Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Agus Taufiqurrahman: Memandang Corona Secara Teologi

RedaksiKS by RedaksiKS
Juni 4, 2020
in Report
0
dr Agus Taufiqurrahman, dokter ahli saraf sekaligus Ketua PP Muhammadiyah. hadir mewakili PP Muhammadiyah

dr Agus Taufiqurrahman, dokter ahli saraf sekaligus Ketua PP Muhammadiyah. hadir mewakili PP Muhammadiyah

33
SHARES
194
VIEWS

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam merespon kehadiran virus corona, mengadakan Pengajian Umum dengan tema “Virus Corona: Masalah dan Penanganannya”. Acara ini bertempat di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta. Turut hadir mewakili PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman. Di awal pemaparan, Agus membicarakan landasan filosofis dan teologis Muhammadiyah dalam memandang kesehatan.

Landasan Filosofis dan Teologis dalam Memandang Kesehatan

Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Muhammadiyah merupakan bagian dari langkah dakwah Muhammadiyah sejak awal berdiri, bahkan sejak Kiai Dahlan masih hidup. Muhammadiyah dikenal dengan gerakan dakwah yang tidak hanya kajian keislaman, namun juga kesehatan. “Warga Muhammadiyah memang seharusnya rajin ngaji. Kalau tidak rajin ngaji bagaimana mendalami agamanya? Namun juga harus berbuat sesuatu yang nyata.” Papar Agus.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Dulu sudah ada MPKO (Majelis Penolong Kesengsaraan Oemoem) yang dipimpin langsung oleh Kiai Syuja’, yang berangkat dari spirit Al-Maun. Spirit Al-Maun diajarkan oleh Kiai Dahlan kepada murid-muridnya dan menjadi embrio gerakan dakwah Muhammadiyah.

Pada tahun 1919, Gunung Kelud meletus. Waktu itu Muhammadiyah sudah memiliki laskar kebencanaan Muhammadiyah. PKO diresmikan oleh Kiai Dahlan kurang lebih 8 hari sebelum beliau wafat. Ini adalah pelayanan kesehatan milik pribumi yang sampai hari ini masih bertahan. Sekarang PKO pertama ini menjadi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Spirit itu terus dirawat sampai sekarang.

Sehingga ketika ada kasus Covid-19, Muhammadiyah terpanggil untuk bersama-sama menyelesaikan kasus ini. Agus menyampaikan bahwa kesehatan adalah pesan rasul. Ia mengutip hadits Nabi yang berbunyi: ightanim khomsan qobla khomsin (perhatikan 5 perkara, sebelum 5 perkara), yang 5 perkara itu salah satunya adalah sihhataka qobla saqomika (sehatmu sebelum sakitmu). Di riwayat yang lain ada hadits yang berbunyi: ni’mataani magbunun fihima katsirun minan nas, (dua nikmat yang sering dilupakan oleh manusia), salah satunya adalah as-shihah (kesehatan).

Agus juga menyampaikan hadits Nabi tentang karantina. Yaitu jika ada suatu wabah menimpa sebuah daerah, maka orang yang ada di daerah tersebut tidak boleh pergi keluar menuju daerah lain. Dan orang dari luar daerah tidak boleh masuk ke daerah yang terkena wabah tersebut. Dan hal tersebut oleh ahli epidemiologi dibenarkan sesuai prinsip penanganan wabah.

baca juga: Virus Corona dan Ikhtiar Melawan Hubbud Dunya

Penjelasan Agus Sekilas Tentang Corona

Agus, yang juga seorang dokter ahli saraf ini, menjelaskan beberapa hal tentang corona. Menurutnya, corona ini adalah virus yang sudah ada sejak tahun 1960 M. Pakar mikrobiologi mengatakan bahwa virus ini sudah ditemukan sejak tahun 1960 M. Yang paling terkenal diantaranya ada di 3 periode. Pertama, virus ini muncul dalam bentuk SARS dengan korban lebih dari 500 jiwa yang meninggal dunia. Ini terjadi pada tahun 2002-2003.

Kedua, muncul corona dalam bentuk MERS di Saudi Arabia pada tahun 2012-2013, tepat 10 tahun setelah muncul SARS. Sekarang, jenis baru ini muncul bernama novelcorona yang penyakitnya dikenal dengan covid-19. Muncul sekitar 7 tahun setelah MERS.

Menurut Agus, corona ini adalah virus RNA yang mudah melakukan perubahan. Lalu, bagaimana masyarakat harus menghadapinya? Penting bagi masyarakat untuk mendalami dan mengetahui dengan benar tentang virus corona ini, agar masyarakat tidak mudah melakukan kesalahan-kesalahan dalam menghadapi virus ini. Masyarakat harus mulai belajar tentang sejauh mana virus tersebut mampu melakukan penetrasi infeksi, sejauh mana seseorang dapat terpapar, dan sejauh mana kekebalan tubuh orang yang terpapar.

Antisipasi Corona

Problemnya, tidak semua dari masyarakat tahu bagaimana kondisi virus ini, dan tidak tahu mana saja daerah terpapar dan mana yang tidak terpapar. Maka, yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah membangun sistem kekebalan tubuh. “Islam kan mengajarkan hal-hal tentang kesehatan, yang dalam ilmu kedokteran dibenarkan. Misalnya makan makanan yang thoyyib, menjaga emosi selalu positif, dan seterusnya.” Ujar Agus.

Thoyyib berarti enak dan bersih. Jika dilihat secara kesehatan, thoyyib berarti makanan yang kalau masuk dalam tubuh memberi dampak yang baik. Dan yang penting lagi ada kegiatan spiritualitas yang mampu menjaga imun dengan baik. Yaitu salat, terutama salat tahajjud. Selain itu Nabi juga mengajarkan doa-doa tertentu agar masyarakat terhindar dari penyakit. Itu adalah hal-hal yang dapat dilakukan secara pribadi.

Ketua PP Muhammadiyah ini menyampaikan bahwa kita juga harus belajar kepada negara lain yang terdampak. Misalnya kenapa Italia, sebuah Negara maju, bisa sedahsyat itu terkena corona. Kenapa Iran bisa sedahsyat itu, dan lain-lain. Namun, terlepas dari semua itu, Agus yakin bahwa di Indonesia ini masih banyak orang-orang baik yang ingin berbuat kebaikan. Dan kita, pesan Agus harus menjadi bagian dari orang-orang yang ingin berbuat baik dan memberikan manfaat.

Ia menyitir nasihat Nabi yang cukup terkenal, yang berbunyi khoirun nas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain). Sebagai penutup, Agus berpesan kepada kita, agar kita tunjukkan bahwa Islam yang kita yakini ini adalah Islam yang memberikan solusi, Islam yang menebarkan mafaat, Islam yang rahmatan lil alamiin.

redaktur: Yusuf R Yanuri

Terkait

Tags: CoronaKesehatanMuhammadiyahteologiwabah
Previous Post

Bahaya “Hoax” Bencana Corona

Next Post

Agus Samsuddin: Dua Upaya Melawan Corona

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Dalam Pengajian Umum yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jumat (13/3), PP Muhammadiyah mengangkat tema “Virus Corona: Masalah dan Penanganannya

Agus Samsuddin: Dua Upaya Melawan Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.