Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Pendidikan Islam Ilmiah

RedaksiKS by RedaksiKS
Oktober 29, 2020
in Tafsir
0
dimensi sains dalam al-quran
83
SHARES
490
VIEWS

Oleh: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Membicarakan perkembangan Pendidikan Agama Islam untuk masa depan sangatlah tidak ada habisanya, antara memilih fokus pada pendidikan agama Islam saja, atau kepada pendidikan ilmiah. Bahkan kepada Pendidikan Agama Islam yang mengkolaborasi keilmuan di dalam Agama Islam dengan Ilmu Pengetahuan Alam. Yang biasa penulis sebut dengan “Pendidikan Agama Islam Ilmiah”. Di dalam artikel ini, penulis mencoba membawa para pembaca untuk memahami apa itu sebenarnya “Pendidikan Agama Islam Ilmiah”

TulisanTerkait

Pendidikan Karakter ala Luqman al-Hakim

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi

Tafsir atau Opini? Mengapa Kita Tak Boleh Sembarangan Mengartikan Ayat

قُل لَّوْ كَانَ ٱلْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّى لَنَفِدَ ٱلْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِۦ مَدَدًا

“Katakanlah (Muhammad), Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” Q.S. Al-KahfiAyat 109.

Baca Juga: “Sains Syariah”, Apakah Bisa menjadi Identitas Baru Pendidikan Islam?

Dari ayat tersebut, dapat kita ketahui bahwa keilmuan yang ada pada alam semesta ini sangatlah banyak. Hingga apabila lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu-ilmu Allah SWT. Maka lautan itu akan habis meskipun didatangkan kembali tambahan yang sama dari lautan itu.

Secara logika manusia, manusia hanya mampu menjelajahi ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi ini secara keseluruhan dan dengan pemahaman yang sangat mendalam untuk mengkaji sebuah objek yang hidup maupun tak hidup. Dan itu pun, masih banyak hal juga yang menjadi tanda tanya, mengapa terjadinya hal yang serupa?

Memahami dengan Ilmu

Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang Ilmu Pengetahuan dan jika hal ini diberikan kepada anak didik dengan pemahaman secara Agama  dan Ilmu Pengetahuan. Maka harapannya adalah agar para peserta didik mampu memahami ilmu-ilmu yang ada alam semesta ini dengan nilai-nilai yang terkandung pada Al-Qur’an

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” Q.S. Al-AnkaabutAyat 43

Ayat tersebut adalah dasar bagi manusia untuk menggunakan akalnya untuk memikirkan segala perumpamaan yang ada  di alam semesta ini. Perumpamaan yang dimaksud adalah segala kejadian serta peristiwa yang ada di alam semesta ini, baik pada suatu hal yang statis maupun dinamis.

Fenomena Sains Al-Quran

Banyak sekali Fenomena Sains yang ada di dalam Al-Qur’an, dan kini penulis akan memberikan sedikit contoh dari ayat-ayat tersebut.

       وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُوْنَ

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” QS Al – Anbiya’ ayat 33

Ayat di atas menjelaskan tentang keberadaan garis Orbit di system tata surya serta Garis Katulistiwa yang ada di Bumi. Menurut ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan 720.000 km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh 17.280.000 kilometer dalam sehari. Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan dalam jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta pun sama.

فَقَضَىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَاتٍ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” Q.S. Al-Fussilat ayat 12.

****

Satu lagi ayat yang dapat penulis sampaikan di sini adalah tentang keberadaan Atmosfer dan terdapat 7 Atmosfer yang berbeda serta fungsi yang berbeda pula, yaitu. Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer, dan Eksosfer. Ketuju lapisan Atmosfer tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda seperti yang telah dikiaskan dalam surat Al-Fussilat ayat 12 tersebut. Dan ayat tersebut sudah mampu membuktikan salah satu akan kebenaran yang ada didalam alam semesta ini dengan sebuah ayat yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Islam, Solusi Bagi Kemanusiaan

Dengan dua referensi ayat di atas yang membahas akan keilmuan yang ada di alam semesta ini. Harapannya adalah mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya membawa nilai-nilai ajaran agama Islam pada pembelajaran ilmu sains yang ada saat ini.

Yang nantinya dapat menggiring peserta didik kepada pemikiran akan banyaknya kebenaran serta menjadi candu akan ilmu pengetahuan serta meningkatkan kualitas iman yang mampu dimunculkan sejak dini di ranah pendidikan di lingkup umat muslim. Yang semoga nantinya dapat membawa  agama Islam menjadi agama yang meraih zaman kejayaan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Modern.

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang

Ilustrasi Gambar: dakwatuna.com

Terkait

Previous Post

Pemuda Dulu, Pemuda Kini

Next Post

Refleksi Sumpah Pemuda: Merebut Kedaulatan Bangsa

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
indonesia

Refleksi Sumpah Pemuda: Merebut Kedaulatan Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.