Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Ketika Kebenaran Dibungkam

Hammam Alghazy by Hammam Alghazy
April 27, 2026
in Puisi
0
Ketika Kebenaran Dibungkam
15
SHARES
86
VIEWS

Oleh: Hamam AlGhazy

Ada saatnya dunia tidak menjadi gaduh karena banyaknya kesalahan,

TulisanTerkait

Analisis Cinta Platonik dalam Novel Sayap-Sayap Patah

Rp10.000: Apakah Harga Hidup Seorang Anak?

Kisi-kisi Ujian

Melainkan karena kebenaran memilih untuk tidak lagi bersuara.

Dalam diam yang tampak tenang itu,

Kebatilan menemukan ruangnya—

Bukan dengan memaksa,

Tetapi dengan perlahan menempati kekosongan

Yang ditinggalkan oleh keberanian.

Kita sering mengira bahwa menjauh dari keburukan

Telah cukup menyelamatkan diri.

Padahal, kebaikan tidak hanya soal menjaga jarak,

Tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir

Di saat kebenaran mulai kehilangan suaranya.

Ada lisan yang tertahan,

Bukan karena tak mampu,

Melainkan karena takut kehilangan kenyamanan.

Ada hati yang mengetahui,

Namun memilih diam

Demi menjaga ketenangan yang semu.

Di sanalah batas itu menjadi kabur,

Antara yang benar dan yang dibiarkan,

Antara yang salah dan yang perlahan dimaklumi.

Sebab kebenaran sejatinya tidak membutuhkan banyak suara.

Ia hanya menunggu satu keberanian

Untuk dihadirkan ke permukaan.

Dan ketika keberanian itu tidak pernah datang,

Kebatilan tidak perlu berjuang keras,

Ia hanya perlu menunggu,

Hingga diam kita menjelma menjadi persetujuan yang tak disadari.

Maka bersuara bukan sekadar pilihan,

Melainkan bentuk tanggung jawab yang halus namun berat.

Bukan untuk menjadi paling benar,

Tetapi agar kebenaran tidak hilang

Dalam sunyi yang kita ciptakan sendiri.

Karena dunia tidak selalu runtuh oleh besarnya kesalahan,

Tetapi sering kali oleh kecilnya keberanian

Untuk menjaga yang benar tetap hidup.

Terkait

Previous Post

Pendidikan Karakter ala Luqman al-Hakim

Next Post

Malam Keakraban HMP PAI UMS 2026: Jalin Kebersamaan, Solidaritas dan Kreativitas

Hammam Alghazy

Hammam Alghazy

Next Post
Malam Keakraban HMP PAI UMS 2026: Jalin Kebersamaan, Solidaritas dan Kreativitas

Malam Keakraban HMP PAI UMS 2026: Jalin Kebersamaan, Solidaritas dan Kreativitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.