Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Muhammadiyah Society Versi 5.0: Menjawab Tantangan Zaman dengan Nilai Islam Berkemajuan

Salsabila Oktaviana Falih by Salsabila Oktaviana Falih
Mei 12, 2026
in Esai, Narasi
0
Muhammadiyah Society Versi 5.0: Menjawab Tantangan Zaman dengan Nilai Islam Berkemajuan
29
SHARES
172
VIEWS

Oleh: Salsabila Oktaviana Falih 

Dunia saat ini sedang berubah dengan sangat cepat, perubahan yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh manusia sebelumnya. Kita semua pasti merasakan bahwa hidup sekarang sangat berbeda dibandingkan 10 atau 20 tahun yang lalu. Dulu, untuk berkomunikasi dengan kerabat di luar kota saja butuh waktu berhari-hari lewat surat, sekarang hanya butuh hitungan detik lewat panggilan video. Dulu, mencari informasi harus pergi ke perpustakaan dan membaca banyak buku tebal, sekarang segala pengetahuan ada di dalam genggaman tangan melalui telepon pintar.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Perubahan ini terjadi karena kemajuan teknologi informasi yang luar biasa pesat. Saat ini, kita hidup di tengah gelombang besar perkembangan media sosial, internet, hingga kecerdasan buatan atau yang sering disebut dengan istilah Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini sudah masuk ke segala sisi kehidupan kita: mulai dari cara kita belajar, bekerja, berniaga, berkomunikasi, hingga cara kita beribadah dan berinteraksi dengan sesama manusia.

Di tengah derasnya arus perubahan ini, muncul banyak tantangan besar. Di satu sisi, teknologi memudahkan hidup manusia, tapi di sisi lain, ia juga membawa dampak yang bisa merusak jika tidak disikapi dengan benar. Ada kekhawatiran bahwa manusia akan kalah oleh mesin, kehilangan nilai kemanusiaan, terpecah belah, atau bahkan kehilangan jati diri sebagai umat beragama.

Menyadari hal tersebut, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam berkemajuan hadir dengan sebuah konsep besar yang bernama Muhammadiyah Society Versi 5.0. Konsep ini bukan sekadar nama atau istilah baru, melainkan sebuah pandangan hidup, cara berpikir, dan pedoman bertindak bagi seluruh warga Muhammadiyah maupun umat Islam pada umumnya. Tujuannya sangat jelas: agar kita tidak hanya sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi mampu mengendalikannya, memilahnya, dan memanfaatkan segala kemajuan itu untuk tujuan yang benar, bermanfaat, dan sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Artikel ini akan menguraikan secara rinci, lengkap, dan menggunakan bahasa yang sederhana serta mudah dipahami mengenai apa itu Muhammadiyah Society Versi 5.0, bagaimana sejarah perjalanan zaman, apa saja tantangannya, serta bagaimana cara kita menjawabnya dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Penjelasan ini disusun ke dalam beberapa sub bab agar lebih mudah dipelajari dan dipahami maknanya.

Transformasi Zaman: Dari Era 1.0 Menuju Era 5.0

Untuk memahami apa itu Society 5.0 atau Masyarakat Versi 5.0, kita perlu melihat kembali bagaimana peradaban manusia berubah dari masa ke masa. Perubahan ini terutama dilihat dari cara manusia hidup, bekerja, berkomunikasi, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan serta teknologi. Para ahli membagi perjalanan sejarah ini menjadi lima tahapan besar, mulai dari tahap paling awal hingga yang kita alami sekarang. Mari kita bahas satu per satu dengan sederhana:

Era Masyarakat 1.0: Masyarakat Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Ini adalah masa paling awal dalam sejarah manusia ribuan tahun yang lalu. Pada era ini, teknologi belum dikenal sama sekali, internet belum ada, bahkan tulisan pun belum dikenal. Manusia hidup sangat sederhana, berpindah-pindah tempat, dan hidup bergantung sepenuhnya pada alam.

Cara mendapatkan makanan adalah dengan berburu hewan liar atau mengumpulkan buah-buahan dan umbi-umbian yang ada di hutan. Pengetahuan yang dimiliki sangat terbatas dan hanya diwariskan secara lisan dari orang tua ke anak. Informasi menyebar sangat lambat dan terbatas pada lingkungan sekitar saja. Pada masa ini, manusia hidup sangat bergantung pada kekuatan alam, dan kemampuan akal manusia belum berkembang luas. Kehidupan berjalan lambat, sederhana, dan sangat terbatas jangkauannya.

Era Masyarakat 2.0: Masyarakat Pertanian

Setelah masa berburu, manusia mulai belajar dan menemukan cara bercocok tanam serta beternak hewan. Inilah awal mula terjadinya perubahan besar. Manusia tidak lagi berpindah-pindah, melainkan mulai menetap di satu tempat karena sudah bisa menghasilkan makanan sendiri. Teknologi mulai dikenal secara sederhana, seperti pembuatan alat dari batu, besi, hingga sistem irigasi untuk pertanian.

Pada era ini, terbentuklah kelompok masyarakat, desa, hingga kerajaan. Tulisan mulai ditemukan, sehingga pengetahuan bisa dicatat dan disimpan. Informasi dan ilmu pengetahuan mulai berkembang, meskipun penyebarannya masih terbatas dan butuh waktu lama. Kehidupan manusia mulai lebih teratur, ada aturan, ada pemimpin, dan masyarakat mulai hidup bergotong royong. Sumber kehidupan utama ada di tanah dan hasil pertanian.

Era Masyarakat 3.0: Masyarakat Industri

Masuk ke abad ke-18 hingga abad ke-19, dunia berubah drastis dengan ditemukannya mesin uap, mesin tenaga, dan teknologi produksi massal. Inilah yang disebut Revolusi Industri atau Masyarakat 3.0. Pada masa ini, tenaga manusia mulai digantikan oleh tenaga mesin. Barang-barang yang dulu dibuat dengan tangan dalam waktu lama, sekarang bisa diproduksi dalam jumlah banyak dan cepat.

Masyarakat mulai beralih dari pertanian ke pekerjaan di pabrik dan industri. Kota-kota besar mulai tumbuh pesat. Transportasi dan komunikasi juga berkembang dengan ditemukannya kereta api, kapal uap, telegraf, hingga telepon. Pengetahuan berkembang sangat cepat, ilmu pengetahuan alam dan teknik mulai dikuasai manusia. Pada era ini, kekuatan sebuah bangsa diukur dari kekuatan industri dan ekonominya. Manusia mulai merasa sangat berkuasa mengubah alam sesuai keinginannya.

Era Masyarakat 4.0: Masyarakat Informasi dan Internet

Kita semua pasti masih ingat masa transisi ini, sekitar tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an. Inilah era ketika internet ditemukan dan mulai masuk ke kehidupan manusia, yang kemudian disebut Era 4.0 atau Revolusi Industri 4.0. Perubahan di era ini jauh lebih dahsyat dibandingkan era-era sebelumnya.

Pada era ini, dunia menjadi tanpa batas. Dulu, untuk mencari satu informasi saja, seseorang harus berusaha keras, berkeliling, bertanya ke sana-sini, atau membaca berjam-jam di perpustakaan. Namun di era 4.0, ketika Google dan mesin pencari lainnya hadir, segala sesuatu berubah drastis. Informasi apa pun, dari mana saja, tentang apa saja, bisa ditemukan hanya dalam sekejap mata, hanya dengan sentuhan jari di layar gawai.

Komunikasi menjadi instan, jarak dan waktu seolah hilang. Media sosial lahir dan berkembang, menghubungkan milyaran manusia di seluruh dunia. Segala hal mulai berubah menjadi digital: uang menjadi digital, surat menjadi surel, belanja menjadi daring, hingga belajar pun bisa dilakukan dari rumah. Kemudahan ini membawa dampak ganda: di satu sisi sangat memudahkan hidup, namun di sisi lain, membuat kemampuan dan pengetahuan dasar manusia perlahan menurun karena terlalu bergantung pada teknologi. Banyak orang jadi malas berpikir, malas menghitung, atau malas membaca panjang lebar karena sudah terbiasa mendapatkan segala sesuatu secara instan.

Era Masyarakat 5.0: Masyarakat Berbasis Manusia dan Teknologi

Dan sekarang, kita sedang melangkah masuk ke era terbaru yaitu Masyarakat Versi 5.0. Era ini lahir sebagai jawaban dan penyempurnaan dari era 4.0. Pada era 4.0, kemajuan teknologi sangat pesat, tetapi kadang teknologi itu berkembang sendiri tanpa mempedulikan manusia. Ada kekhawatiran teknologi malah merugikan manusia, merusak alam, atau menimbulkan kesenjangan sosial yang besar.

Maka, konsep Society 5.0 muncul pertama kali dari Jepang, yang kemudian diadopsi dan dikembangkan maknanya oleh Muhammadiyah. Inti dari era 5.0 ini adalah keseimbangan. Di era ini, teknologi tetap dikembangkan sekuat tenaga, tetapi tujuannya adalah untuk kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Teknologi harus tunduk dan melayani manusia, bukan sebaliknya manusia yang menjadi budak teknologi.

Ciri utama era 5.0 adalah kehadiran kecerdasan buatan (AI), robotika, data besar (big data), dan internet segala hal. Di sini, teknologi canggih diterapkan di segala bidang: kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertanian, hingga pemerintahan, tujuannya agar hidup manusia lebih mudah, aman, nyaman, dan makmur.

Namun, tantangan terbesar di era ini sangat besar. Karena teknologi sudah sangat pintar, hampir menyerupai kemampuan manusia, maka bahayanya adalah manusia bisa kehilangan jati diri. Manusia bisa kalah bersaing dengan mesin, kemampuan berpikirnya menurun, nilai kemanusiaannya hilang, atau etika dan moralnya rusak. Di sinilah peran Muhammadiyah Society Versi 5.0 sangat dibutuhkan: memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berada di bawah kendali nilai agama dan nilai kemanusiaan.

Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemajuan di Tengah Arus Teknologi

Menyaksikan perubahan zaman yang begitu besar dan cepat, bagaimana sikap Muhammadiyah? Apakah Muhammadiyah menolak teknologi dan kemajuan zaman? Atau sebaliknya, ikut saja begitu saja tanpa aturan? Jawabannya jelas dan tegas: Muhammadiyah memandang kemajuan teknologi dan perubahan zaman bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang besar dan ladang dakwah yang sangat luas.

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai pandangan Muhammadiyah terhadap kemajuan zaman ini, yang menjadi dasar lahirnya konsep Muhammadiyah Society Versi 5.0.

Islam adalah Agama yang Relevan di Segala Zaman

Keyakinan utama Muhammadiyah adalah bahwa Islam adalah agama yang sempurna, abadi, dan relevan untuk diterapkan di mana saja dan kapan saja, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW, zaman kerajaan Islam, hingga di era teknologi canggih seperti sekarang.

Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa Islam bukan sekadar aturan ibadah saja, melainkan sistem kehidupan lengkap yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lain, dan manusia dengan alam semesta. Islam datang membawa ajaran kebenaran, kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan. Nilai-nilai ini tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah usang dimakan zaman.

Karena Islam itu relevan, maka ia mampu menjawab segala tantangan yang muncul, termasuk tantangan di era Society 5.0. Masalah etika dalam penggunaan AI, masalah penyebaran berita bohong, masalah kerusakan akhlak di media sosial, hingga masalah kesenjangan ekonomi, semuanya bisa dijawab dan diselesaikan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang benar.

Muhammadiyah: Gerakan Dakwah Islam Berkemajuan

Salah satu ciri khas utama Muhammadiyah yang sangat terkenal adalah sebagai Gerakan Dakwah Islam Berkemajuan. Apa artinya? Artinya, Muhammadiyah adalah gerakan yang tidak kaku, tidak tertutup, tidak anti-kemajuan, dan tidak takut terhadap hal-hal baru.

Sebaliknya, Muhammadiyah justru mengajak umatnya untuk selalu maju, belajar, menguasai ilmu pengetahuan, dan memanfaatkan segala kemajuan yang ada. Muhammadiyah meyakini bahwa kemunduran umat manusia sering kali disebabkan oleh kebodohan, ketidaktahuan, dan menjauh dari ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, mencari ilmu, mengembangkan teknologi, dan memajukan peradaban adalah kewajiban agama.

Muhammadiyah memandang bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah ciptaan dan tanda kebesaran Allah. Mempelajari dan menguasainya adalah bentuk rasa syukur dan ibadah kepada Allah SWT. Gerakan ini bertekad mewujudkan masyarakat yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.

Kesimpulan

Muhammadiyah Society Versi 5.0 adalah pandangan hidup dan gerakan dakwah yang hadir menjawab tantangan zaman, khususnya pesatnya kemajuan teknologi, internet, dan kecerdasan buatan. Konsep ini lahir dari pemahaman bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang relevan di segala masa, sehingga kemajuan peradaban tidak boleh ditolak, melainkan harus dikuasai dan diarahkan untuk kebaikan.

Perjalanan peradaban manusia yang bergerak dari era 1.0 hingga 5.0 menunjukkan bahwa perubahan adalah hal yang pasti. Di era 5.0 ini, teknologi dikembangkan untuk melayani manusia, bukan sebaliknya. Tantangan utamanya adalah menjaga agar manusia tidak kehilangan jati diri, nilai kemanusiaan, atau tergantikan sepenuhnya oleh mesin. Menghadapi hal tersebut, Muhammadiyah menegaskan sikapnya sebagai gerakan Islam Berkemajuan: tidak anti-teknologi, namun selalu berpegang teguh pada nilai agama dan akhlak mulia.

Terkait

Tags: IndonesiaIslamMuhammadiyahPeradaban
Previous Post

Kosmopolitan Islam Berkemajuan: Konsep dan Penerapannya dalam Gerakan Muhammadiyah

Next Post

HIMA Manajemen UMKLA Hadirkan Seminar Kewirausahaan untuk Tingkatkan Kesadaran Finansial Gen Z

Salsabila Oktaviana Falih

Salsabila Oktaviana Falih

Next Post
HIMA Manajemen UMKLA Hadirkan Seminar Kewirausahaan untuk Tingkatkan Kesadaran Finansial Gen Z

HIMA Manajemen UMKLA Hadirkan Seminar Kewirausahaan untuk Tingkatkan Kesadaran Finansial Gen Z

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.