Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Sebuah Jalan Menuju Perdamaian

Anunciate Vianey Axelina Yoagnestin by Anunciate Vianey Axelina Yoagnestin
Februari 21, 2021
in Kata Bersama
0
kalimahsawa.id

kalimahsawa.id

30
SHARES
176
VIEWS

Berdamai dengan diri sendiri berarti dapat menerima segala kekurangan dan kelebihan diri. Rasanya memang sulit untuk kita menerima kekurangan dan berdamai dengan diri kita sendiri. Tetapi bukanlah hal yang baik jika kita membenci diri sendiri. Karena, ketika kita membenci diri sendiri, kita dapat melakukan hal-hal yang dapat membahayakan diri kita.

Banyak kasus di mana orang tidak dapat menerima dirinya kemudian menjadi stres atau depresi. Stres dan depresi ini jika berlebihan dapat membuat orang melukai dirinya atau dapat lebih parah yaitu bunuh diri. Maka dari itu sudah sepatutnya kita bersyukur pada Tuhan atas segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri kita masing-masing.

TulisanTerkait

Urgensi Identitas Nasional Menjelang Tahun Politik 2024

Pemindahan IKN Indonesia Perspektif Keadilan Sosial

Nilai Gotong Royong dalam Budaya Santri

Kekurangan dan kelebihan setiap orang berbeda-beda. Selain kita harus menerima kekurangan dan kelebihan kita masing-masing, kita juga perlu menghormati perbedaan yang ada dalam masyarakat. Manusia adalah makhluk sosial yang artinya tidak dapa hidup sendiri. Manusia harus bisa bersosialisasi dan menyatu dengan masyarakat jika ingin bertahan hidup.  Di dalam masyarakat kita dapat menemui berbagai macam karakter dan keunikan orang yang berbeda-beda. Akan menjadi sangat sulit jika berbagai macam karakter ini berkumpul menjadi satu. Tetapi dengan sikap saling menghormati dan menghargai, akan terasa lebih mudah untuk menyatukan perbedaan-perbedaan yang indah itu.

Dari masyarakat, naik ke tingkat yang lebih tinggi yaitu perbedaan antar bangsa/negara. Terdapat 195 negara di dunia ini yang berarti terdapat lebih dari 195 perbedaan budaya, suku, ras, agama, sosial dan lainnya. Jangankan perbedaan antar negara, di Indonesia sendiri tercatat dalam data resmi Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 terdapat 1.340 suku bangsa yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Keberagaman ini patut kita syukuri, hargai, dan lestarikan karena sejatinya perbedaan adalah alat pemersatu bangsa dan bukannya alat untuk memecah belah. Dengan dapat menerima segala perbedaan yang dimiliki Bangsa Indonesia, maka kita akan dapat menerima perbedaan yang dimiliki negara-negara lain. Sikap toleransi sangat dibutuhkan dalam hal ini karena tanpa toleransi, perdamaian dunia tidak akan terjadi.

 Manusia hidup berdampingan dengan alam, manusia hidup di alam yang telah menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan. Sudah seharusnya kita berterima kasih pada alam dengan cara merawat alam. Tetapi sayangnya masih banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang ingin merusak alam. Contohnya saja kebakaran lahan/hutan yang terjadi di musim kemarau setiap tahunnya. Hutan merupakan paru-paru dunia yang menyediakan oksigen bersih untuk kita. Jika setiap tahunnya kita terus kehilangan hutan, maka ketersediaan oksigen bersih juga berkurang.

Salah satu kebakaran lahan yang memberi dampak parah adalah kebakaran lahan kelapa sawit. Jika lahan kelapa sawit terbakar pasti akan mati dan mengakibatkan asap tebal. Penurunan ekonomi masyarakat dan ekonomi Indonesia sebagi negara dengan ekspor kelapa sawit terbesar di dunia juga akan turun drastis. Kita harus bisa menjaga dan merawat alam dengan baik agar kehidupan terus berlangsung. Dan nantinya generasi-generasi setelah kita masih dapat melihat hutan lebat penuh pepohonan.

Di dalam kehidupan ini pastinya ada prasangka dan konflik yang tidak dapat kita hindari. Prasangka terjadi karena tidak saling mengenali dan sebab adanya konflik-konflik masyarakat. Prasangka yang berkelanjutan dan memburuk dapat menyebabkan kekerasan. Maka dari itu sebaiknya kita mengenali lingkungan hidup kita dan mencoba bersahabat lingkungan kita. Agar tercipta suasana rukun dan kekeluargaan. Beberapa cara untuk mencapai perdamaian adalah memahami konflik, memahami keberagaman, menolak kekerasan, mengakui kesalahan, dan memberi maaf. Tuhan menciptakan beragam hal untuk menjadikan dunia lebih indah, oleh sebab itu perbedaan dijadikan untuk saling melengkapi. Perlu kesadaran masyarakat tentang keberagaman agar dapat muncul komitmen untuk menghargai yang lain. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Jelas dikatakan bahwa perbedaan adalah alat untuk mempersatukan dan bukan alat untuk perpecahan.

Yang menentukan akibat dari konflik sebenarnya adalah respons terhadap konflik tersebut. Respon yang akan menyebabkan hubungan menjadi rusak atau justru menjadikan semakin dewasa. Menurut Lincoln dan Ama Lee ada empat inti pelajaran dari nilai memahami konflik. Pertama, harus disadari bahwa konflik pasti akan terjadi dan setiap orang pasti mengalaminya.

Kedua, konflik adalah kesempatan untuk menjadi lebih dewasa, sehingga perlu kecerdasan untuk menyelesaikannya agar hubungan tidak menjadi rusak. Ketiga, bagaimana merespon  konflik menentukan akibatnya, apakah akan menyebabkan semakin terjerumus dalam konflik atau justru mengambil jalan damai. Keempat, konflik merupakan situasi yang dapat menjerumuskan pada tindakan ekstrem yang tidak sehat. Cara penyelesaian konflik yang paling baik adalah dengan berdamai. Entah dengan memaafkan dan menjauhi konflik, ataupun berbicara baik-baik dengan orang yang bersangkutan.

Konflik menyebabkan menurunnya kepercayaan dan meningkatkan rasa saling curiga. Pentingnya membangun nilai menolak kekerasan adalah karena kekerasan menghasilkan kekacauan dan situasi tidak terkendali, kehilangan kesempatan untuk berdamai, dan penuh perasaan takut, bersalah serta dendam. Nilai perdamaian untuk saling mengasihi merupakan bentuk menolak tindak kekerasan. Konflik tidak akan terselesaikan jika tidak ada pihak yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Dalam membangun perdamaian, mengakui kesalahan adalah permulaan dari penyelesaian masalah. Untuk menyelesaikan sebuah konflik, maka terlebih dahulu harus ada kesadaran untuk melihat kesalahan diri sendiri. Mengakui kesalahan merupakan cara untuk membangun pribadi yang lebih baik dan tidak menyalahkan orang lain. Memaafkan adalah keputusan dan pembuka jalan untuk perdamaian. Memaafkan merupakan bagian penting dalam menyelesaikan konflik maupun meminimalkan kembali terjadinya konflik. Memaafkan secara ikhlas dapat meringankan beban perasaan dan mencegah terjadinya masalah baru.

Perdamaian merupakan kunci dari hidup tenteram tanpa adanya kegelisahan. Namun untuk mencapai perdamaian di tengah berbagai macam perbedaan ini sungguh sulit rasanya. Terdapat banyak tantangan yang menghadang dan beragam konflik persoalan yang menerpa. Untuk meminimalkan hambatan menuju perdamaian, maka perlu dibangun pengertian dan sikap yang menghargai keberagaman. Nilai-nilai yang harus ditanamkan agar perdamaian dapat terwujud adalah memahami keragaman, memahami konflik, membangun sikap menolak kekerasan, adanya kerelaan. Sungguh indah rasanya jika kita dapat hidup damai dan saling menghargai.

Editor: Annisa

Terkait

Tags: Perdamaiantoleransi
Previous Post

Kang Jalal : “Tapi Jangan Sampai Masuk Syiah Ya”

Next Post

Sunni Syiah adalah Konflik Politik, Bukan Agama

Anunciate Vianey Axelina Yoagnestin

Anunciate Vianey Axelina Yoagnestin

Siswi SMP Regina Pacis Ursulin Surakarta

Next Post
Nurbani Yusuf sunni syiah

Sunni Syiah adalah Konflik Politik, Bukan Agama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.