Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Nasib Umat Islam di Era Internet Of Things

RedaksiKS by RedaksiKS
Juli 2, 2023
in Risalah
0
beretika media sosial

Kalimahsawa.id

22
SHARES
132
VIEWS

Zaman terus bergulir dengan perubahan-perubahan yang ada. Dari zaman dulu sampai zaman sekarang. Kalimat yang masyhur dari Heraclitus yang mengatakan bahwa semuanya pasti akan mengalami perubahan. Hanya satu yang tak bisa berubah yaitu perubahan itu sendiri.

Perubahan ini bukan tak ada yang menggerakkan. Ibarat suatu film, ada sutradara dan aktornya. Sebagai aktor dari sebuah film dengan alur zaman yang sudah disediakan oleh si sutradara yaitu Allah di dalam skenario-Nya, manusia pasti akan mengisi film dunia ini dengan karakter yang sudah ditentukan.

TulisanTerkait

Mahasiswa KKNMAS 2025 di Riau, Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Tualang Kabupaten Siak

Tuntunan yang Tidak Dituntunkan

Ponpes Daarul Qur’an Surakarta Ziarahi Makam Sunan Ampel dan KH. Hasan Gipo: Napak Tilas Spirit Keulamaan dan Kebangsaan

Itulah mengapa Allah memberikan mandat kepada manusia sebagai khalifah di bumi. Karena Tuhan sudah memberikan mandat kepada manusia sebagai khalifah di bumi. Tuhan juga memberikan pedoman berupa agama kepada manusia untuk menjalankan dunianya. Agama sebagai pegangan hidup manusia.

Maka Allah menyuruh agar manusia berpegang teguh pada agamanya. Dan Allah sudah menjamin agama akan eksis dan bertahan sampai akhir masa. Hal ini bisa dilihat dalam Quran Surah Al-Hijr ayat 9 bagaimana Allah menjaga Al-Qur’an hingga akhir masa.

Revolusi Industri 4.0 diperkenalkan pada tahun 2011 oleh sekelompok ahli dalam berbagai bidang asal Jerman dalam acara Hannover Trade Fair lalu secara serius ditanggapi oleh pemerintah Jerman mengenai gagasan tersebut, hingga akhirnya pada tahun 2015, Aggella Markel memperkenalkan gagasan Revolusi Industri 4.0 di acara World Economic Forum (WEF).

Pada era ini, terdapat banyak inovasi baru: Internet of Things (IoT), big data, percetakan 3D, Artificial Intelligence (AI), kendaraan tanpa pengemudi, rekayasa genetika, serta robot dan mesin pintar. Inovasi Internet of Things dapat memudahkan dan menghubungkan manusia dengan teknologi, mesin, perangkat, dan sensor melalui jaringan internet.

Realita menunjukkan, munculnya era ini bukan hanya memberi kesempatan kepada orang suci untuk menebarkan pentingnya kebaikan, tetapi juga kepada orang yang jahat untuk menyebarkan nikmatnya kejahatan. Pelaku judi disediakan aplikasi yang mudah diakses untuk berjudi online, prostitusi akan dimudahkan dengan adanya fitur prostitusi online, dan seterusnya.

Bukan hanya itu, kita bisa lihat bagaimana era ini menyediakan aplikasi untuk masyarakat bahkan anak muda yang seharusnya menjadi penerus, agar mereka lebih mudah dalam menjatuhkan kehormatan serta merusak akal dan akhlaknya. Semua menjadi serba mudah bukan.

Ironisnya lagi, di era ini bisa kita lihat dan amati sendiri bagaimana iklan yang tak senonoh dimunculkan di berbagai sosial media, salah satunya YouTube. Di YouTube, sering kita jumpai iklan yang tak senonoh dilihat, seperti iklan yang menampilkan wanita berjoget dengan terlihat auratnya, dan lain sebagainya.

Iklan ini pun akan muncul semaunya bahkan kepada seseorang yang mencari nuansa Islami atau syariah. Tidak bisa dibayangkan bagaimana banyak orang yang ingin mencari pencerahan, dengan melihat ceramah misalnya. Tetapi sedikit goyah imannya karena di tampilkan wanita bening seksi yang bergoyang di depan kamera. Ini fenomena yang terjadi di era Internet of Thing.

Melihat sedikit paparan realita di atas, banyak dari sekian kelompok atau ormas Islam di era Revolusi Industri 4.0. Di dalamnya juga ada Internet of Thing yang sadar akan manfaat dari era ini. Mereka sadar bagaimana era ini membawa kepada efektivitas marketing dan penyebaran suatu informasi. Tentu para ulama yang hidup di era ini memanfaatkan hal tersebut sebagai ladang untuk berdakwah. Mereka juga sadar akan kemudahan mengakses informasi.

Mustiqowati Ummul Fithriyyah dan Muhammad Saiful Umam (2018) memberikan contoh peran ulama untuk menebarkan ajaran Islam di era ini. Mereka mengambil contoh ormas Muhammadiyah dan NU yang melakukan peranan terhadap kebertahanan esensi agama Islam di era ini. Antara lain, membangun literasi digital pada basis pendidikan agama Islam, membuat kanal (chanel) dan akun media sosial kajian keislaman, dan membuat website keislaman moderat.

Namun sayangnya, hal ini di hadapkan pada realita yang merusak adanya peran orang yang berusaha menebarkan kemoderatan. Lagi-lagi hal itu di gagalkan oleh orang yang tak cerdas bermedia sosial. Atau mungkin cerdas tapi cerdas mengelabui. Dalam hal ini, kita bisa lihat orang yang menyebarkan isu hoaks.

Egi Sukma Baihaki (2020) membeberkan sebuah data terkait adanya hoaks. Dalam jurnalnya, tercatat bahwa Mastel pada tahun 2019 melakukan survei dan melaporkan bentuk hoaks yang paling sering diterima oleh masyarakat adalah dalam bentuk tulisan sebanyak 70.7%, foto editan sebanyak 57.8%, foto dengan caption palsu sebanyak 66.3%, video editan dengan dubbing palsu sebanyak 33.2%, video editan yang dipotong sebanyak 45.70%, video dengan caption palsu sebanyak 53.2% dan berita, foto, atau video lama yang di-posting kembali sebanyak 69.20%.

Salurannya sendiri pada tahun 2019 untuk media sosial sebanyak 87.50% terjadi penurunan di banding tahun 2017 yang saat itu berjumlah 92.40%. Peningkatan justru terjadi di aplikasi chatting yang pada tahun 2017 berjumlah 62.80% dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 67.00%, website pada 2017 berjumlah 34.90% dan pada tahun 2019 sebanyak 28.20% (Masyarakat Telematika Indonesia, 2019).

Meskipun data di atas di ambil dari tahun 2019, kemungkinan besar di tahun ini tidak akan jauh dari persentase tersebut. Hoaxs memang tidak mengenal batas sasaran dan informasi (Egi Sukma Baihaki, 2020). Semua bisa menjadi sasaran hoaks termasuk agama. Dengan keahlian editing yang ada, maka di buatlah karya yang menarik namun tak dapat di pertanggungjawabkan.

Realita semacam ini bisa kita lihat pada orang yang memalsukan lafaz Al-Qur’an pada Al-Qur’an digital, mengubah redaksi hadis, dan semisalnya. Yang lebih parah lagi dan mungkin sebagian kita masih tidak sadar, yaitu pengadudombaan antara pihak satu dengan yang lain di media sosial. Bisa saja yang di adu domba adalah ulama. Kita bisa lihat di chanel tertentu yang membenturkan antara ulama yang satu dengan yang lain. Padahal mereka tidak mungkin berniat begitu.

Hal ini membenarkan pendapat yang di sampaikan oleh Muhammad Amin Abdullah (2019). Beliau menjelaskan bahwa tantangan di era 4.0 yaitu isu kemanusiaan yang berkaitan dengan intoleran, minoritas, diskriminasi, persekusi, friksi, dan konflik serta dalam bidang agama mucul tren konservatif.

Penulis : Alvina Rahmdani (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)

Terkait

Previous Post

Syeikh Yusuf Al-Makassari: Sufi Pejuang

Next Post

Metode Mengambil Keputusan Ala Suhrawardi

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Apakah Sains dan Agama Bisa Didamaikan?

Metode Mengambil Keputusan Ala Suhrawardi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.