Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Cetak Kader Entepreneur, Muhammadiyah Beri Beasiswa kepada 50 Kader Bertalenta

AdminKS by AdminKS
Juli 31, 2026
in Report
0
Cetak Kader Entepreneur, Muhammadiyah Beri Beasiswa kepada 50 Kader Bertalenta
9
SHARES
50
VIEWS

KALIMAHSAWA, YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) menggelar acara Pentasyarufan Beasiswa Kader Sarjana Wirausaha Muhammadiyah 2025 di Ruang Sidang Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (29/7/26).

Sebanyak 50 kader yang memiliki talenta entrepreneur di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terpilih untuk menerima beasiswa berupa modal usaha.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Dalam pemaparannya, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., selaku ketua MPKSDI menyampaikan adanya beasiswa ini sebagai penguatan ideologi dan upaya pembinaan bagi kader yang telah lulus sarjana dengan talenta entrepreneur, sehingga dapat mencetak pengusaha muda.

“Kader yang memiliki talenta entrepreneur akan dibina oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan agar usaha yang telah ada dapat menjadi korporasi negeri, tidak hanya menjadi UMKM saja,” ungkapnya, Jum’at (31/7).

Ia juga menyampaikan hadirnya program ini tidak hanya bertujuan mencetak pengusaha muda, namun juga sebagai jejaring pengaman sosial (society safety net) bagi kader di masa transisi pasca sarjana.

“Di masa transisi yang biasanya gabut, bingung, tidak jelas, dan luntang-lantung, dengan adanya kegiatan entrepreneur dan suntikan pendanaan dari MPKSDI ini, harapannya ada sesuatu yang bisa dilakukan secara produktif,” ujarnya.

Selanjutnya ia menyampaikan bahwa beasiswa ini tidak akan berhenti begitu saja, namun akan terus dipantau dalam perkembangannya.

“Kami siap melanjutkan dukungan tersebut karena kami bersinergi dengan institusi dan majelis-majelis lembaga yang ada di PP Muhammadiyah, sehingga bisa menangkap dan menindaklanjuti apa yang menjadi rintisan serta perhatian majelis kader kepada kader-kader entrepreneur Muhammadiyah,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pemilihan 50 kader tersebut dilakukan murni berdasarkan seleksi oleh tim khusus. Syarat utamanya adalah penerima bantuan harus aktif di Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), maupun dari lingkungan keluarga Muhammadiyah.

“Saya percayakan sepenuhnya pada tim yang menyeleksi, saya tidak memperhatikan kenal atau tidak kenal selama mereka aktif di Ortom Muhammadiyah, di amal usaha Muhammadiyah, atau keluarga Muhammadiyah yang memang harus diperhatikan oleh MPKSDI,” tegasnya.

Bachtiar berharap adanya beasiswa ini dapat menjadi penguatan dalam rangka menyejahterakan kader-kader entrepreneur muhammadiyah setelah masa sarjananya.

“Ini adalah bagian dari perhatian kami yang tidak hanya memberikan penguatan ideologi, tetapi juga penguatan setelah studi dalam rangka menyejahterakan kader-kader entrepreneur Muhammadiyah,” tutupnya.

Kontributor: Choiril Amirah Farida

Terkait

Previous Post

Mengapa Kita Sulit Merasa Cukup? Memaknai Harta dalam Perspektif Islam

Next Post

Analisis Cinta Platonik dalam Novel Sayap-Sayap Patah

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Analisis Cinta Platonik dalam Novel Sayap-Sayap Patah

Analisis Cinta Platonik dalam Novel Sayap-Sayap Patah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.