Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Pengaruh Budaya Korea Terhadap Remaja Muslim: antara Tidak Mau Ketinggalan Zaman atau Tasyabbuh

AdminKS by AdminKS
April 8, 2026
in Report
0
Pengaruh Budaya Korea Terhadap Remaja Muslim: antara Tidak Mau Ketinggalan Zaman atau Tasyabbuh
13
SHARES
77
VIEWS

Oleh: Zahirah Rizki Fuadi

Remaja muslim yang lahir pada masa generasi Z, tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, yang mempengaruhi cara mereka berekspresi dan menyebarkan nilai-nilai Islam. Teknologi, khususnya media sosial dan aplikasi digital, memberikan kesempatan bagi generasi untuk mengeksplorasi ajaran agama, serta menyampaikan pesan-pesan agama kepada khalayak yang lebih luas dengan cara yang inovatif dan relevan.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Namun, tantangan yang dihadapi antara lain ketergantungan pada dunia digital yang dapat mengalihkan fokus dari praktik keagamaan dan risiko terpapar informasi yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Islam (Ahmad Nurrohim dkk, 2025), karena masuknya budaya luar yang semakin pesat, entah itu berupa Westernisasi atau Hallyu.

Dunia digital yang bersifat bebas dan terbuka mengakibatkan banyaknya budaya luar yang masuk ke dalam. Salah satunya, yang sudah berkembang pesat yakni Hallyu, gelombang budaya Korea. Beberapa tahun terakhir, budaya Korea benar-benar jadi sorotan dunia. Mulai dari musik popnya, drama, sampai ke fashion dan gaya hidupnya memiliki gaya tarik yang luar biasa.

Tapi menariknya, dibalik kebanggaan itu, ada sisi lain yang jarang disinggung, apakah budaya modern ini bisa menimbulkan tasyabbuh, atau peniruan yang berlebihan terhadap tren dan gaya hidup yang kadang bertentangan dengan nilai moral dan agama?

Kalau kita lihat keseharian penggemar K-pop atau drama Korea sekarang, banyak dari mereka yang menjadikan idola atau aktor kecintaan mereka sebagai panutan utama. Mereka meniru gaya rambut, pakaian, cara bicara, bahkan pola hidup sang idola.

Padahal, tidak semua hal yang ditampilkan di industri hiburan itu bernilai positif. Disinilah muncul unsur tasyabbuh, ketika seseorang meniru tanpa menyaring, hanya karena ingin terlihat keren atau diterima oleh lingkungan. Dalam ajaran Islam, sikap seperti ini sebenarnya diingatkan agar kita tidak terlalu mengikuti gaya hidup yang bisa menjauhkan kita dari identitas dan nilai agama Islam.

Selain itu, banyak remaja yang menjadikan ketenaran dan popularitas sebagai ukuran kesuksesan. Mereka bermimpi jadi idol, penyanyi, atau influencer terkenal, karena melihat bagaimana dunia hiburan Korea begitu menyenangkan. Padahal di balik layar, kehidupan para selebriti itu tidak selalu indah seperti yang terlihat di layar.

Ada sebuah tekanan besar, standar kecantikan yang tinggi, dan tuntutan untuk selalu sempurna, sehingga bisa membuat remaja jadi kehilangan rasa syukur dan merasa kurang percaya diri karena role model mereka yang nampak begitu sempurna. Dalam Islam, kita diajarkan untuk bersikap sederhana dan menerima diri apa adanya, bukan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.

Meski begitu, bukan berarti semua pengaruh budaya Korea itu buruk. Banyak juga hal positif yang bisa diambil, seperti semangat kerja keras, disiplin, solidaritas antar kelompok, dan kreativitas yang tinggi. Selama remaja bisa menyaring mana yang baik dan mana yang bisa menjerumuskan, maka budaya ini tetap bisa memberi manfaat. Kuncinya adalah tetap berpegang pada nilai agama dan budaya sendiri. Islam tidak melarang umatnya mencintai seni atau budaya, asalkan tidak sampai kehilangan batas dan jati diri agamanya.

Jadi, pengaruh budaya Korea terhadap remaja zaman sekarang sebenarnya ada sisi positif yang bisa memotivasi, tapi juga ada sisi tasyabbuh yang perlu diwaspadai. Meniru boleh, tapi jangan sampai kehilangan arah. Meniru dalam hal yang tidak sampai mengikuti ritual agama suatu kaum itu tidak dianggap sebagai tasyabbuh, selagi pribadi tersebut dapat memilih mana yang dapat ditiru dan diamalkan, mana yang banyak mudhorot dan tak perlu diikuti.

Sebagai generasi muda, penting banget untuk tetap ingat bahwa identitas sejati bukan diukur dari gaya rambut atau jumlah pengikut di media sosial, melainkan dari akhlak, iman, dan seberapa besar kita bisa menjaga diri dari hal-hal yang melalaikan. Kita tidak dapat membatasi budaya luar yang masuk kedalam, akan tetapi kita dapat membatasi dan menyaring diri kita dalam mengikuti budaya-budaya luar.

Editor: Ahmad Muwaffiqul Choir

Terkait

Previous Post

Kehilangan Makna Hidup di Tengah Kemudahan: Krisis Eksistensi Gen Z

Next Post

Integrasi Ilmu dan Akhlak: Peran Pondok Pesantren bagi Mahasiswa Modern

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Integrasi Ilmu dan Akhlak: Peran Pondok Pesantren bagi Mahasiswa Modern

Integrasi Ilmu dan Akhlak: Peran Pondok Pesantren bagi Mahasiswa Modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.