Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Harun Nasution : Pentingnya Peranan Akal

Arif Permana Putra by Arif Permana Putra
Juni 3, 2022
in Report
0
Harun Nasution : Pentingnya Peranan Akal
71
SHARES
418
VIEWS

Harun Nasution, adalah seorang yang ahli dalam bidang filsafat Islam. Dia dalam ceramahnya selalu mengedepankan dan mengatakan Islam merupakan agama, dimana di Islam sendiri akal itu harus dihargai. Sebelum membahas secara mendalam tentang pemikiran dari Harun Nasution, penulis perlu memaparkan riwayat hidupnya secara singkat dan jelas.

Biografi Harun Nasution

Kita perlu tahu, bahwa Harun Nasution dilahirkan pada tanggal 23 september bertepatan pada hari selasa tahun 1919 di Sumatra. Ayahnya bernama Abdul Jabar Ahmad, beliau seorang ulama’ yang konon katanya mengetahui beberapa kitab-kitab Jawi. Pendidikan formal Harun Nasution ini dimulai di negara Belanda, di HIS selama kurang lebih 7 tahun. Setelah itu pindah dan menempati Moderne Islamietische Kweekschool yang terletak di Bukittinggi pada tahun 1934.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Pasca itu dia melanjutkan lagi ke Universitas Al-Azhar di negara Mesir, menyambung dari Al-Azhar, secara bersamaan dia juga kuliah di Universitas Amerika di Mesir. Berlanjut lagi di Mc. Gill, yang terletak di negara Kanada, yang waktu itu pada tahun 1962. Jadi, terlihat dari karir pendidikannya, seorang Harun Nasution adalah manusia yang dilahirkan di bumi ini sebagai orang yang berpengetahuan tinggi dan luas, yang perlu penulis dan pembaca artikel ini memberi apresisi bersama-sama.

Harun Nasution terkenal dengan intelektualnya, yang terbentuk di IAIN Ciputat. Kemudian pada kedudukan formalnya dia menjadi seorang pengajar dan sekaligus rektor. Pada masa terakhir ini dia mengajar beberapa mata kuliah, dengan menyangkut sejarah perkembangan dari pemikirannya yang dibuktikan dengan menjadi salah-satu sarana awal yang menjadi pembentuk jaringan antara sang dosen dan mahasiswanya.

Pemikirannya Tentang Peranan Akal

Pada saat dia Harun Nasution mau menyelesaikan desertasinya. Dia mau mengangkat sebuah problematika akal, yang menganut atau dari Muhammad Abduh sebagai bahan kajiannya saat dulu di Universitas McGill, Montreal negara Kanada. Menurutnya, dilihat dari besar kecilnya sebuah peranan akal, akan mempengaruhi sebuah teologi aliran dan sangat menentukan dinamis atau tidaknya pemahaman seseorang mengenai ajaran Islam.

Membahas tentang peran dan pentingnya akan menurut Harun Nasution, dia mengungkapkan dan menulisnya dengan, “Akal melambangkan sebuah sumber kekuatan dari makhluk yang namanya manusia. Berkat dari adanya akan, manusia bisa melakukan apapun, dalam artian sanggup untuk melakukan dan menaklukkan kekuatan dari makhluk lain yang ada disekitarnya tersebut.

Bertambah tinggi akal dari manusia, bertambah tinggi juga kekuatan manusia untuk menaklukkan makhluk lain. Sedangkan bertambah lemah kekuatan akal dari manusia, nantinya juga akan bertambah lemah dan tidak berdaya sumber kekuatan manusia untuk menaklukkan makhluk yang ada disekitarnya”.

Harus Nasution juga menyadari, bahwa akal sangatlah berguna bagi manusia. Dilihat dari banyaknya tulisan-tulisan Harun Nasution yang mengarah pada pembahasan akal seperti pada tulisannya dalam buku Akal dan Wahyu dalam Islam dan beberapa tulisannya yang lain. Yang mana penulis sebutkan salah satu buat refrensi dari poin penting pada pembahasan kali ini tentang peran pentingnya akan menurut Harun Nasution.

Dalam ajaran agama Islam sendiri, akal ini bisa dikatakan berperan penting dan mempunya sebuah kedudukan yang tinggi. Juga digunakan bukan pada ilmu pengetahuan dan ilmu kebudayaan saja, melainkan pada sebuah perkembangan ajaran-ajaran keagamaan Islam. Maka dari sedikit apa yang menurut Harun Nasution ini, yang menyampaikan salah satu dari pemikirannya adalah untuk mempelajarai dan memahami, bahwa akal itu berperan penting di berbagai hal. (Abdul, 2014, 282).

Walaupun, sejatinya pemikiran Harun Nasution itu mempunyai pemikiran lain seperti, tentang pembaharuan teologi, juga hubungan akal dan wahyu, itu semua memang sangatlah berguna. Tetapi, melalui awal dari pemahaman kita semua untuk mengerti maksud dari Harun Nasution itu dengan memahami pemikirannya yang dikatakan sangat berguna, yakni dengan memahami peranan akal dalam kehidupan manusia.

Penulis : Arif Permata Putra (Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya)

Editor : Izzul Khaq

Terkait

Previous Post

Ernst Cassirer: Manusia Sebagai Animal Symbolicum

Next Post

Membangkitkan Budaya Literasi di Era Digital

Arif Permana Putra

Arif Permana Putra

Next Post
Literasi di Era Digital

Membangkitkan Budaya Literasi di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.