Ribuan Umat Kristen India Berunjuk Rasa Menentang UU Anti-Muslim

Senin, 20 Januari 2020, Ribuan umat Kristiani di Bengal Barat, Kolkata, India, mengikuti unjuk rasa untuk menentang pemberlakuan UU Amandemen Kewarganegaraan (CAA) yang menyudutkan umat Islam. Kepolisian Kolkata memperkirakan lebih dari 8.000 orang ikut serta dalam unjuk rasa tersebut.

Long march dilakukan oleh para demonstran beberapa kilometer dengan membawa spanduk, dimulai dari gedung gereja menuju patung seukuran pahlawan kemerdekaan India Mahatma Gandhi.

Unjuk rasa ini merupakan salah satu unjuk rasa terbesar yang pernah digelar umat Kristiani di India. Mereka membawa spanduk berisi seruan agar UU Kwewarganegaraan serta sistem Pendaftaran Kependudukan Nasional (NRC) segera dihentikan.

UU anti-muslim ini memberikan karpet merah kepada kelompok minoritas dari tiga negara tetangga, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan, seperti penganut Hindu, Budha, Kristen, Singh, dan lainnya, untuk mendapat kewarganegaraan India, namun mengecualikan umat Islam.

Pemberlakuan CAA yang dikombinasikan dengan pendaftaran kependudukan nasional yang kontroversial, memicu kekhawatiran bahwa lebih dari 200 juta muslim India akan semakin terpinggirkan.

baca juga Hukum Akikah Anak Yang Lahir di Luar Nikah

Salah seorang penyelenggara unjuk rasa, Herodes Mullick dari Bangiya Christiya Pariseba, mengatakan, undang-undang baru tersebut telah memecah belah keharmonisan hubungan antarumat beragama di India.

“Kami ingin mengekspresikan solidaritas kami kepada orang-orang yang menentang CAA dan NRC di berbagai wilayah India,” ujar Herodes, dikutip dari AFP, Selasa (21/1/2020).

referensi berita: tempo.co, news.detik.com, inews.id. sumber ilustrasi: inews.id.

What's your reaction?
3So Happy0Happy
Show CommentsClose Comments

Leave a comment