Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Iduladha dan Spirit Pendidikan Keluarga

Agus Triyono by Agus Triyono
Juli 20, 2021
in Ibadah
0
Pendidikan keluarga
20
SHARES
117
VIEWS

Ihwal bahwa hakikat Iduladha adalah pengorbanan sudah sering kali diulas. Pengorbanan terhadap nafsu duniawi, semangat untuk berbagi dan berkorban di jalan Allah. Namun, satu hal yang sering kali dilupakan dalam momen ini adalah tentang spirit pendidikan keluarga yang dilakukan oleh kekasih Allah SWT, Nabi Ibrahim kepada keluarganya.

Dalam Al Quran dijelaskan bagaimana jawaban Ismail ketika ditanya pendapatnya tentang mimpi sang Ayah untuk menyembelihnya. Dengan matang, ia pun menjawab : qāla yā abatif’al mā tumaru satajidunī in syāallāhu minaṣ-ṣābirīn.(Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar).

TulisanTerkait

Kapan Wanita Mulai Shalat Zhuhur di Hari Jumat?

Film Bidaah Melalui Kacamata Tafsir Kontemporer: Antara Sensasi dan Substansi

Bacalah Surat Al-Kahfi dengan Keutamaannya

Jawaban yang demikian tentunya tidak muncul secara tiba-tiba, namun melalui proses pembinaan yang panjang. Pondasi tauhid yang ditanamkan oleh Nabi Ibrahim kepada Ismail kala itu menghujam dengan sangat kokoh. Keimanan yang sangat kokoh menancap kuat di hati Ismail yang kala itu usianya belum cukup dewasa.

Pandemi kali ini mengajarkan kepada kita untuk kembali meneguhkan fitrah bahwa rumah adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Ibu Ayah mereka adalah guru dan Kepala Sekolahnya. Jangan terlalu berharap pada sekolah formal di situasi seperti ini. Semakin kita mengeluh pada sistem online, maka semakin nampak kegagalan kita menjadikan rumah sebagai madrasah pertama.

Marilah kita jadikan keluarga kita seperti keluarga Nabi Ibrahim, mendidik anak, berdialog dengan bahasa mereka, menjadi teman dan sabahat bagi mereka. Ayat Allah dengan tegas mengatakan kepada kita: “Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.”

Nabi Ibrahim tak lepas senantiasa mendoakan agar keturunannya menjadi anak yang salih, senantiasa mengerjakan sholat. Ia meyakini betul, warisan untuk keturunan bukan harta, namun kesalihan dan nilai-nilai terwujud dalam perilaku keseharian.

Mari kita ketuk pintu langit, menengadah kepada Allah SWT agar selalu menjaga anak-anak kita, menjadikan mereka sebagai generasi yang spirit Ismail selalu didalamnya, keturunan yang baik untuk senantiasa menebarkan kebaikan dan kemanfaatkan kepada orang lain.

Surakarta, 10 Dzulhijah 1442 H.

Editor: Yusuf

Terkait

Tags: Hari rayaIduladhaKurban
Previous Post

Ayah, Kapan Kita ke Masjid?

Next Post

Hoaks Covid-19 dan Kegagalan Pendidikan di Indonesia

Agus Triyono

Agus Triyono

Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta

Next Post
covid -19

Hoaks Covid-19 dan Kegagalan Pendidikan di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.