Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Disertasi Nurbani Yusuf: Turunnya Tren Kepercayaan Terhadap Pancasila

RedaksiKS by RedaksiKS
Agustus 5, 2020
in Report
0
Nurbani Yusuf
31
SHARES
181
VIEWS

Kalimahsawa.id – Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nurbani Yusuf, menggarisbawahi pentingnya menghidupkan kembali diskursus tentang Pancasila secara proporsional dan kontekstual dengan semangat zaman. Pasalnya, terjadi penurunan kepercayaan publik terhadap ideologi Pancasila. Pada tahun 2005 publik yang pro-Pancasila angkanya mencapai 85,2%. Pada tahun 2010 angkanya menurun menjadi 79,4%, tahun 2015 angkanya menjadi 79,4%, dan di tahun 2018 berada di anka 75,3%.

“Dalam waktu 13 tahun, publik yang pro-Pancasila mengalami penurunan sebanyak 10%,” ujar Nurbani Yusuf dalam sidang terbuka doktor Sosiologi UMM yang digelar secara daring (30/7).

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Nurbani berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Restorasi Ideologi Pancasila dalam Pemikiran Tokoh Nasional (Studi Hermeneutika Fenomenologi Terhadap Ahmad Syafii Ma’arif, Yudi Latif, dan Yudian Wahyudi)” di hadapan para dewan penguji.

Lebih lanjut, Nurbani menjelaskan secara gamblang bagaimana implikasi yang diberikan para tokoh nasional terhadap ideologi Pancasila. Menurutnya, tokoh-tokoh nasional yang ditelitinya memiliki empat dimensi penting dalam dirinya yang membuat ideologi Pancasila dapat memelihara relevansinya. Terutama di tengah perkembangan aspirasi masyarakatnya dan tuntutan perubahan zaman. Dimensi tersebut adalah dimensi idealitas, dimensi fleksibelitas, dimensi realistas, dan dimensi relatif-spekulatif.

Dimensi idealitas maksudnya adalah suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dimensi fleksibilitas mengacu pada ideologi yang demokratis. Yang meletakkan kekuatannya pada keberhasilannya merangsang masyarakat untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru tentang nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.

“Melalui pemikiran-pemikiran baru tentang dirinya ideologi itu mempersegar dirinya. Memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu. Dari situ kita barang kali dapat menyimpulkan bahwa suatu ideologi terbuka, karena bersifat demokratis, memiliki apa yang mungkin dapat kita sebut sebagai dinamika internal. Yang kemudian mengundang dan merangsang mereka yang meyakininya untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru tentang dirinya tanpa khawatir atau menaruh curiga akan kehilangan hakekat dirinya,” terang pengasuh rubrik Komunitas Padhang Makhsyar di KLIKMU.CO itu di tengah presentasinya di depan dewan penguji.

Selanjutnya, dimensi realita maksudnya adalah ideologi itu memiliki nilai-nilai dasar yang bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup di dalam masyarakatnya. Terutama pada waktu ideologi tersebut lahir. Sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka bersama.

Adapun dimensi relatif-spekulatif merupakan intepretasi yang dilakukan oleh para tokoh berdasarkan hasil perenungan panjang dalam pengalamannya. Dalam rangka memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan atau kegelisahan yang dihadapi oleh masyarakat pada ideologi yang telah disepakatinya.

Atas temuan-temuan dalam disertasinya tersebut, para dewan penguji memberikan apresiasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan penelitian yang dilakukan oleh Nurbani sangat relevan bila disandingkan dengan keadaan kontektual kekinian. Seperti kegaduhan beberapa waktu lalu yang menyoal urgensitas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila.

“Penelitian yang dilakukan oleh Pak Nurbani ini bagus sekali. Mengapa? Karena penelitian ini sangat relevan bila disandingkan dengan keadaan kontektual kekinian seperti kegaduhan beberapa waktu lalu menyoal urgensitas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,” ucap Dr Tri Suryaningsih.

selengkapnya baca disini.

Terkait

Tags: nurbani yusufpancasila
Previous Post

Yudi Latif: Peta Kebahagiaan Masyarakat Indonesia

Next Post

Teologi Muhammadiyah (2) : Rasionaliltas dan Konsep Al-Maun

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Jihad muhammadiyah

Teologi Muhammadiyah (2) : Rasionaliltas dan Konsep Al-Maun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.