Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

PC IMM Pekalongan Bersama Cipayung Pekalongan Raya Gelar Aksi Damai untuk Suara Rakyat

AdminKS by AdminKS
September 11, 2025
in Report
0
PC IMM Pekalongan Bersama Cipayung Pekalongan Raya Gelar Aksi Damai untuk Suara Rakyat
12
SHARES
72
VIEWS

KALIMAHSAWA,ID, Pekalongan – Senin siang (8/9/2024), suasana di depan Kantor DPRD Kab. Pekalongan berubah dari biasanya. Jalanan yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan, mendadak dipenuhi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Pekalongan Raya. Dengan langkah tegap, spanduk, bendera dan poster di tangan, serta semangat yang menyala di dada, mereka hadir bukan untuk gaduh, melainkan untuk menyuarakan aspirasi rakyat kecil dan menyampaikan kritik konstruktif terhadap kinerja pemerintah daerah.

Aksi damai ini diikuti oleh berbagai organisasi kemahasiswaan, Mulai dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di bawah teriknya matahari, mahasiswa bergantian menyampaikan orasi, mengingatkan pemerintah tentang pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat di sektor Peningkatan kesejahteraan Rakyat, Transparansi Anggaran, dan Penegakan Hukum yang adil di wilayah Kabupaten Pekalongan.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Menurut keterangan salah satu koordinator aksi, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif tanpa mengganggu ketertiban umum. “Kami hadir di sini bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan untuk mengingatkan pemerintah agar lebih peka terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya.

Berbeda dengan stigma yang kerap melekat pada demonstrasi, aksi Cipayung Plus Pekalongan berjalan damai, tertib, dan penuh wibawa. Tidak ada bentrokan, tidak ada kericuhan. Yang ada hanyalah wajah-wajah muda penuh idealisme, berdiri rapi dengan spanduk bertuliskan tuntutan rakyat, dan suara lantang yang memancarkan keyakinan akan perubahan.

Mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian, menghindari kata-kata provokatif, dan lebih menekankan kritik yang membangun. Atmosfernya menyerupai kelas terbuka di jalanan: penuh gagasan, kritik, harapan, namun tetap santun dan beradab. Aksi ini membuktikan bahwa demonstrasi tidak selalu harus identik dengan kekerasan. Justru, mahasiswa Pekalongan ingin menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi secara damai jauh lebih kuat dan bermartabat.

Salah satu Mahasiswa yang Bernama Fachrurrazi Sebagai Perwakilan Dari Bidang Hikmah Politik dan Kebiajakan Publik PC IMM Pekalongan berdiri di depan massa, suaranya bergetar namun tegas.”Kami hadir di sini bukan untuk membuat kerusuhan. Kami datang dengan hati yang tulus, untuk mengingatkan pemerintah agar jangan menutup mata terhadap penderitaan rakyat kecil. Suara mahasiswa adalah suara rakyat, dan suara rakyat adalah kebenaran yang tak boleh dibungkam. Tidak hanya dari Perwakilan Bidang HPKP tapi juga Ketua Umum PC IMM Pekalongan Muhammad Haidar ikut Menyuarakan Orasi. “Sekalipun IMM tidak berpolitik, tetapi tetap selalu memiliki peran terhadap politik.

Lebih dari sekadar menyuarakan kritik, aksi ini juga membawa pesan moral penting. Mahasiswa mengingatkan bahwa mereka adalah garda terdepan dalam mengawal perubahan. Mereka hadir sebagai pengingat bagi pemerintah agar tidak lengah dalam menjalankan amanah rakyat. Harapan baru pun terbangun: bahwa suara mahasiswa dapat menjadi jembatan antara rakyat kecil dengan pemegang kebijakan. Bahwa demokrasi di Kabupaten Pekalongan masih hidup, masih ada yang berani bersuara ketika ketidakadilan terjadi.

Bagi mahasiswa Cipayung Plus Pekalongan, aksi damai ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah panjang perjuangan. Mereka berkomitmen untuk tetap hadir sebagai mitra kritis pemerintah, sebagai pengawal kebijakan publik, dan sebagai penjaga moral bangsa.

“Selama masih ada ketidakadilan, mahasiswa tidak boleh diam. Selama rakyat kecil masih tertindas, kami akan terus bersuara,” tegas salah seorang orator, disambut teriakan lantang penuh semangat dari massa aksi.

Ketika massa aksi bubar dengan tertib, tidak ada sisa kericuhan yang tertinggal. Yang tersisa hanyalah jejak perjuangan sebuah pesan jelas bahwa Pekalongan memiliki generasi muda yang peduli, berani, dan siap memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.

Aksi damai Cipayung Pekalongan Raya adalah cermin bahwa mahasiswa tetap konsisten pada perannya: agen perubahan dan penjaga nurani bangsa. Di tengah tantangan zaman yang kerap menekan idealisme, mereka memilih untuk berdiri tegak, menyuarakan kebenaran, dan mengingatkan pemerintah agar tidak lalai.

Lebih jauh, aksi ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Bahwa suara rakyat, sekecil apa pun, akan selalu menemukan jalannya ketika ada yang berani menyuarakannya. Dan mahasiswa, sekali lagi, membuktikan diri sebagai suara itu.

Dengan aksi yang damai, tertib, dan penuh pesan moral, Cipayung Pekalongan Raya telah meninggalkan kesan kuat: bahwa demokrasi masih hidup di Pekalongan, dan bahwa masa depan daerah ini masih memiliki harapan selama ada yang berani bersuara demi rakyat kecil.

Kontributor: Fachrurrazi (Kabid HPKP PC IMM Pekalongan)

Terkait

Previous Post

BEM UMS Gelar Bookparty ‘Harrasment Case’, Membangun Kesadaran Mahasiswa

Next Post

Grand Opening Latihan TS UMS: Menguatkan Tali Persudaraan

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Grand Opening Latihan TS UMS: Menguatkan Tali Persudaraan

Grand Opening Latihan TS UMS: Menguatkan Tali Persudaraan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.