Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Hikmah Kebijaksanaan dari Seekor Anjing

RedaksiKS by RedaksiKS
Juni 5, 2023
in Esai
0
Hikmah Kebijaksanaan dari Seekor Anjing
75
SHARES
442
VIEWS

Kita ketahui bersama, banyak dari kita menganggap anjing sebagai binatang yang hina dan layak dijauhi. Dengan alasan bahwa air liurnya dihukumi najis yang tergolong berat dan dianggap bisa membahayakan kalau kita di dekatnya.

Namun, berbeda dengan Imam Hasan Al Basri, beliau melihat sisi positif yang ada pada seekor anjing. Yang awalnya anjing adalah hewan yang najis, ternyata tersimpan banyak hikmah dari hewan tersebut. Imam Hasan Al Basri menyebutkan ada sepuluh sifat anjing yang menurutnya bisa diambil hikmah dalam kehidupan manusia.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Pertama, sedikit tidur malam. Anjing merupakan hewan yang sedikit tidur malam. Hal itu menunjukkan bahwa anjing merupakan hewan yang tangguh dan memiliki jiwa yang kuat.

Begitupun dengan kita manusia, barangsiapa yang sanggup sedikit tidur malam itu simbol bahwa kita berjiwa kuat. Sebagai manusia yang diciptakan lebih sempurna dibanding makhluk lainnya, sudah harusnya manusia memiliki tipe kepribadian yang tangguh, tegar, dan optimis. Apalagi dalam menghadapi segala hal yang sekiranya menjadi beban pikiran, dengan begitu dapat mengurangi efek negatif yang mungkin bakal didapatkan.

Kedua, tidak mengeluh oleh panas ataupun dingin. Anjing adalah salah satu hewan yang sangat sabar menemani tuannya, bahkan dalam keadaan panas maupun dingin. Itu menunjukkan bahwa dia sangatlah sabar. Entah mau di salju atau gurun pasir sekalipun, anjing akan tetap menaati perintah tuannya. Dia tidak malas, dan itu menunjukkan betapa sabarnya dia.

Sifat sabar merupakan sifat yang sangat penting dimiliki oleh manusia. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna harus memiliki kemampuan untuk bisa mengendalikan diri guna mencerminkan kekokohan jiwa yang dimilikinya. Semakin tinggi kesabaran, semakin kokoh seseorang menghadapi masalah kehidupan yang ada.

Ketiga, tidak mengkhianati amanah. Hewan yang satu ini, merupakan hewan yang sangat setia dengan tugas-tugas yang diberikan oleh tuannya. Makanya tidak heran, banyak polisi mempercayakan suatu pekerjaan kepada anjing. Hal ini karena polisi mengakui kemampuan anjing dalam membantu mereka melacak jejak, bisa dipercaya dan tidak pernah bohong.

Amanah merupakan suatu kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk dipelihara dan dijalankan dengan baik. Kita sebagai makhluk yang beradab, sudah seharusnya ketika diberi amanah jangan sampai menyepelekan atau malah menyia-nyiakan. Baik disengaja ataupun tidak, sudah seharusnya sebisa mungkin kita jaga dan antisipasi dari segala potensi yang kiranya dapat mengacaukannya.

Keempat, tidak marah dan tidak iri hati. Sifat yang di miliki anjing ini merupakan salah satu sifat dasar dari seorang mukmin. Anjing yang selalu menuruti apa yang di maui oleh Tuannya, tidaklah iri dan dengki dengan anjing yang lain, betapapun dia di perlakukan tidak adil.

Sifat ini juga berkaitan dengan sifat sabar yang harus ada pada diri manusia. Memiliki sifat sabar bukan hal yang merugikan, malah justru menguntungkan terlebih saat musibah datang. Sabar membuat kita kuat, terus mengeluh karena iri dengki justru menjadikan kita lemah. Memang menjadi sabar bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti mustahil untuk dicapai.

Kelima, tidak rakus. Anjing jikalau lapar maka dia makan, jika sudah cukup maka dia berhenti makan. Sifat faqr atau tidak membutuhkan kalau sudah cukup, melekat pada diri anjing.

Dalam dunia sufi, kita di arahkan untuk hanya membutuhkan Allah saja. Anjing tidak memiliki sifat tamak akan harta ataupun hal yang lainnya, masa kita kalah dengan anjing? Maka sudah seharusnya manusia tidaklah tamak terhadap harta atau hal-hal yang lainnya, berkesadaran bahwa sesungguhnya semua yang ada hanyalah milik Allah.

Keenam, tidak menetap. Di antara ciri-ciri anjing yaitu pengembara dan tidak suka menetap di satu tempat saja.

Maksudnya, banyak kawasan di seluruh dunia ini yang dapat di kunjungi terutama untuk mendapatkan ilmu baru dan meningkatkan kualitas diri. Para Sufi suka melakukan perjalanan-perjalanan, karena banyak ilmu yang akan di dapat bila mereka melakukan perjalanan. Semakin banyak ilmu di dapat, semakin banyak yang bisa di amalkan. Lantas, semakin dekat pula menuju tujuan menjadi pribadi yang lebih baik.

Ketujuh, puas dengan semua yang di miliki. Anjing merupakan hewan yang puas, rela atau ridho terhadap apa yang dia peroleh. Semua yang dia dapatkan atau apapun yang terjadi padanya, anjing selalu rela dengan semua itu.

Keridhoan merupakan sifat yang patut untuk dicontoh bagi seorang mukmin. Ridho Allah kepada seluruh umatnya adalah berupa tambahan kenikmatan, pahala, dan di tinggikan derajat kemuliaan. Pentingnya sifat ridho dalam kehidupan manusia, membuat manusia menjadi makhluk Allah yang mudah bersyukur, yang mana itu memudahkan untuk menggapai apa yang namanya kebahagiaan.

Kedelapan, mudah tidur. Mudah tidur dan sedikit tidur merupakan dua hal yang berbeda. Hal ini berbeda, karena maksud dari mudah tidur yaitu proses tidurnya tidak lama atau mudah terlelap.

Banyak manusia yang susah tidur sehingga sering begadang. Dengan begitu akhirnya subuhnya kesiangan, kuliah atau kerja suka mengantuk. Jadinya, segala aktivitas yang di lakukan menjadi tidak maksimal. Orang yang memiliki sifat mudah tidur merupakan suatu hal yang baik. Hal itu menunjukkan mudahnya kita bertawakal kepada Allah.

Kesembilan, fokus kepada majikan. Anjing merupakan hewan yang memiliki kesadaran bahwa apabila ia memiliki majikan, maka ia akan fokus hanya terhadap majikannya, tidak peduli apa hal selainnya. Dengan begitu pun, anjing menjadi akan terus menolong dan patuh atas semua yang di perintahkan majikan. Dan lagi, anjing tidak pernah menuntut imbalan atas hal yang telah ia korbankan atau lakukan.

Antara manusia dan Tuhannya, sudah sepatutnya seperti anjing dan majikannya itu. Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada perihal apapun yang lebih utama selain mengenai Allah; maka, sebagai mukmin, sudah seharusnya kita fokus terhadap hal yang mengantarkan pada keridhoan daripada Allah. Apa pantas kita tidak menyadari bahwa semua yang ada di bumi ini, baik yang kita miliki atau tidak, semua itu bersumber dari Allah?

Terakhir, mencari terang dalam kegelapan. Anjing merupakan hewan yang menyukai hal yang terang di banding yang gelap. Dia cenderung mencari jalan keluar dari kegelapan, jikalau dia berada dalam kegelapan. Dari sini, kita bisa maknai bahwa kegelapan itu adalah sesuatu yang dapat mengantarkan kita pada hal yang tidak baik.

Maka, alangkah baiknya kita menyegera keluar dari gelapnya hidup menuju cahaya, yang tak lain ialah hikmah dan kebijaksanaan. Allah menciptakan semua hal yang ada di bumi dengan hikmah yang dapat di petik dari masing-masingnya. Tak terkecuali anjing.

Bayangkan, dari seekor anjing saja yang katanya najis yang paling berat, kita bisa mengambil banyak hikmah daripadanya. Imam Hasan Al-Bashri mengajarkan kepada kita supaya kita senantiasa menyikapi segala sesuatu secara positif, karena dengan begitu banyak pelajaran yang kita peroleh dan tidak tersia-siakan. Jangan sampai anjing dengan sifat-sifatnya menjadikannya lebih mulia daripada kita sebagai manusia.

Penulis : Mohamad Khusnial Muhtar (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)

Terkait

Previous Post

Urgensi Moderasi Beragama di Masyarakat Multibudaya

Next Post

Al-Qur’an Memandang Kesehatan Mental

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Ihdina, Ya Rabb. Tunjukilah Jalan Rahasia-Mu

Al-Qur'an Memandang Kesehatan Mental

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.