KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA – Akhir-akhir ini, kemandirian ekonomi menjadi fokus utama berbagai organisasi mahasiswa. Mahasiswa zaman now mulai peduli dan bertindak mencari cara bagaimana caranya menjadi produktif, bukan konsumtif. Bukan mencari lapangan kerja, tapi justru mencipta lapangan kerja. Kemandirian ekonomi yang dilakukan para mahasiswa merupakan salah satu faktor pembangunan ekonomi negara. Hal ini juga berlaku pada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajah Nuriyyah Shabran. Mereka menunjukkan komitmennya untuk membangun enonomi yang mandiri dan berkelanjutan dengan Gerakan Hijau Berkemajuan dengan program pertanian kebun mangga yang baru saja dilakukan pada Ahad, 2 November 2025 pagi hari.
Di hamparan lahan seluas lebih kurang tiga ribu meter persegi di Shabran Farm, para kader IMM Pondok Shabran bahu-membahu menanam pohon mangga yang sebenarnya sudah disiapkan sejak enam bulan lalu terhitung dari awal munculnya gagasan, juga penanaman bibit pertamanya.
“Enam bulan perjalanan ini bukan tanpa tantangan, melainkan mulai dari perawatan bibit, kondisi cuaca, hingga menjaga komitmen bersama. Namun justru dari proses itulah kami belajar arti sesungguhnya dari kemandirian, tanggung jawab, dan kerja kolektif dalam bingkai dakwah ekonomi”. Ucap IMMawan Hibatullah Al-Mubarok, selaku penggagas kegiatan ini.
Sejak awal hingga selanjutnya masa perawatan nanti, seluruh proses berupa penanaman, penyiraman, hingga pemupukan dilakukan secara mandiri oleh para anggota IMM Pondok Shabran. Maka selain menjadi sarana pelatihan keterampilan di bidang pertanian, nantinya kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi produktif bagi Pondok Hajjah Nuriyah Shabran di masa mendatang.
Dengan semangat kemandirian dan kerja kolektif, para kader IMM Pondok Hajah Nuriyyah Shabran berharap nantinya kebun mangga ini tak hanya menghasilkan panen buah yang melimpah saja, tetapi juga kelak menjadi simbol tumbuhnya ekonomi umat yang berlandaskan nilai-nilai Islam, kerja sama dan kerja keras.
Sebagai pihak yang menggagas kegiatan ini, saya merasa sangat bersyukur dan bangga melihat semangat teman-teman IMM Pondok Hajah Nuriyyah Shabran dalam membangun kemandirian ekonomi melalui kebun mangga di Shabran Farm. Apa yang dulu hanya berupa gagasan sederhana, kini mulai tumbuh nyata di atas lahan seluas tiga ribu meter persegi yang kami kelola bersama.

Hibatullah mengaku sangat bersyukur dan bangga melihat semangat para kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran yang begitu antusias menyambut dan mewujudkan gagasannya ini dengan bersama membangun kemandirian ekonomi melalui kebun mangga Shabran Farm. Hibat juga berharap, kebun mangga ini jangan sampai hanya menjadi proyek pertanian semata. Tetapi juga menjadi laboratorium nyata bagi para kader IMM untuk belajar mengelola potensi ekonomi umat. Ke depannya, semoga hasil dari kebun ini kelak dapat memberikan manfaat yang luas, baik untuk pondok, masyarakat sekitar, maupun penguatan gerakan ekonomi berbasis keumatan.
“Kegiatan ini adalah langkah kecil, namun saya yakin dengan kesungguhan dan keikhlasan serta semangat keberlanjutan, kelak pasti akan tumbuh efek yang besar dan memberi buah yang berkah. Sebagaimana pepohonan mangga yang sedang dan akan terus kami rawat bersama”. Ujar Hibat di akhir wawancaranya.
Kontributor: Astyra Gita Kinanti