Surakarta, 27-29 Januari 2025 – Pondok Pesantren Daarul Qur’an Surakarta (DQS) kembali menegaskan perannya sebagai pusat keilmuan Islam dengan menggelar Dauroh Ilmiah bersama Syekh Ali Bal-Aidi Al-Abyani Al-Yamani, ulama besar asal Yaman, serta KH. AM. Mustain Nasoha, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Qur’an Surakarta. Acara ini berfokus pada pengkajian dua kitab klasik penting, Sulukul Asasiyah dan Ta’lim Muta’lim, yang menjadi rujukan utama dalam disiplin tasawuf dan adab menuntut ilmu.
Selama tiga hari, Dauroh Ilmiah berlangsung di Masjid Ahmad Maryam dan Masjid Al-Kahfi, dua masjid utama dalam kompleks pesantren. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk para santri, tetapi juga untuk akademisi, pendidik, dan masyarakat luas yang tertarik pada kajian literatur Islam klasik.
Pendalaman Kitab dan Esensi Keilmuan
Syekh Ali Bal-Aidi Al-Abyani, seorang ulama spesialis tasawuf dan akhlak, memberikan pemaparan mendalam mengenai Ta’lim Muta’lim dan Sulukul Asasiyah. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya perjalanan spiritual sebagai fondasi pembentukan karakter Muslim yang berakhlak luhur. Dua kitab tersebut dianggap sebagai pedoman utama dalam membangun moralitas berbasis ajaran tasawuf yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Sementara itu, KH. AM. Mustain Nasoha, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Surakarta dan Pengurus PWNU Jawa Tengah di Lembaga LPBH, menguraikan pokok-pokok penting dalam Ta’lim Muta’lim karya Syekh Az-Zarnuji. Beliau menyoroti aspek adab al-muta’allim (adab pencari ilmu), disiplin dalam menuntut ilmu, serta hubungan antara ilmu dan amal.
“Pendidikan akhlak dan tasawuf harus menjadi prioritas utama dalam kurikulum pendidikan Islam. Tanpa adab, ilmu tidak akan memberikan manfaat yang sejati. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas spiritual santri serta memperkaya tradisi keilmuan pesantren,” ujar KH. Mustain Nasoha.
Antusiasme Peserta dan Dampak Kegiatan
Lebih dari 300 peserta, termasuk santri, asatidz, dan masyarakat dari berbagai daerah, mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Para peserta berasal dari lingkungan pesantren, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang tertarik pada kajian Islam klasik.
Salah seorang peserta, Ustadz Faiz Asykarullah dari Madura, mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan dauroh ini. “Dauroh ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya pembelajaran akhlak dalam menuntut ilmu. Materi yang disampaikan oleh para ulama sangat relevan untuk diterapkan dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Kepala SMA Sains Daarul Qur’an Surakarta, Dr. (Cand.) Andra Kurniawan, M.Pd., menilai bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi besar dalam pembentukan karakter peserta didik, terutama dalam pengembangan nilai-nilai akhlak Islami.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi pendidikan kami, yakni mencetak generasi yang unggul tidak hanya secara intelektual, tetapi juga dalam aspek moral dan spiritual. Kami berharap siswa yang mengikuti dauroh ini dapat mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ust. Zainul Majdi, M.H., selaku Mudir Pondok Putra Pesantren Daarul Qur’an Surakarta, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan terletak pada akhlak dan keteladanan dalam proses belajar-mengajar.
“Dauroh ini sangat strategis dalam membentuk santri menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keikhlasan hati dan kearifan dalam bertindak. Ini adalah langkah awal dalam mempersiapkan generasi muda yang siap berkontribusi positif bagi umat,” imbuhnya.
Penutupan dan Harapan ke Depan
Sebagai penutup, Syekh Ali Bal-Aidi Al-Abyani menyampaikan pesan mendalam: “Menuntut ilmu bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga harus menjadi proses spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah. Keberkahan ilmu terletak pada akhlak dan amal.”
Dengan keberhasilan pelaksanaan Dauroh Ilmiah ini, Pesantren Daarul Qur’an Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat keilmuan Islam yang mengedepankan pembelajaran ilmu dan pendidikan akhlak. Pimpinan pesantren berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin guna membangun generasi Islam yang unggul dalam ilmu, amal, dan akhlak.
Pihak yayasan turut mengapresiasi peran dua narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman mereka dalam kegiatan ini. “Acara ini merupakan anugerah besar bagi pesantren dalam menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak yang menjadi inti kajian kitab yang dibahas. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini, mulai dari panitia, peserta, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.