Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Pengalaman Program Short Course di Thailand

RedaksiKS by RedaksiKS
Maret 4, 2020
in Report
0
Pengalaman Program Short Course di Thailand
24
SHARES
143
VIEWS

Nakhon Nayokn Thailand, 27/01/2020, Seorang kader Muhammadiyah mengikuti program short course yang diadakan oleh Institute for Transformative Learning of the International Network of Engaged Buddhists (INEB Institute). Short course yang diikuti bernama SENS “School of English for Engaged Social Service”. Program ini bertujuan untuk penguasaan keterampilan bahasa Inggris yang baik dan benar, serta belajar bagaimana mentransformasi diri menuju transformasi sosial.

Program short course yang diikuti oleh sang kader dilaksanakan di Wongsanit Ashram, Nakhon Nayok, Thailand selama 3 Bulan dimulai dari tanggal 13 Januari hingga 9 April 2020. Untuk tahun ini, jumlah peserta diikuti oleh 12 orang berasal dari beberapa Negara diantaranya India, Vietnam, Thailand, Myanmar, Jepang, Prancis, dan Indonesia dengan latar belakang profesi dan budaya berbeda-beda.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

baca juga Peran Ormas Islam dalam Pembaruan Islam untuk Pembangunan Nasional di Indonesia

Kader yang disebut di atas adalah Hindun Niyatus Sa’adah, atau akrab disapa Hindun. Ia merupakan kader Muhammadiyah berasal dari Demak Jawa Tengah. Pada saat masih Demak, ia aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Demak. Kemudian setelah hijrah ke Surakarta untuk melanjutkan studi lanjut di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tingkat Komisariat dan Cabang.

Pada saat di saat di UMS, ia mengambil kuliah jurusan program ganda (Twinning Program) Ekonomi pembangunan di Fakultas Ekonomi dan Hukum Ekonomi Syariah di Fakultas Agama Islam. Setelah menyelesaikan studinya di UMS, ia aktif menjadi pegiat di Pusat studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) UMS. Lembaga ini sangat fokus pada persoalan-persoalan kebudayaan dan perubahan sosial positif, baik dalam bidang psikospiritual, ekonomi, politik maupun budaya. Selain di PSBPS UMS, ia juga aktif di Nasyiatul Aisyiyah (NA) Surakarta.

Keikutsertaan Hindun pada program SENS ini merupakan kesempatan kedua Kader Muhammadiyah setelah sebelumnya ialah Dewi Martina, dosen Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia. Kesempatan pengiriman kader Muhammadiyah untuk program short course ini tidak lepas dari peran dari Yayah Khisbiyah yang aktif di Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Melalui LHKI, Yayah beberapa kali menjalin kerjasama dengan Ted Mayer selaku Direktur Akademik Institute for Transformative Learning, International Network of Engaged Buddhists (INEB). Selain aktif di LHKI PP Muhammadiyah, Yayah saat ini adalah dosen di Fakultas Psikologi UMS sekaligus Direktur Eksekutif PSBPS UMS.

baca juga Basis Profetik Sebagai Etos Transformasi Sosial

Pada saat dimintai keterangan melalui surat elektronik oleh penulis, Hindun berharap dapat berpartisipasi secara aktif mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin yang cinta perdamaian. Mengedepankan gerakan nir-kekerasan.

Selain itu, ia berharap pula mampu melakukan advokasi terhadap bentuk penindasan dan perusakan di muka bumi serta dapat bertransformasi menjadi manusia yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sikap inklusif serta mampu menjadi suluh peradaban.

Lebih lanjut, sekembalinya Hindun besok ke Indonesia, ia ingin melibatkan dirinya kepada masyarakat Indonesia pada permasalahan sosial budaya dan ekonomi untuk mewujudkan kehidupan yang adil sejahtera, bahagia, bermakna, dan damai. Saat ini, selain aktifitasnya di NA Surakrta dan di PSBPS UMS, ia tengah menyelesaikan studi magisternya program akuntansi di UMS.

Foto: Dokumen The INEB Institute

Terkait

Tags: Kader Muhammadiyah Ikuti Program Short Course di Thailand
Previous Post

Ketika VAR Menyamai Tuhan

Next Post

Apakah Sains dan Agama Bisa Didamaikan?

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Apakah Sains dan Agama Bisa Didamaikan?

Apakah Sains dan Agama Bisa Didamaikan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.