Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Eksplorasi Makna dan Kritik: HMP IQT UMS Bekali Mahasiswa Keterampilan Menulis Resensi

RedaksiKS by RedaksiKS
Maret 1, 2026
in Report
0
Eksplorasi Makna dan Kritik: HMP IQT UMS Bekali Mahasiswa Keterampilan Menulis Resensi
11
SHARES
64
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA –  Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Pelatihan Kepenulisan bertajuk “Eksplorasi Makna dan Konstruksi Kritik dalam Penulisan Resensi”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (26/2) pukul 16.00-18.00 di Ruang Seminar Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS.

Sebagai agenda rutin yang diinisiasi oleh Bidang Riset Pengembangan Keilmuan (RPK) HMP IQT, pelatihan ini dirancang untuk memupuk keberanian mahasiswa dalam menulis dan mengkonstruksikan sebuah gagasan yang disampaikan oleh penulis.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Selain mengasah keterampilan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya berpikir kritis serta literasi yang kuat, HMP IQT menghadirkan Dwi Kurniadi, sebagai pemateri dalam kegiatan ini. Merupakan mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UMS, sekaligus mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS.

Selain aktif dalam dunia akademik dan ke-pesantrenan, Adi juga menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Kalimahsawa serta Redaktur di Kabarmuh. Hingga kini ia masih konsisten menulis dan berkontribusi di berbagai platform digital, khususnya dalam bidang keislaman dan keilmuan.

Adi menyampaikan pada awal sesi terkait fungsi, manfaat, dan nilai tambah dari menulis resensi sebuah karya.

“Menulis resensi adalah cara kita memberikan gambaran utuh kepada orang lain tentang isi sebuah karya, agar dapat menjadi informasi dan pertimbangan bagi pembaca. Lebih dari itu, jika dilakukan dengan baik, resensi bisa menjadi sumber penghasilan apabila berhasil menembus media ternama,” ujar Adi di hadapan para peserta Sabtu, (28/2).

Dalam pemaparannya, Adi menerangkan bagaimana struktur dan sistematika dalam menulis resensi. Memberikan kepada para peserta contoh tulisan resensi yang baik. Selain itu ia juga menjelaskan terkait esensi dari penulisan sebuah resensi.

“Meresensi sebuah karya bukan sekadar merangkum atau melakukan review biasa, melainkan sebuah proses memaparkan dan membentuk konstruksi pikiran. Sesi penyampaian materi diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, dan tanya jawab antara pemateri dan peserta.

Antusiasme peserta dan suasana kegiatan juga dirasakan oleh Shafa, mahasiswi Ilmu Gizi yang turut hadir dalam pelatihan tersebut. la mengaku sangat terbantu dengan penyampaian materi yang sederhana namun mendalam, terutama terkait sistematika dan keuntungan menulis resensi.

“Forum terasa hidup berkat interaksi aktif antara pemateri dan audiens. Meskipun sesi praktik harus dipersingkat karena keterbatasan waktu menjelang Maghrib, saya salut dengan kesigapan panitia yang menginisiasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) agar ilmu ini terus berkembang,” ungkapnya, sembari berharap adanya pelatihan lanjutan di masa mendatang.

Kemudian acara tersebut ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara pemateri, peserta, dan seluruh panitia. Dengan ini HMP IQT UMS berkomitmen dalam menunjang intelektualitas setiap mahasiswa, terutama IQT, agar bisa menjadi ujung tombak suatu peradaban.

Kontributor: Ikmal

Terkait

Tags: HMP IQT UMSIQT UMSResensi
Previous Post

Kepemimpinan Perempuan: Bakat Terpendam atau Ruang yang Tidak Pernah Tersedia?

Next Post

Pendidikan yang Membebaskan: Menafsir Ulang Filosofi Ki Hajar Dewantara dalam Bayang-Bayang Kritik Paulo Freire

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Pendidikan yang Membebaskan: Menafsir Ulang Filosofi Ki Hajar Dewantara dalam Bayang-Bayang Kritik Paulo Freire

Pendidikan yang Membebaskan: Menafsir Ulang Filosofi Ki Hajar Dewantara dalam Bayang-Bayang Kritik Paulo Freire

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.