Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Rasulullah Tidak Menjual Agama

Nurbani Yusuf by Nurbani Yusuf
Desember 1, 2020
in Esai
0
Nurbani Yusuf
37
SHARES
219
VIEWS

Waktu Rasullulah SAW habis untuk mengurus umat. Bukan sebaliknya, umatnya yang sibuk mengurus hidup Rasulullah.

Menjual Agama

“Agama, .. agama, … agama …”  Begitu suara Abu Nawas dari pintu ke pintu di setiap sudut pasar. “Aku menjual agamaku. Siapa mau beli?” Suara lantang Abu Nawas memecah keheningan. Para pedagang belingsatan, tak sedikit yang heran, sebagian geram bahkan menumpah marah.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Lantas menuduh Abu Nawas macam-macam, mulai gila, sinting hingga atheis tak bertuhan. Bukankah orang yang telah menjual agamanya sudah pasti tak bertuhan meski dibungkus jubah dan surban menjuntai.

Risi dengan perilaku Abu Nawas di luar kewarasan, mereka bersepakat menangkap penyair kesayangan khalifah ini. Diikat, dibawa ke istana, diadili. Itulah cara terbaik, singkat dan beres, tanpa meninggalkan soal dibekakang hari. Tapi Abu Nawas tetap melenggang: “agama, agama, —siapa mau beli agama ku?”

Kesederhanaan Muhammad

Akan halnya manusia Agung, Rasulullah tak pernah merepotkan atau sibuk minta pertolongan umatnya, bahkan saat Beliau saw membutuhkan kendaraan saat hendak pergi hijrah. Rasululah saw tetap beli unta meski diberikan gratis oleh Abu Bakar as Siddiq, sahabat karibnya.

Apalagi dalam hal urusan pribadi, Rasululah saw mengerjakan sendiri semua kebutuhannya dan tidak merepotkan para sahabatnya. Rasulullah saw mengambil kayu bakar, menimbun batu, dan mencangkul parit.

Disebutkan dalam kitab Hayatu Muhammad bahwa Rasulullah saw menjahit pakaiannya sendiri, mengikat tali kekang kudanya sendiri, dan membantu pekerjaan para istrinya. Tak ada sahabat atau pengawal yang membawakan sendalnya atau meraih jubahnya yang menjuntai, sebagai tanda kehormatan.

Syaikh Muhammad Haikal melanjutkan, Kekasih Allah ini pergi ke pasar sendiri tanpa pengawal atau bodyguard. Hidupnya sederhana, jauh dari glamour dan gaduh. Hidup Rasulullah saw ini didesain untuk meringankan beban umatnya, bukan merepotkan apalagi memberati dengan alasan syar’i sekalipun.

***

Dr Ziauddin Sardar menyebut bahwa Rasululah saw tidak mendapat apapaun dari dakwahnya. Tidak menyebabkan hartanya bertambah, kuda tunggangan, rumah mewah atau jabatan dan kekuasaan yang dikumpulkan. Bahkan sebaliknya hartanya habis untuk biaya dakwahnya itu. Sebab beliau tidak pernah terima amplop atau penghormatan lainnya.

Syaikh Ibnu Hisyam menuliskan: “Waktu Nabi saw habis untuk berdakwah. Memberi makan yang lapar, menghibur yang sedih, membantu para faqir, anak yatim dan janda-janda yang kehilangan suaminya, hingga hartanya ludes. Rasulullah minum berbagi, makan juga berbagi, dan selalu ambil jatah paling bekakang.”

Nabi saw tinggal di emperan masjid, tanpa kerumunan pengawal, deret bodyguard atau sekretaris pribadi. Manusia paling Agung yang diberi hak membuka pintu surga pertama ini tetap bersahaja, dan sederhana, “Katakan aku Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya.” Allahumma shallu ‘alaihi. 

Editor: Yusuf 

Terkait

Previous Post

Makan Laron, Haram?

Next Post

Hukum Membakar Al-Qur’an

Nurbani Yusuf

Nurbani Yusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

Next Post
Hukum Membakar Al-Qur’an

Hukum Membakar Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.