonesia sedemikian rupa sehingga tampak sangat berbahaya.

selengkapnya simak di sini.

Terkait

Tags: CoronaMenghadapiVirus
Previous Post

Masih Relevankah Demokrasi?

Next Post

Haedar Nashir: Sejarah dan Dasar Teologis Darul Ahdi Wasy-Syahadah

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Haedar Nashir Politisasi Pancasila

Haedar Nashir: Sejarah dan Dasar Teologis Darul Ahdi Wasy-Syahadah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.