Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Formula Pribumisasi Islam ala Gus Dur

Zun Uswatun Khasanah by Zun Uswatun Khasanah
Juli 9, 2021
in Report
0
Gus Dur
22
SHARES
130
VIEWS

Beberapa peristiwa yang telah terjadi seperti bunuh diri dan terorisme menjadi salah satu kejadian yang dilatar belakangi oleh kesalahan  dalam menafsirkan agama. Maka dengan ini untuk membedah pemikiran Gus Dur yang memiliki nama lengkap KH. Abdurrahman Wahid adalah hal  terpenting untuk membawa kita kepada pemahaman agama dengan lebih luas.

Sebab, perbincangan yang sangat rumit di dalam keberagaman ialah persoalan mengenai penafsiran yang bisa mengakibatkan fatal jika dalam ranah ini terjadi kesalahan, karena dapat  menimbulkan destruksi ke-seutuhan nilai-nilai yang terdapat di dalam agama yang luhur ini.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Mengenal Gus Dur dan Pemikirannya

Siapa yang tak kenal dengan nama Gus Dur, sosok beken pemikir Islam yang lahir di kota Jombang Jawa Timur pada tanggal 7 September 1940. Gagasan pemikirannya dalam konteks kajian Islam hingga kini masih terus hidup di tengah masyarakat di Indonesia. Salah satu karya fenomenal Gur Dur berjudul Islam Ku, Islam-Anda dan Islam-Kita, ialah buku yang isinya arikel-artikel karya Gus Dur.

Sebagai sebuah potret pemikiran Gus Dur tentang pemaknaan dan pemahaman agama Islam dalam konteks pluralisme, serta di dalam karya tersebut Gus Dur juga menuangkan pemikirannya mengenai Islam dalam kaitanya terhadap isu-isu modern, contohnya mengenai demokrasi pluralisme, sosialisme, HAM, kapitalisme, globalisasi dan nasionalisme. Maka dengan itu, setidaknya pemikiran Gus Dur di dalam buku tersebut dapat memeberikan pencerahan serta kontribusi atau bahkan kritik ditengah pergolakan berbagai persoalan keagamaan yang sering terjadi di Indonesia.

Formula Islam Ku, Islam-Anda, dan Islam-Kita

Dalam tulisannya Gus dur membagi pemikirannya menjadi tiga garis besar keber-Islaman yang pantas untuk kita beri penghargaan dengan sungguh-sungguh serta mendalam, utamanya terhadap menciptakan Islam yang damai.

Islam Ku kerangka pertama yang menjelaskan keber-Islaman berdasar kepada pengalaman pribadi perseorangan. Suatu bentuk pengalaman pengetahuan keber-Islam-an seseorang untuk diketahuai oleh orang lain namun tidak untuk di paksakan atau bahkan disamakan kepada orang lain. Karena jika hal tersebut terjadi, akan menyebabkan timbulnya dislokasi terhadap orang lain hingga akhirnya bisa menghapus keelokan dari pendapatnya sendiri.

Selanjutnya adalah Islam-Anda, merupakan penjelasan mengenai keber-Islaman berdasar kepada keyakinan. Bagi Gus Dur kedua hal tersebut lebih kepada apresiasi serta refleksi seseorang terhadap ritual keagamaan ataupun tradisionalisme yang telah hidup ditengah-tengah masyarakat (Wahid, 2006:14).

Gus Dur memberikan penghargaan terhadap tradisi serta kepercayaan keagamaan sebagai sebuah kebenaran yang diikuti kelompok masyarakat Islam tertentu yang harus di hargai, yang dimaksud Gus dur sebagai sebuah kebenaran tersebut bukanlah berawal dari pengalaman akan tetapi dari keyakinan.

Harus dapat kita akui bahwasanya setiap kelompok organisme memang memiliki keyakinan tersendiri terhadap beberapa hal tertentu. Contohnya seperti pendapat lingkaran orang NU mungkin berbeda dengan pendapat lingkaran orang Muhammadiyah dan juga bisa kebalikannya. Akan tetapi perbedaan yang telah ada ini hendaknya tidak menjadi alasan ataupun dasar untuk saling menebarkan kekerasan diantara satu komunitas dengan komunitas lainnya. Sehingga sudah seharusnya keyakinan suatu komunitas harus dihargai serta dihormati dengan sepenuh hati.

 Kemudian yaitu Islam-Kita, adalah keber-Islaman yang memiliki cita cita mengusung terhadap kepentingan bersama kaum muslimin. Yakni sebgai sebuah keprihatinan sesorang kepada masa depan Islam yang berlandaskan pada kepentingan bersama. Visi dari Islam Kita berkaitan dengan konsep integratif yang mencakup Islam Ku dan Islam-Anda serta berkaitan dengan kaum muslimin secara keseluruhan.

Gus dur menyadari bahwa ada kesulitan untuk merusmuskan Islam-Kita, ini disebabkan pengalaman yang menjadikan Islam Ku sering berbeda terhadap kepercayaan yang membentuk Islam-Anda. Selain itu persoalan yang sangat mendasar ialah pembentukan Islam kita ada kecondongan sementara oleh komunitas dengan maksud untuk memaksakan konsep Islam-Kita menurut pendapat mereka sendiri, atau dapat dikatakan mereka hendak memaksakan kebenaran Islam menurut tafsiran mereka sendiri.

 Hal seperti ini adalah bentuk monopoli tafsir kebenaran Islam, yang bagi Gus dur sangat bertolak belakang dengansemangat demokrasi (Kholiq, 2009:59). Sehingga Gus dur menawarkan jalan keluar bahwa sangat penting merajut antara keberislaman berdasar kepada pengalaman serta keyakinan dengan tujuan mendirikan pemahaman keagamaan dengan berorientasi terhadap keadilan sosial dan juga perdamaian.

Hal terpenting yang dapat kita simpulkan dari pemikiran Gus dur ini ialah mengenai penolakannya pada ideologisasi, syariatisasi serta formalisasi Islam (Wahid, 2006:15) Gus dur berpandangan bahwa kejayaan Islam terdapat pada kesanggupannya untuk berkemabang dengan kultural. Sebab ini Gus Dur lebih memberi penghargaan terhadap upaya kulturalisasi di bandingkan usaha ideologisasi, dari pandangan tersebutlah Gus dur menjadi tergugah untuk melantangkan bahwa sebegitu pentingnya pribumisasi Islam di Indonesia.

Pribumisasi Islam Gus Dur

Pribumisasi Islam bukanlah suatu usaha melepaskan norma demi budaya, namun supaya norma tersebut menerima berbagai kebutuhan dari budaya dengan menggunakan peluang yang disediakan oleh variasi pemahaman nass serta tetap memberikan peranan terhadap qawaid al fiqh serta ushul al fiqh (INCReS, 2000:44) Pengertian sederhana dari gagasan Pribumisasi Islam Gus Dur ialah bagaimana Islam sebagai sebuah ajaran normative yang berasal dari Tuhan dan kemudian diakomodasikan kedalam kebudayaan yang asalnya dari manusia tidak dengan mengehilangkan identitas masing masing.

Dari sini dapat kita lihat bahwasanya pemikiran Gus Dur yang terdapat dalam karyanya  Islam Ku, Islam-Anda, dan Islam-Kita merupakan bentuk konsep pemikiran Gus Dur mengenai pribumisasi Islam yang dapat membawa kita kepada pemahaman Islam yang berbasis perdamaian. Sebagaimana yang selalu “disenandungkan” Gus Dur, keberagaman yang penuh kedamaian bukan kekerasan, dan juga salah satu bentuk harapan dengan tujuan mengakhiri kekerasan yang harusnya selalu digaungkan setiap saat. Selain itu konsep pribumisasi Islam ala gus dur ini bertujuan untuk menjadikan Islam sebagai nilai-nilai yang hidup ditengah-tengah masyarakat dan tidak menjadi suatu hal yang asing bagi kehidupan masyarakat. Dengan ini kaum muslimin dituntut agar dapat bijaksana dalam memformulasikan ajaran ajaran Islam yang sesuai dengan bangsa Indonesia.

Editor : Irawan

Terkait

Tags: pribumi islam
Previous Post

Tanda Hati Telah Mati

Next Post

Nietzsche: Kematian Tuhan untuk Kehidupan yang Merdeka

Zun Uswatun Khasanah

Zun Uswatun Khasanah

Next Post
Nietzsche: Kematian Tuhan untuk Kehidupan yang Merdeka

Nietzsche: Kematian Tuhan untuk Kehidupan yang Merdeka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.