Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Saatnya Berdiam, Coba Dengarkan Suara Alam

Laila al Khusna by Laila al Khusna
April 16, 2020
in Narasi
1
Saatnya Berdiam, Coba Dengarkan Suara Alam
16
SHARES
96
VIEWS

Di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda bumi, fokus kita teralihkan secara tidak langsung pada pandemi ini, semua tanpa terkecuali. Ini memang masalah serius yang tidak bisa disepelekan ataupun dianggap remeh. Bukankah kita bisa merasakan sendiri bagaimana mencekamnya dunia karena kekhawatiran yang bersemayam di benak setiap orang?

Sudut-sudut kota yang tak pernah sepi kini tak kau dapati lagi, tempat-tempat menuntut ilmu kini sepi, senyum-senyum ramah penduduk desapun seakan sirna digantikan sunyi, riuhnya jalanan tak ada lagi. seakan alam ingin semua berdiam dan mendengarkan keluh kesahnya. Mungkin alam lelah dengan semua ulah manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri seakan dunia adalah miliknya.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Bumi Saat Ini

Bumi yang kita tinggali telah menjadi saksi bisu akan semua perbuatan manusia, dari jaman yang tak tercatatnya sejarah hingga jaman penuh gemerlap yang menyilaukan. Menjadi manusia di jaman ini bukanlah hal yang mudah, menyaksikan bumi yang nampak lelah dengan bencana alam terjadi di mana-mana. Gunung meletus, tanah longsor, tsunami, banjir, gempa bumi, kekeringan, Seperti itulah Tuhan memperingatkan manusia lewat alam, memperingatkan bahwa tak boleh lalai akan perannya.

Ketika semua itu terjadi manusia hanya bisa berteriak dan merintih, lupa bahwa semua karena ulahnya, mencampakkan alam. Ini memang semacam lelucon, seperti boomerang. Lihatlah di mana-mana manusia hanya memikirkan pembangunan.

Baca Juga: Membumikan Budaya Literasi: Bergerak dan Menghampiri

Yang katanya untuk kemajuan peradaban, mereka seakan lupa bahwa yang butuh tempat tinggal bukan hanya manusia. Lihatlah di mana-mana manusia berlomba-lomba memenangkan perlombaan ilmiah, yang hasilnya tak menemukan arah, padahal dunia butuh aksi nyata untuk menyelesaikan masalah.

Peran Manusia

Allah SWT berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30).

Disinilah peran manusia sebagai khalifah di muka bumi, menyelaraskan kehidupan dengan alam agar tak terjadi kerusakan di muka bumi dan pertumpahan darah.

Buktikan bahwa manusia dapat menjaga amanahnya, dapat menjaga rumahnya, dapat peduli terhadap sesama, dan tak lupa pada penciptanya. Inilah saatnya kita merenungkan kesalahan-kesalahan kita, inilah saatnya kita sadar bahwa alam butuh didengarkan keluh kesahnya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini sebaiknya kita dapat benar-benar mengambil hikmah, bahwa dengan kita #dirumahaja dan melakukan social distancing. Kita punya kesempatan untuk mengurangi produksi emisi gas rumah kaca, sampah plastik.

Dan masih banyak lagi hasil dari kegiatan manusia yang mengancam keseimbangan alam. Semoga kita semua selalu diberi perlindungan dan dihindarkan dari segala mara bahaya. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga nalar everyone. Stay health and stay safe, #dirumahaja.

Terkait

Tags: covid-19dirumahajaKholifahmanusiasocial distancing
Previous Post

Membumikan Budaya Literasi: Bergerak dan Menghampiri

Next Post

Imam Al-Ghazali: Dari Intelektualisme Hingga Spiritualisme

Laila al Khusna

Laila al Khusna

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kader IMM Averroes FT UMS

Next Post
Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali: Dari Intelektualisme Hingga Spiritualisme

Comments 1

  1. Zio says:
    7 tahun ago

    Bukan social distancing tapi fisik distancing krn walau jarak memisahkan kita masih bisa bersosial hehehe….. Lanjutkan di tunggu next eps

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.