Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Seruan Muhammad SAW untuk Menyempurnakan Akhlaq, Bukan Me-Revolusi Akhlaq

Nurbani Yusuf by Nurbani Yusuf
November 19, 2020
in Esai
0
Pada tanggal 9 April 2020, Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah bersama Jaringan Intelektual Berkemajuan mengadakan diskusi daring dengan tema Nasib Islam Moderat Pasca Reformasi. Yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut adalah Ahmad Fuad Fanani dan Andar Nubowo. Menurut Andar, Islam moderat diambil dari Islam washatiyah, merujuk pada surat Al-Baqoroh ayat 143 yang berbunyi wa kadzalika ja’alnakum ummatan wasathan litakuunu syuhadaa ‘ala an-naas wa yakuuna ar-rasuulu ‘alaikum syahiida… (dan demikianlah kami jadikan kalian sebagai umat pertengahan, agar menjadi saksi bagi semua manusia, dan Rasul menjadi saksi atas kalian semua).
29
SHARES
168
VIEWS

Rasulullah SAW: kakek buyut para Habib, Sayyid, dan Syarif diutus untuk menyempurnakan akhlaq. Pada dirinya terdapat akhlaq yang luhur sebagai sebab diutusnya untuk menyempurnakan akhlaq bukan merevolusi. Rasulullah SAW dihiasi dengan akhlaq terpuji sebagai bekal sebelum memperbaiki yang lain.

Interpretasi Firman Allah

Indahkan lisanmu, rendahkan suaramu, atur sikapmu dan buktikan hidupmu tak butuh dunia dengan tidak mengumpulkan harta dan deret kesenangan baru kami akan mengikut:

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

“Ketika sahabat bertanya, apakah akhlaq Rasulullah itu? Aisyah ra menjawab: Al-Qur’an”.

Jadi Nabi saw adalah interprestasi firman Allah. Manusia Agung, Manusia Luhur, Manusia Berbudi, terus berdakwah bukan karena menginginkan kekuasaan atau sejumput penghargaan. Seperti yang pernah ditawarkan Abu Lahab dan Abu Jahal, tapi karena akhlaq luhurnya. Lisannya dan peri hidupnya adalah teladan termasuk kehidupan rumah tangga dan trac-record asmaranya.

Tak ada kabar mesum dalam muamalah Nabi SAW agar terpercaya dan tinggi marwah-nya. Tidak pernah ada kabar dusta tentang Nabi SAW. Sebab sepanjang hidupnya Nabi SAW tak pernah berdusta sebab itu Beliau SAW diberi gelar “Al-Amien” bahkan oleh musuh yang paling membencinya. Jadi tak ada celah dalam diri Nabi SAW itu.

Jadi, Rasulullah SAW adalah manusia ideal yang digambarkan dalam Al-Qur’an. Manusia tanpa cela. Manusia tanpa cacat. Dan dijaga dari kesalahan. Jadi Rasulullah SAW tak pernah salah. Ucapan, tindakan dan diamnya adalah sunah.

Karakteristik Rasulullah SAW

Rasulullah SAW itu ganteng, dan siapapun yang memandang akan tertunduk (bukan sebaliknya). Badannya sedap dipandang, wajahnya bersinar, tutur katanya lembut, tidak suka pidato. Bicaranya ringkas dan efisien, di rumahnya hanya ada sebuah nampan dan tidur di atas pelepah kurma.

Beliau SAW tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, tidak pernah menyimpan apalagi ada sisa makanan. Tak ada kendaraan atau baju mewah. Semua hal-hal baik terkumpul dalam diri Rasulullah SAW.

Dengan ketinggian budi luhurnya, Rasulullah SAW di utus untuk menyempurnakan bukan merevolusi. Merawat dan memperbaiki yang sudah baik bukan sebaliknya (sikap kerendah-hatian, tawadhu’ dan lembut, bukan beringas lagi kasar). Rasulullah SAW adalah tolak ukur bagi siapapun yang mengaku baik.

***

Saya percaya, Allah Maha Tahu dan siapa pun yang benar-benar ingin berbuat bajik untuk izzul Islam. Insya Allah akan dilindungi, dijaga dan diberkahi, meski nampak tak sedap dipandang. Saya percaya bahwa setiap niat bathil pasti binasa (meski dibungkus jubah lapis tujuh).  Saya juga percaya menjual diri atau menjual agama sama lacurnya.

Terkait

Tags: Al-QuranKeturunan NabiPenyempurna AkhlaqRasulullah SAWRevolusi Akhlaq
Previous Post

Kemuliaan Seorang Habib, Perspektif Teologis & Kultural

Next Post

Adakah Tuntunan Shalat Sunnah Qabliyah Jumat?

Nurbani Yusuf

Nurbani Yusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

Next Post
Aqidah

Adakah Tuntunan Shalat Sunnah Qabliyah Jumat?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.