Nakhon Nayokn Thailand, 27/01/2020, Seorang kader Muhammadiyah mengikuti program short course yang diadakan oleh Institute for Transformative Learning of the International Network of Engaged Buddhists (INEB Institute). Short course yang diikuti bernama SENS “School of English for Engaged Social Service”. Program ini bertujuan untuk penguasaan keterampilan bahasa Inggris yang baik dan benar, serta belajar bagaimana mentransformasi diri menuju transformasi sosial.
Program short course yang diikuti oleh sang kader dilaksanakan di Wongsanit Ashram, Nakhon Nayok, Thailand selama 3 Bulan dimulai dari tanggal 13 Januari hingga 9 April 2020. Untuk tahun ini, jumlah peserta diikuti oleh 12 orang berasal dari beberapa Negara diantaranya India, Vietnam, Thailand, Myanmar, Jepang, Prancis, dan Indonesia dengan latar belakang profesi dan budaya berbeda-beda.
baca juga Peran Ormas Islam dalam Pembaruan Islam untuk Pembangunan Nasional di Indonesia
Kader yang disebut di atas adalah Hindun Niyatus Sa’adah, atau akrab disapa Hindun. Ia merupakan kader Muhammadiyah berasal dari Demak Jawa Tengah. Pada saat masih Demak, ia aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Demak. Kemudian setelah hijrah ke Surakarta untuk melanjutkan studi lanjut di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tingkat Komisariat dan Cabang.
Pada saat di saat di UMS, ia mengambil kuliah jurusan program ganda (Twinning Program) Ekonomi pembangunan di Fakultas Ekonomi dan Hukum Ekonomi Syariah di Fakultas Agama Islam. Setelah menyelesaikan studinya di UMS, ia aktif menjadi pegiat di Pusat studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) UMS. Lembaga ini sangat fokus pada persoalan-persoalan kebudayaan dan perubahan sosial positif, baik dalam bidang psikospiritual, ekonomi, politik maupun budaya. Selain di PSBPS UMS, ia juga aktif di Nasyiatul Aisyiyah (NA) Surakarta.
Keikutsertaan Hindun pada program SENS ini merupakan kesempatan kedua Kader Muhammadiyah setelah sebelumnya ialah Dewi Martina, dosen Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia. Kesempatan pengiriman kader Muhammadiyah untuk program short course ini tidak lepas dari peran dari Yayah Khisbiyah yang aktif di Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Melalui LHKI, Yayah beberapa kali menjalin kerjasama dengan Ted Mayer selaku Direktur Akademik Institute for Transformative Learning, International Network of Engaged Buddhists (INEB). Selain aktif di LHKI PP Muhammadiyah, Yayah saat ini adalah dosen di Fakultas Psikologi UMS sekaligus Direktur Eksekutif PSBPS UMS.
baca juga Basis Profetik Sebagai Etos Transformasi Sosial
Pada saat dimintai keterangan melalui surat elektronik oleh penulis, Hindun berharap dapat berpartisipasi secara aktif mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin yang cinta perdamaian. Mengedepankan gerakan nir-kekerasan.
Selain itu, ia berharap pula mampu melakukan advokasi terhadap bentuk penindasan dan perusakan di muka bumi serta dapat bertransformasi menjadi manusia yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sikap inklusif serta mampu menjadi suluh peradaban.
Lebih lanjut, sekembalinya Hindun besok ke Indonesia, ia ingin melibatkan dirinya kepada masyarakat Indonesia pada permasalahan sosial budaya dan ekonomi untuk mewujudkan kehidupan yang adil sejahtera, bahagia, bermakna, dan damai. Saat ini, selain aktifitasnya di NA Surakrta dan di PSBPS UMS, ia tengah menyelesaikan studi magisternya program akuntansi di UMS.
Foto: Dokumen The INEB Institute