Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Politik Vaksin: Kekuasaan dan Uang

Nurbani Yusuf by Nurbani Yusuf
April 23, 2020
in Narasi
0
Ini cerita banyak menimbulkan kegeraman—kisah tentang yang kuat melahap yang lemah bukan fiksi. Politik kekuasaan dan bisnis ternyata satu kesatuan

Ini cerita banyak menimbulkan kegeraman—kisah tentang yang kuat melahap yang lemah bukan fiksi. Politik kekuasaan dan bisnis ternyata satu kesatuan

16
SHARES
96
VIEWS
Noah Covin bersaudara dan Trump mungkin saja merepresentasi perselingkuhan kekuasaan, politik dan uang—semacam mewakili kerakusan, kelicikan atau kecerdikan politisi.
Bagaimana jika bisnis, kekuasaan dan politik dijalankan tanpa adab? Ada yang sebut bahwa terpilihnya Trump, orang paling destruktif di dunia sebagai presiden Amerika adalah kecelakaan dan petaka bagi kemanusiaan—benarkah ? Harian paling bergengsi di dunia, The New York Time punya artikel sebagaimana ditulis oleh Prof Ae Priyono dan Made Supriyatno tentang cerita ini:

Cerita Pertama

Noah Covin, mantan tentara Amerika Serikat, adalah seorang pengusaha atau tepatnya spekulan. Sebagai pengusaha, dia selalu memanfaatkan setiap kesempatan mencari untung. Itulah yang dia lakukan sejak mendengar wabah virus Corona merebak di Cina dan akan menular kemana-mana.
Bersama saudara kandungnya, dia menyewa truk U-Haul. Mereka menyisir toko besar kecil seperti Dollar Tree, WalMart, Home Depot, di wilayah-wilayah terpencil antara Tennesse dan Kentucky. Mereka memborong tisu basah dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
Naluri bisnis mereka mengendus bahwa barang-barang ini akan sangat dibutuhkan jika wabah Corona meledak. Mereka benar. Beberapa saat kemudian, segala macam barang pembersih dan pensucihama menjadi sangat mahal. Covin bersaudara mulai menjual barang-barang mereka secara online. Dengan harga yang dinaikkan secara gila-gilaan, tentu saja.

Baca Juga: Muhammadiyah Amerika Serikat Serukan 14 Rekomendasi Hadapi Covid-19

Namun mereka hanya sempat menjual 300 botol. Amazon, tempat mereka berjualan, membekukan akun mereka karena dianggap menangguk keuntungan dari bencana. Langkah ini diikuti oleh eBay, tempat berjualan sejenis Akhirnya, Covin bersaudara masih punya stok 17,700 botol pembersih tangan. Mereka tidak tahu harus menjualnya kemana. Harian The New York Times menulis cerita mereka.

Cerita Kedua

Sebuah perusahan Jerman yang bernama Cure Vac, kabarnya hendak dibeli oleh pemerintah Amerika Serikat seharga 1 milyar dollar. Mengapa pemerintah Trump tertarik pada perusahan ini? Karena ia kabarnya mampu memproduksi vaksin untuk mengatasi virus Corona.
AS ingin agar perusahan ini memproduksi vaksin eksklusif untuk Amerika. Tidak banyak orang tahu bahwa penguasaan vaksin atau pengetahuan untuk membuatnya adalah perangkat keamanan nasional. AS berkepentingan mengamankan dirinya dan warganya pertama-tama. Bahwa dunia dihuni tidak hanya oleh orang Amerika, itu tidak dalam skala prioritas mereka.
Tidak bisa tidak, orang juga mencurigai bahwa Trump ingin menguasai vaksin ini untuk kepentingan politiknya. Jika saja vaksin tersedia sebelum pemilihan presiden November nanti, maka Trump bisa menepuk dada akan keberhasilannya dan akan mempermudah dirinya terpilih kembali.

Politik Kekuasaan dan Bisnis

Ini cerita banyak menimbulkan kegeraman—kisah tentang yang kuat melahap yang lemah bukan fiksi. Politik kekuasaan dan bisnis ternyata satu kesatuan yang tidak terpisah— kita atau saya entah ada di mana. Mungkin hanya bagian yang tidak dihitung dan dibiarkan mati tanpa cakap.
Jadi tetap tawakal kepada Allah, berikhtiar dan bersandar kepada Allah jangan takut, semua rencana jahat pasti kalah begitu yang tertulis dalam kitab suci al Quran—pada akhirnya Noah Covin bangkrut karena tak bisa jualan dan Trump gagal mengambil alih pabrik.

Sumber Ilustrasi: news.detik.com

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Terkait

Previous Post

Kedudukan Perempuan dalam Islam

Next Post

Pemimpin (Muslim) Menyumbang ke Gereja: Gimik atau Wajar?

Nurbani Yusuf

Nurbani Yusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

Next Post
Pemimpin (Muslim) Menyumbang ke Gereja: Gimik atau Wajar?

Pemimpin (Muslim) Menyumbang ke Gereja: Gimik atau Wajar?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.