Di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda bumi, fokus kita teralihkan secara tidak langsung pada pandemi ini, semua tanpa terkecuali. Ini memang masalah serius yang tidak bisa disepelekan ataupun dianggap remeh. Bukankah kita bisa merasakan sendiri bagaimana mencekamnya dunia karena kekhawatiran yang bersemayam di benak setiap orang?
Sudut-sudut kota yang tak pernah sepi kini tak kau dapati lagi, tempat-tempat menuntut ilmu kini sepi, senyum-senyum ramah penduduk desapun seakan sirna digantikan sunyi, riuhnya jalanan tak ada lagi. seakan alam ingin semua berdiam dan mendengarkan keluh kesahnya. Mungkin alam lelah dengan semua ulah manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri seakan dunia adalah miliknya.
Bumi Saat Ini
Bumi yang kita tinggali telah menjadi saksi bisu akan semua perbuatan manusia, dari jaman yang tak tercatatnya sejarah hingga jaman penuh gemerlap yang menyilaukan. Menjadi manusia di jaman ini bukanlah hal yang mudah, menyaksikan bumi yang nampak lelah dengan bencana alam terjadi di mana-mana. Gunung meletus, tanah longsor, tsunami, banjir, gempa bumi, kekeringan, Seperti itulah Tuhan memperingatkan manusia lewat alam, memperingatkan bahwa tak boleh lalai akan perannya.
Ketika semua itu terjadi manusia hanya bisa berteriak dan merintih, lupa bahwa semua karena ulahnya, mencampakkan alam. Ini memang semacam lelucon, seperti boomerang. Lihatlah di mana-mana manusia hanya memikirkan pembangunan.
Baca Juga: Membumikan Budaya Literasi: Bergerak dan Menghampiri
Yang katanya untuk kemajuan peradaban, mereka seakan lupa bahwa yang butuh tempat tinggal bukan hanya manusia. Lihatlah di mana-mana manusia berlomba-lomba memenangkan perlombaan ilmiah, yang hasilnya tak menemukan arah, padahal dunia butuh aksi nyata untuk menyelesaikan masalah.
Peran Manusia
Allah SWT berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30).
Disinilah peran manusia sebagai khalifah di muka bumi, menyelaraskan kehidupan dengan alam agar tak terjadi kerusakan di muka bumi dan pertumpahan darah.
Buktikan bahwa manusia dapat menjaga amanahnya, dapat menjaga rumahnya, dapat peduli terhadap sesama, dan tak lupa pada penciptanya. Inilah saatnya kita merenungkan kesalahan-kesalahan kita, inilah saatnya kita sadar bahwa alam butuh didengarkan keluh kesahnya.
Di tengah pandemi Covid-19 ini sebaiknya kita dapat benar-benar mengambil hikmah, bahwa dengan kita #dirumahaja dan melakukan social distancing. Kita punya kesempatan untuk mengurangi produksi emisi gas rumah kaca, sampah plastik.
Dan masih banyak lagi hasil dari kegiatan manusia yang mengancam keseimbangan alam. Semoga kita semua selalu diberi perlindungan dan dihindarkan dari segala mara bahaya. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga nalar everyone. Stay health and stay safe, #dirumahaja.
Bukan social distancing tapi fisik distancing krn walau jarak memisahkan kita masih bisa bersosial hehehe….. Lanjutkan di tunggu next eps