Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Ethos Kerja Adalah Irodah

RedaksiKS by RedaksiKS
November 26, 2019
in Ulûm ad-Dîn
0
Ethos Kerja Adalah Irodah
39
SHARES
230
VIEWS

Oleh: Novriyani[1]

Kita pernah atau bahkan sering mengalami suatu keadaan di mana saat itu juga kita tersadar atau mengalami sebuah penyadaran atas suatu hal dalam hidup. Kemudian muncul keinginan untuk berubah, semangat semakin membuncah, penuh percaya diri dan optimis disertai sebuah panyadaran akan kehadiran Allah Swt. Dan tiba-tiba ada saja energi positif yang terbentuk seketika itu juga. Keadaan ini kita jumpai tanpa disangka-sangka dan tidak terduga. Keadaan inilah yang Saya sebut sebagai “One Moment Enlightenment” yaitu satu masa pencerahan. One Moment Enlightenment bisa terjadi kapan saja dan di mana aja.

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Fiqh Al-Rahmah dalam Krisis Empati: Filantropi Islam sebagai Jalan Kepemimpinan Transformatif

Itu semua adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya karena Allah adalah ar–Rahmaan dan ar–Rahiim. Ia mampu membolak-balikkan hati bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka sudah sepantasnya kita memohon dan meminta pada-Nya supaya hati ini selalu dijaga dan diistiqamahkan terhadap ilmu yang sudah kita dapatkan. Terlebih untuk dapat mengamalkannya dalam kehidupan dan berusaha untuk memaknai segala bentuk kehidupan yang telah dilihat, dilakukan untuk diambil keteladanan dalam hidup. Tentu dengan kerja keras dan sungguh-sungguh.

Suatu hari Saya mendapati seorang ibu yang berbelanja ke sebuah warung dekat rumah yang menjual sayuran. Ibu tersebut membeli cabe rawit dan tidak sengaja cabe rawit ini terkelupas mengenai kulit anak perempuannya. Selama berbelanja tidak terjadi apa-apa, namun setelah mereka berdua (ibu dan anak) pulang, anak perempuannya mulai merasa “kepedasan” dan menangis.  Semua yang berbelanja di tempat itu menjadi heboh menolongnya. Tiba-tiba penjual sayur berkata,” Lha kena lombok rawit kok ya, mesti pedes. Padahal rega lombok lagi mudhun lho iki.” (Terkena cabe rawit itu ya mesti pedas. Padahal harga cabe saat ini sedang turun loh).

Mendapati peristiwa tersebut mulai berpikir tentang hikmah dari cabe rawit ini. Cabe rawit seperti yang kita ketahui, ia adalah tanaman.  Uniknya dari cabe rawit ini meskipun ia kecil namun rasanya sangat pedas. Cabe rawit berkualitas tinggi adalah cabe rawit yang mampu memberikan rasa pedas yang teramat, terkadang dapat membuat lidah merasa sensasi yang luar biasa. Dari cabe rawit ini menurut Saya banyak sekali hal yang dapat diambil hikmahnya.

Memiliki Ethos Kerja

Cabe rawit itu memiliki keteguhan prinsip. Saat harganya merangkak naik rasanya tetap pedas dan di saat harganya turun drastispun rasanya tetap pedas. Begitu juga halnya dengan kita sebagai manusia yang diciptakan Allah Swt, sebagai seorang hamba semestinya memiliki ethos ini. Ethos sebagai kata kerja adalah usaha untuk melakukan sesuatu dengan perencanaan dan tanggung jawab. Ethos ini dibentuk oleh kebiasaan, pengaruh budaya serta sistem nilai yang diyakininya, ungkapan ini persis seperti yang disampaikan oleh Toto Tasmara dalam buku Membudayakan Ethos Kerja Islami.

Artinya sebagai muslim kita semestinya memiliki ethos untuk mencapai apa yang kita cita-citakan baik cita-cita pribadi ataupun tujuan dalam lembaga tempat kita bekerja. Dengan kata lain saat kita sebagai staf tidak peduli siapapun pimpinannya, kita tetap berusaha untuk bekerja dengan ethos yang sangat tinggi. Namun, nampaknya sejauh pengamatan Saya banyak sekali para staf yang berusaha untuk mengambil simpatik pimpinan dengan berbagai cara.

Bahkan tidak jarang jalan yang tidak dibenarkan sekalipun ditempuh dengan harapan mendapatkan posisi ataupun jabatan yang diinginkan. Akan sangat berbeda saat pimpinan tidak memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah dikerjakan. Hal ini pasti memicu banyak sekali kekecewaan dan berakibat pada melemahnya niat dan turunnya semangat bekerja. Dalam hal menjaga ethos ini, orang Jepang selalu berpedoman untuk menjaga ethos supaya tidak hilang dengan selalu meneriakkan “Ganbatte, ganbatte!!” dalam perusahaan maupun kampus-kampus atau di tempat-tempat mereka bekerja.

Sementara itu sebagai pribadi muslim, kita menempatkan Allah di atas segala-galanya. Sehingga jika kita sudah bekerja dengan maksimal, namun tidak mendapat apresiasi hal tersebut tidak akan menyurutkan niat dan semangat untuk bekerja. Bergabung dan bergaul dengan orang-orang yang satu visi dan satu misi adalah salah satu solusi untuk menjaga agar kita tetap berada pada jalur yang tepat

Ethos Kerja dan Irodah

Bermuara pada pepatah “ di mana ada kemauan pasti ada jalan”, jika dengan cara yang satu belum berhasil, maka ditempuh jalan yang kedua, ketiga, keempat dan begitu seterusnya sehingga tujuan yang diidam-idamkan dapat dicapai. Bahkan terpenuhi dengan sukses yang sangat gemilang. Dari hal ini dapat kita pahami mengapa orang yang memiliki kemauan yang teguh pasti dapat mencapai cita-cita yang diidamkan.

Kemauan atau kehendak hati (iradah) adalah keinginan untuk mencapai sesuatu yang diikuti dengan usaha untuk mendapatkannya. Allah berkuasa memberikan keberhasilan apapun yang menjadi keinginan hamba-Nya sesuai dengan kemantapan dan keteguhan hati orang yang menginginkan. Dengan kata lain, jikalau kemauan itu tidak teguh dan tiba-tiba mendapati rintangan yang kecil saja sudah mundur, tentu saja bukannya keberhasilan yang akan didapatkan namun bisa jadi kegagalan yang didapatkan.

K.H. Abdullah Zakiy Al-Kaaf dalam bukunya “Membentuk Akhlak Mempersiapkan Generasi Islami”, menjelaskan bahwa Irodah ialah mendidik jiwa untuk memiliki sifat hazam  atau teguh dalam pendirian. Melangkahkan kaki untuk memulai suatu perbuatan yang besar. Irodah kemungkinannya dapat dicapai karena adanya keteguhan hati, ketekunan bekerja, dan keterampilan untuk berusaha.

Dengan irodah-Nya ini, manusia bekerja meningkatkan taraf hidupnya dan dengan irodah inilah manusia meninggalkan kebiasaan buruk menjadi manusia yang tidak mau dikendalikan oleh nafsu dalam dirinya. Irodah memang perlu dipupuk beriringan dengan kesabaran, tidak ragu-ragu dan tidak pula meremehkan kesukaran dan kesulitan yang bakal dihadapi. Artinya apabila irodah yang disertai dengan kesabaran, tidak ragu-ragu dan tidak meremehkan kesulitan maka segala keinginan akan dapat terwujud.

Kalapupun masih ada kemauan yang belum sempurna terwujud, hal itu adalah wajar saja karena manusia tetaplah manusia. Apabila ada ketidakpuasan dalam hasil, maka hal tersebut bukan berarti gagal usahanya. Justru karena adanya rasa “belum puas” itu akan mendorong manusia untuk lebih maju, lebih bersabar dan lebih hati-hati. Selalu bekerja keras dan bersungguh-sungguh adalah prinsip sebagai seorang muslim yang taat pada irodah-Nya.

[1] Guru di MI Muhammadiyah Srebegan-Klaten

Terkait

Previous Post

Membumikan Pancasila

Next Post

Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah

Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.