Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Farah Dzikrina Adiba Dorong Kepemimpinan Perempuan Berkelanjutan dalam DIKSUSWATI Paripurna

RedaksiKS by RedaksiKS
Juli 22, 2026
in Report
0
Farah Dzikrina Adiba Dorong Kepemimpinan Perempuan Berkelanjutan dalam DIKSUSWATI Paripurna
8
SHARES
49
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, Jakarta – Koordinator Program SMILE (Sustainable, Multicultural, Inclusive, and Local Empowerment), Farah Dzikrina Adiba, berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Khusus Immawati Paripurna (DIKSUSWATI Paripurna) yang diselenggarakan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Strategis (PPSD) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Sabtu (27/6).

Dalam sesi yang mengangkat tema “Strategi Kepemimpinan Perempuan dalam Mengawal Isu Berkelanjutan”, Farah menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan yang semakin kompleks.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Menurut Farah, kepemimpinan perempuan tidak cukup hanya hadir dalam struktur organisasi, tetapi juga harus mampu membangun sistem, memperkuat kaderisasi, serta menciptakan ruang diseminasi pengetahuan yang berkelanjutan.

“Kaderisasi merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan. Organisasi membutuhkan regenerasi yang terencana agar pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai perjuangan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi organisasi perempuan, termasuk Immawati, adalah terbatasnya kader yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk membangun ekosistem kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin perempuan yang adaptif, progresif, dan berperspektif keberlanjutan.

Selain kaderisasi, Farah juga menyoroti pentingnya membangun sistem organisasi yang mampu mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik-praktik baik yang telah dilakukan kader di berbagai daerah. Menurutnya, pengalaman dan keberhasilan suatu wilayah harus menjadi pengetahuan kolektif yang dapat dipelajari dan direplikasi oleh wilayah lainnya.

“Jangan sampai kegiatan yang sudah dilakukan dengan penuh kerja keras hanya tersimpan dalam laporan. Pengalaman tersebut perlu ditulis, didokumentasikan, dan disebarluaskan agar menjadi inspirasi bagi kader di daerah lain,” katanya.

Dalam pemaparannya, Farah turut mendorong kader Immawati untuk aktif melakukan aktivisme media melalui penulisan artikel, opini, siaran pers, maupun kampanye digital. Media dinilai sebagai instrumen strategis untuk memperluas pengaruh gerakan perempuan sekaligus menyuarakan berbagai isu keadilan sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia juga berbagi pengalaman berbagai program pemberdayaan dan ecoliterasi yang dijalankan SMILE bersama mitra di sejumlah daerah, mulai dari penguatan literasi lingkungan, mitigasi bencana berbasis komunitas, pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga pelatihan jurnalistik lingkungan.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi membangun ekosistem gerakan yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat, komunitas, perguruan tinggi, media, dan pemerintah.

Pada sesi diskusi, peserta DIKSUSWATI Paripurna dibagi ke dalam beberapa kelompok tematik yang membahas isu kepemimpinan, aktivisme media, pemberdayaan ekonomi, penguatan sistem organisasi, serta kesetaraan gender dan inklusi sosial. Melalui forum tersebut, peserta diajak merumuskan gagasan, strategi, dan aksi nyata yang dapat diimplementasikan di wilayah masing-masing.

Farah berharap DIKSUSWATI Paripurna dapat menjadi ruang strategis untuk melahirkan kader-kader Immawati yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kepekaan sosial, kemampuan advokasi, serta komitmen kuat dalam mengawal agenda pembangunan berkelanjutan.

“Perempuan harus menjadi bagian penting dalam proses perubahan sosial. Kepemimpinan perempuan yang kuat akan melahirkan gerakan yang tidak hanya mampu menjawab tantangan hari ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Terkait

Tags: DIKSUSWATIIMMAWATIIslamMuhammadiyahPeradaban
Previous Post

Perlukah Menulis Ayat Al-Qur’an di Undangan Pernikahan? Ini Penjelasan KH Mustain Nasoha

Next Post

Banyak Anak Banyak Rezeki: Ketika Slogan Berbenturan dengan Realita Anak Terlantar

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Banyak Anak Banyak Rezeki: Ketika Slogan Berbenturan dengan Realita Anak Terlantar

Banyak Anak Banyak Rezeki: Ketika Slogan Berbenturan dengan Realita Anak Terlantar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.