Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Kultum Keutamaan Shodaqah

RedaksiKS by RedaksiKS
Juli 29, 2020
in Khutbah
0
Kultum Keutamaan Shodaqah
101
SHARES
592
VIEWS

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta rasa syukur kita kepada Allah yang maha kuasa. Kedua kalinya shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah sukses memperjuangkan agama Islam (prinsip keutamaan shodaqoh) dari Arab sampai ke seluruh dunia, dari tengah kota sampai ujung pelosok desa.

Bersama sahabat mengorbankan semangat juang kaum muslimin  mengibarkan bendera Islam. Memperjungkan kalimat “Laa Ilaha Ilallah” sampai kita bisa merasakan energi dari kalimat tauhid itu dan kita enggan mati tanpa kalimat tauhid.

TulisanTerkait

Tuntunan yang Tidak Dituntunkan

KH. AM. Mustain Nasoha sampaikan Lima Perkara Penting Pasca Ramadhan dalam Khutbah Idul Fitri di Masjid Agung Surakarta 2025

Kemenangan Pasca Bulan Ramadhan

Allah menciptakan makhluk yang sangat taat yaitu Malaikat, Allah juga menciptakan makhluk yang sangat ingkar yaitu Iblis. Di tengah-tengah mereka Allah menciptakan makhluk yang namanya Manusia. Makanya manusia itu kadang baik dan terkadang juga buruk. Hari ini sholat besoknya tidak, hari ini tobat besok lagi maksiat, hari ini shodaqah sepuluh ribu besoknya korupsi satu milyar.

Nah membicarakan tentang keutamaan shodaqoh Bapak-bapak maupun Ibu-ibu dan saudara-saudara, Saya rasa sudah tidak asing lagi dengan kata shodaqah. Karena memang dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat kita tidak terlepas dari yang namanya muamalah. Shadaqoh dan infaq memiliki kesamaan dalam hal hukum maupun ketentuan-ketentuanya. Akan tetapi  shodaqoh maknanya lebih luas dibandingkan dengan infaq, jika infaq menyangkut dengan materi, shodaqoh memiliki arti yang luas, menyangkut juga hal yang bersifat non-materil.

****

Shodaqoh ialah nilai segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh jumlah maupun waktu, misal seperti menyingkirkan duri di jalan. Kalau sekarang mungkin bisa jadi paku atau yang dapat menghalangi pengendara untuk memperlancar perjalanannya dan biasanya ada orang yang sengaja menebar paku di jalan dan itu merupakan perbuatan yang dzolim.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Empat Keuntungan Sabar

Kemudian menuntun orang yang buta, membantu mengangkatkan atau barang bawaan orang yang sudah tua, menyalurkan syahwatnya pada istri, termasuk juga memberikan senyuman dan wajah manis terhadap saudara seiman itupun shodaqoh dan masih banyak lagi contoh-contoh shadaqoh. Rasulullahpun memberikan kabar gembira terhadap orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershodaqoh dengan hartanya.

Beliau bersabda: “Setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir adalah shodaqoh, setiap tahmid adalah shodaqoh, setiap amar ma’ruf nahi munkar adalah shodaqoh, dan shodaqoh merupakan ungkapan kejujuran (shiddiq) iman seorang muslim. Jadi siapapun kita, sekaya apapun kita dan semiskin apapun kita, selama hayat masih dikandung badan kita masih bisa melakukan perbuatan shodaqoh.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang Insya Allah dirahmati Allah, Allah Swt benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Allah menjanjikan banyak keutamaan dan balasan bagi orang-orang yang telah terkena candu shodaqoh.

  • Pertama shodaqoh dapat menghapus dosa, Rasulullah SAW bersabda,

والصد قة تطفىء الخطيئة كم تطفىء الماء النار

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api”. (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani dalam shahih At-Tirmidzi, 614)

Adapun dalam hal ini diampuninya dosa karena sedekah, tentunya dibarengi dengan taubat atas dosa yang telah diperbuat, bukan seperti misal katakanlah tikus-tikus kantor atau kata lainnya koruptor. Karena ingin dosanya gugur atau terbebas dari dosa lantas ia menshodaqohkan harta hasil korupsinya itu kepada fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.

  • Kedua: memberikan keberkahan pada harta, Rasulullah SAW bersabda,

ما نقصت صدقة من مال ومازادالله عبدا بعفوألاعزا

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah, dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, Nomor Hadits. 2588)

Dalam Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi menjelaskan: “para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud di sini mencakup dua hal, pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertupi oleh berkah abstrak. Bisa dirasakan oleh indra dan kebiasaan.

Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya. Redaksi Al-Quran ada yang sepuluh hingga tuju ratus kali lipat.

  • Ketiga, Allah SWT melipatgandakan pahala orang yang bersededekah

Allah SWT berfirman:

إنَّ الّمُصَّدًقِينَ وَلْمُصَّدَّ قَاتِ وَأقَرضُواللهَ قَرْضًاحَسَنًايُضَاعَفْ لَهُمْ وَلَهُمْ أجْرَكَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid:18)

Cukup jelas yang diterangkan dalam Al-Qur’an surah Al-Hadid ini, apabila kita bershodaqoh maka pahala kita akan dilipatgandakan dan tak akan pernah terputus. Misal dalam shodaqoh uang untuk pembuatan masjid, panti asuhan, sekolah dan bentuk lainnya yang bermanfaat untuk kepentingan umat. Maka akan terus menjadi amal yang tidak akan pernah terupus bahkan hingga meninggal sekalipun.

  • Keempat, Allah SWT akan menaungi orang yang senantiasa bershodaqoh dihari kiamat kelak.

Tentang keutamaan shodaqoh Rosulullah SAW menceritakan tentang tujuh manusia yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat, yang hari itu tiada naungan lain selain naungan Allah SWT, salah satunya yaitu:

رجل تصدق بصد قة فأخفاها, حتى لاتعلم شماله ماتنفق يمينه

“Seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampa-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no.1421)

Yang dimaksud dengan menyembunyikan tangan kiri disini adalah kita membantu saudara kita atau beramal shaleh dan orang lain tidak tahu kalau kita beramal. Bukan maksud ketika kita bershodaqoh tangan kiri kita disembunyikan dibalik baju atau diiket dibelakang menggunakan tali rapiah dengan bertujuan tangan kiri tidak ikut andil mengasihkan shodaqohnya.

Bapak Ibu yang yang Insya Allah di rahmati oleh Allah Swt, ketahuilah bahwa di dunia ini banyak orang yang malang, ada yang malang karena ulah mereka sendiri, tapi tak sedikit juga yang malang karena nasib, mereka menjadi yatim atau piatu, misalnya, bukan karena kemauan mereka sendiri melainkan memang orang tua mereka telah dipanggil oleh Allah Swt. Tak ada satu anakpun yang ingin menjadi yatim maupun piatu, takdir Allah yang menentukan. Banyak juga orang miskin di sekitar kita, itupun mereka tak menghendaki miskin.

****

Mereka miskin karena lahir di tengah keluarga miskin, mereka sejak kecil tidak bisa bersekolah, karena itulah mereka kurang terampil. Karena kurang terampil itulah mereka tidak bisa memasuki pekerjaan yang layak daan mengakibatkan kemiskinan. Seakan seperti mata rantai yang sulit terputus. Kemiskinan merupakan matarantai setan yang harus diputus, makanya harus adanya intervensi dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.

Bapak Ibu yang berbahagia, mari kita kunjungi saudara-saudara kita, yang dekat maupun yang jauh, terutama mereka yang dirasakan perekonomianya kurang, mereka biasanya minder mengunjungi kita, karena khawatir dikira ingin meminta-minta. Tanyakan pada mereka apakah anak-anaknya semua telah sekolah, tanyakan pula, tentang pendidikan agama mereka.

Jangan sampai dilingkungan kita terdapat orang-orang yang menentang agama. Silaturahmi bisa dikatakan bermakna apabila kita bisa menjalin kasih sayang satu sama lain, bisa menolong sesama, kita tolong sesama yang memerlukan bantuan atau orang-orang yang kurang mampu.mari kita tebar kebaikan dengan menyuburkan shadaqah.

Ditulis oleh: Saidin, SE (Pengasuh Pondok MBS At-Tanwir Muhammadiyah Mamuju)

Ilustrasi: Gerbangilmu.com

 

Terkait

Tags: InfaqKultumMemberiShodaqoh
Previous Post

Butir-Butir Pemikiran Pendidikan Kiyai Dahlan

Next Post

Pembukaan Hagia Sophia, Tanggung Jawab Kesetiaan dan Penghormatan Alur sejarah

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
hagia sophia

Pembukaan Hagia Sophia, Tanggung Jawab Kesetiaan dan Penghormatan Alur sejarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.