Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Islam Mengungkap Masa Depan

RedaksiKS by RedaksiKS
November 22, 2020
in Tafsir
0
Islam Mengungkap Masa Depan
36
SHARES
212
VIEWS

Oleh: Muhammad Fariz Febriansyah Sikumbang

Islam merupakan agama yang sempurna dalam segala aspeknya, dari aspek yang kecil hingga yang besar, dari bangun tidur sampai kita tidur kembali, dari pengetahuan umum sampai yang bersifat khusus. Islam mempunyai satu sumber panduan utama atau petunjuk pokok bagi kehidupan seluruh manusia, khususnya bagi umat Islam itu sendiri. Satu sumber tersebut yaitu Al-Qur’an Al-Karim. Hal tersebut  termaktub dalam sebuah ayat di dalam surat Al-Isra :

TulisanTerkait

Pendidikan Karakter ala Luqman al-Hakim

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi

Tafsir atau Opini? Mengapa Kita Tak Boleh Sembarangan Mengartikan Ayat

“Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS. Al-Isra’ ayat 9).

Al-Qur’an merupakan mu’jizat dalam segala aspeknya, dari segi konten maupun dari segi bahasanya, mu’jizat Al-Qur’an tak berhenti di situ saja. Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang membahas tentang masa depan. Ayat-ayat tersebut dianggap sesuatu yang aneh atau bahkan tidak masuk akal pada masa lalu bagi sebagian kalangan. Akan tetapi pada masa sekarang sudah banyak ilmuwan yang membuktikan kebenaran ayat Al-Qur’an berupa fakta ilmiah dari hasi penelitian mereka.

Banyak sekali fakta ilmiah yang baru saja dapat diungkapkan kebenarannya oleh para ilmuwan di dunia modern ini. Padahal fakta-fakta tersebut sudah dibahas dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah ada dari 1500 tahun yang lalu, dan kini penulis akan memberikan contoh peristiwa dari ayat-ayat tersebut.

Segala Sesuatu Diciptakan Berpasangan

Pada tahun awal tahun 1920-an seorang ilmuwan asal Inggris bernama Paul Andrien Maurice Dirac atau biasa dipanggil Paul Dirac, memperkuat teori tentang mekanika kuantum dalam bentuk yang paling umum yang biasa di sebut “persamaan Dirac”. Teori itu menjelaskan tentang adanya keberadaan pasangan dari antipartikel untuk setiap partikel lain, misalnya positron sebagai pasangan antipartikel dari electron.

Baca Juga: Problematika Kebangkitan Islam Menurut Ibrahim M. Abu Rabi’

Teori ini menegaskan bahwa materi terkecil pun mempunyai unsur yang berpasang-pasangan. Hal ini menegaskan bahwa salah satu ayat Al-Qur’an, surat Ad-Zariyat ayat 49 itu benar adanya. Ayat tersebut berbunyi:

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)”. (QS. Az-Zariyat ayat 49).

Dalam tafsirnya dijelaskan bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan berpasang-pasangan seperti lelaki dan perempuan, langit dan bumi, daratan dan lautan, ditujukan agar kalian mengingat keesaan Allah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan itu dan  juga untuk mengingat kekuasaan-Nya.

Besi Berasal dari Langit

Fakta ilmiah selanjutnya datang dari seorang ilmuwan terkenal bernama Dr. Strogh, pada seminar “Mukjizat Ilmiah al-Qur’an al-Karim”, ia mengemukakan penelitiannya yang berkata bahwa besi mempunyai struktur atom yang sangat unik dan berbeda dengan semua logam yang ada bumi ini. Beliau juga berkata agar unsur elektron dan nitron dalam besi bisa bersatu, maka dibutuhkan energi yang jumlahnya 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet kita.

Hal ini menjelaskan bahwasanya memang besi merupakan logam yang berasal dari luar angkasa. Tepatnya bersumber dari bagian bintang-bintang yang meledak dan setelah itu bagian tersebut menjadi meteor yang jatuh ke bumi akibat gerak gravitasi bumi. Peristiwa ini sangat persis dengan apa yang Allah jelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surat Al-Hadid ayat 25.

“Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami turunkan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.” (QS. Al-Hadid ayat 25).

Pegunungan Merupakan Pasak Bumi

Selanjutnya merupakan fakta ilmiah yang datang dari Profesor Emeritus Frank Press, di dalam bukunya yang berjudul “Earth”, ia mengatakan bahwa gunung/pegunungan memiliki akar yang mendasarinya. Akar ini tertanam sangat dalam di tanah, sehingga gunung memiliki bentuk seperti “pasak”.

Selain penelitian dari beliau, ilmu sains modern juga telah membuktikan bahwa gunung memiliki panjang akar hingga 2 kali tinggi gunung tersebut diukur dari atas permukaan tanah. Akar-akar tersebut memang cocok jika dibandingkan dengan fungsi dari sebua pasak yang sebagian besarnya tersembunyi di bawah permukaan tanah. Fenomena ini juga sudah Al-Qur’an jelaskan dalam surah An-Naba ayat 6-7 .

”Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan. Dan gunung-gunung sebagai pasak”.

Baca Juga: Gus Pur & Urgensi Pesantren Sains

Selain fakta bahwa gunung merupakan “pasak” dari bumi, ternyata gunung juga mempunyai fungsi yaitu menstabilkan kerak bumi dan menghalangi goncangan yang terjadi di kerak bumi. Fakta tersebut lagi-lagi sudah tertulis di Al-Quran surat An-Nahl ayat 15.

“Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”.

Alam Semesta yang Berkembang

Apakah kalian percaya bahwa alam dari waktu ke waktu terus berkembang dan memperluas dirinya? Teori bahwa alam terus berkembang merupakan sebuah fakta di zaman sains modern ini. Pada tahun 1925, astronom asal amerika serikat bernama Edwin Hubble mengemukakan bukti dari hasil penelitiannya dikatakan bahwa semua galaksi akan saling menjauh satu sama yang lain.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa memang alam semesta ini terus bertumbuh dan berkembang layaknya makhluk hidup lain. Teori ini juga mematahkan teori sebelumnya yang mengatakan bahwa ukuran tata surya yang statis/tidak berkembang.

Untuk kesekian kalinya ayat Al-Qur’an menunjukkan keajaibannya dengan membuktikan suatu fakta ilmiah yang berkaitan dengan berkembangnya alam semesta ini. Di dalam Al-Qur’an surat Az-Zariyat ayat 47 di jelaskan,

“Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya”.

Baca Juga: Titik Temu Teologi Islam dan Sains Modern

Dengan adanya beberapa bukti dari ayat di atas, maka tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa Islam merupakan agama yang sangat sempurna dalam segala aspek. Sampai-sampai bisa mengungkap fakta-fakta ilmiah yang baru bisa dibuktikan di zaman modern ini, padahal Islam sudah menjelaskannya berabad-abad yang lalu lewat Al-Quran.

Harapannya dengan adanya bukti-bukti di atas, meskipun hanya sebagian kecil dari fakta fakta yang sudah terungkap adalah mampu membuka wawasan masyarakat tentang pengetahuan Islam yang lebih luas lagi. Di mana yang sebenarnya dalam Islam sendiri menjelaskan fakta-fakta ilmiah tentang alam semesta yang menarik sekali untuk dibahas di zaman modern ini.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Ilustrasi: NU Online

Terkait

Tags: IslamPengetahuanSaintekTeknologi
Previous Post

Problematika Kebangkitan Islam Menurut Ibrahim M. Abu Rabi’

Next Post

Resep Kenabian Mengatasi Galau

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
falsifikatif

Resep Kenabian Mengatasi Galau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.