Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Islamofobia dalam Kacamata Gus Ulil

Izzul Khaq by Izzul Khaq
Februari 23, 2022
in Sosok
0
Islamofobia

Sumber: Tempo.co

25
SHARES
145
VIEWS

Realitas umat islam di Indonesia dalam kacamata para cendikiawan muslim begitu beragam interpretasinya. Tak ayal, Gus Ulil mencurahkan kembali keluh kesahnya di twitter kemarin berkenaan soal islamofobia. Rasa-rasanya tidak masuk dalam alur logika manapun, jika ajaran-ajaran yang sarat penuh kasih sayang, penuh perdamaian itu dianggap dan dijangkiti sesuatu yang penuh kekerasan, teror, bahkan pembunuhan massal.

Kesalahpahaman Kita Atas Islamofobia

Tokoh liberal yang sekarang tradisional itu mengawali ajakan mengamati beberapa waktu terakhir ini, bahwa istilah Islamofobia (ketakutan pada Islam) dimaknai secara kurang tepat oleh sebagian kalangan. Tentu saja “tidak tepat” di sini menurut pendapatnya, jika teman-teman tidak setuju, dipersilahkan.

TulisanTerkait

Cahaya dari Pesisir: Menelusuri Jejak Intelektual Ahmad Dahlan dan Kartini dalam Arus Pembaruan Bangsa

Kursi Roda, Saksi Bisu Perjuangan Ahmad Yasin Melawan Kedzaliman Israel

Buya Hamka: Pena, Iman, dan Perjuangan Seorang Ulama

Tampaknya, ada gejala “Islamofobia” dimaknai sebagai segala pendapat atau posisi pemikiran yang berseberangan dalam isu-isu keagamaan (baca: Islam). Ini gejala pertama. Gejala yang kedua tampaknya, tuduhan Islamofobia ini lebih banyak dipakai oleh pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah.

Pemaknaan Islamophobia seperti itu, menurutnya, kurang tepat. Umat Islam sejak dulu beragam, dan memiliki posisi pemikiran dan politik yang berbeda-beda. Tidak selayaknya, pihak yang satu menuduh yang lain (keduanya sama-sama umat Islam) sebagai “Islamofob” hanya karena perbedaan ide.

Jika seseorang mengkritik keras ide khilafah misalnya, ia tidak bisa disebut “Islamofob”. Begitu hingga seseorang yang berpendapat bahwa wayang tidak sesuai dengan Islam, dia bukan Islamofob. Sebaliknya, pihak yang menyerang balik pendapat yang mengharamkan wayang juga bukan Islamofob.

Pemerintah Indonesia di bawah Jokowi memiliki posisi politik yang jelas dalam isu-isu keislaman, yaitu mendukung posisi Islam yang moderat, dan karena itu mengampanyekan gagasan “moderasi Islam”. Kebijakan pemerintah jelas membatasi ruang gerak bagi ide-ide Islam “kanan”.

Posisi pemerintah seperti itu jelas bukan menandakan adanya Islamofobia. Bagaimana pemerintah Jokowi bisa disebut Islamofob dan “anti-Islam” orang presiden, wakil presiden, dan para menterinya mayoritas beragama Islam. Istilah Islamophobia di sini dipakai secara tidak tepat.

Apa Itu Islamofobia?

Apakah di Indonesia ada Islamofobia? Menurutnya ada, tapi itu berkembang hanya terbatas di kalangan kelompok yang amat kecil di luar Islam. Tapi itu kecil sekali. Gus ulil mengetahui bahwa sebagian besar kalangan non-Muslim di Indonesia sangat menghargai Islam yang moderat.

Banyak kalangan non-Muslim yang menghargai, bahkan mengagumi tokoh-tokoh Islam seperti Gus Dur, Buya Syafi’i Maarif, Gus Mus, Kiai Said Aqil, dan lain-lainnya

Dengan kata lain, di Indonesia saat ini kita tidak bisa membesar-besarkan isu Islamofobia. Jika ada kalangan yang tidak suka pada kelompok Islam konservatif atau garis keras, itu bukan Islam Islamofobia.

Lalu, apa definisi Islamofobia? Gus Ulil berpendapat bahwa Islamofobia maknanya terdapat dua: pertama, menganggap bahwa semua umat Islam adalah sama, yaitu jahat dan teroris; Kedua, pandangan yang serba “esensialistik” dan menyederhanakan tentang umat Islam. Misalnya setiap muslimah yang memakai cadar adalah teroris. Harus dibedakan antara tidak setuju dengan cadar di satu pihak, dan mengidentikkan cadar dengan terorisme.

Tidak setuju, bahkan mengkritik cadar atau jilbab, bukanlah Islamofobia. Yang bisa disebut Islamophobia adalah menggeneralisir bahwa semua muslimah yang bercadar adalah jahat dan teroris. Ini pandangan yang keliru, menurutnya.

Jika teman-teman mau contoh Islamofobia yang “blatant” atau terang-terangan adalah buku-buku yang ditulis oleh Robert Spencer di Amerika. Orang-orang seperti Spencer ini, tidak ada yang disebut “Islam moderat”. Bagi dia hanya ada satu Islam, Islam sebagai “religion of evil”, agama kejahatan.

Bagi orang-orang seperti Spencer, Islam moderat itu hanya “basa-basi” diplomatik untuk menutupi “ajaran-ajaran jahat” dalam Islam.

Inilah contoh yang terang-terangan dari Islamofobia. Kaum Islamofob seperti Spencer ini tidak berhenti pada menulis buku saja, tetapi “mendakwahkan” Islamofobia.

Diakhir cuitannya beliau mengajukan pertanyaan mengapa muncul Islamofobia ? ini juga pertanyaan yang menarik. Mungkin akan menjadi tema keluh kesahnya yang terpisah dari twit Gus Ulil di akun twitternya selanjutnya.

Kesimpulan

Mari kita memikirkan sejenak berkenaan bahwa Islam rahmatan lil alamin itu perlu dipraktekkan dalam kehidupan, meneladani akhlak yang dicerminkan oleh Rasulullah Saw di tengah perbedaan dan beragamnya para sahabat. Sudah selayaknya kita belajar dari sejarah supaya lebih bijak dan dewasa menghadapi Islamophobia dalam tubuh umat Islam sendiri.

Terkait

Tags: Gus UlilIslamofobiakalimahsawa
Previous Post

Komphein dan Perlawanan Atas Pelanggar Hak Kekayaan Intelektual

Next Post

Euforia Wayangan, Media Dakwah dan Atensi Elite Penguasa

Izzul Khaq

Izzul Khaq

Mahasiswa Ilmu Qur'an dan Tafsir UMS Mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran 2019

Next Post
Euforia Wayangan, Media Dakwah dan Atensi Elite Penguasa

Euforia Wayangan, Media Dakwah dan Atensi Elite Penguasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.