Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Rakornas MPKSDI PP Muhammadiyah 2025: Meneguhkan Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0

RedaksiKS by RedaksiKS
Oktober 23, 2025
in Report
0
Rakornas MPKSDI PP Muhammadiyah 2025: Meneguhkan Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0
14
SHARES
80
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, Yogyakarta–  20 Oktober 2025, Momentum transformasi perkaderan Muhammadiyah dirangkai dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah 2025, yang diselenggarakan pada 24-26 Oktober 2025 M. / 2-4 Jumadil Awal 1447 H. di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini menjadi panggung strategis bagi 200 pengurus wilayah MPKSDI se-Indonesia, maupun Ortom tingkat Pusat untuk mereformasi sistem perkaderan Muhammadiyah untuk menghadapi era digital yang kian dinamis.  

Mengusung tema “Muhammadiyah 2050: Profil Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0”, Rakornas ini menjadi ruang musyawarah strategis untuk merefromasi sistem perkaderan Muhammadiyah untuk menghadapi era digital, AI, publik virtual, dan tantangan global lainnya. Tema tersebut merupakan penegasan bahwa Muhammadiyah harus adaptif dan shalih fi kulli zaman wa makan, saleh di setiap zaman dan tempat. Karena dunia maya kini se ramai dunia nyata, pergaulan digital riuh seperti kehidupan offline, dan pengkaderan bukan sekadar sekarang, tapi investasi penggerak masa depan hingga tahun 2050. 

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

“Muhammadiyah dulu, sekarang, dan 2050 berbeda. Tantangan Society 5.0 menuntut kader yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi masyarakat,” tegas Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah.  

Rakornas ini digelar di paruh pertama periode kepengurusan MPKSDI 2022-2027, tepat dua setengah tahun berjalan. Acara diawali dengan paparan capaian program, dilanjutkan evaluasi kinerja melalui feedback peserta, serta musyawarah reformasi Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM), penguatan digitalisasi database kader yang terintegrasi, dan penguatan sekolah kader berbasis kebutuhan masyarakat. 

“Ini momentum untuk akselerasi program hingga 2027, sekaligus silaturahim dan reuni kader nasional,” ujar Bachtiar.  

Agenda nasional ini diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari Pimpinan dan Anggota MPKSDI PP Muhammadiyah, Wakil Ketua PWM bidang Perkaderan, Instruktur Perkaderan Tingkat Wilayah, Ketua, Sekretaris dan Bendahara MPKSDI PWM se-Indonesia, Ketua MPKSDI PDM Solo Raya dan D.I. Yogyakarta, Ortom Tingkat Pusat, Korps Instruktur MPKSDI PP Muhammadiyah, MPK PP  ‘Aisyiyah, dan Asistensi MPKSDI PP Muhammadiyah. Musyawarah akan membahas draft reformasi SPM yang dirancang MPKSDI, untuk dimatangkan dengan masukan kolektif dari musyawirin yang hadir pada arena Rakornas.  

Dalam keterangannya di Yogyakarta pada Senin (20/10/2025), Bachtiar menyampaikan urgensi transformasi Sistem Perkaderan Muhammadiyah ini secara mendalam. 

“Sistem perkaderan lama tak lagi relevan di era AI dan media sosial yang belum ada dulu. Kita butuh model baru untuk cetak kader adaptif 10-30 tahun ke depan, “on call, on fire*, presisi, dan pasti. Bagaimana kader kita hadapi AI. Kita bentuk mereka sebagai penggerak Muhammadiyah yang kompatibel dengan setiap zaman: setiap zaman ada orangnya, setiap orang ada zamannya,” terang Bachtiar.  

Lebih lanjut, Bachtiar menjelaskan tiga pilar utama. Pertama, Reformasi Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM) untuk profil kader Islam berkemajuan yang menjawab cetak biru Muhammadiyah 2050, beda dari 2025. Kedua, Penguatan Database Kader Digital. 

“Kita bangun bank data terintegrasi dengan nomor induk kader unik. Tak lagi manual, supaya tak hilang data atau kader. Mau kader di Aceh? Tinggal panggil, dia ada. Syahadah digital, tak perlu cetak ulang, ter-register, dan tak bisa ditipu,” tukas Bachtiar.

Ketiga, Sekolah Kader Berbasis Masyarakat: Fokus pada kebutuhan lokal, inklusif, dan humanis.  

“Ketiga, Sekolah Kader Berbasis Masyarakat, kita fokuskan pada kebutuhan lokal yang inklusif dan humanis,” ujar Bachtiar.

Dengan kegiatan ini, menurut Bachtiar, MPKSDI PP Muhamamdiyah akan menyusun cetak biru profil kader yang kuat, memperkuat kohesi kader Muhammadiyah yang majemuk, serta mensyiarkan visi Muhammadiyah 2050 yang humanis, inovatif, serta berorientasi kebutuhan umat dan persyarikatan.

Bachtiar menegaskan bahwa Rakornas ini bukan hanya ajang evaluasi, tapi juga akselerasi program perkaderan di Muhammadiyah. 

“Rakornas MPKSDI menjadi pesan bahwa Muhammadiyah siap memimpin peradaban digital dengan nilai Islam Berkamajuant. Database kader yang terintegrasi, akan memastikan sumber daya insani kita tak pernah hilang, dan siap tempur kapan saja,” ungkap Bachtiar.  

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat mempererat persaudaraan kader dari Sabang hingga Merauke, serta memberi dampak nyata terhadap umat dan persyarikatan. Bachtiar juga mengajak seluruh Kader Muhammadiyah dimana pun berada untuk memeriahkan agenda Rakornas MPKSDI PP Muhammadiyah 2025 di Surakarta.

Terkait

Tags: IndonesiaIslamMuhammadiyahpendidikanPeradaban
Previous Post

Di Balik Susah, Ada Janji

Next Post

Rakornas MPKSDI 2025: Membangun Arah Baru Perkaderan di Era Society 5.0

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Rakornas MPKSDI 2025: Membangun Arah Baru Perkaderan di Era Society 5.0

Rakornas MPKSDI 2025: Membangun Arah Baru Perkaderan di Era Society 5.0

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.