Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Sejarah Awal Perpustakaan Islam dan Kemajuan Peradaban

Suwanto by Suwanto
Juli 15, 2020
in Esai
0
Apakah Sains dan Agama Bisa Didamaikan?
93
SHARES
548
VIEWS

Awal lahirnya Islam pada abad ketujuh merupakan era baru transformasi budaya, khususnya di kalangan bangsa Arab pada masa itu. Kedatangan Islam menimbulkan perubahan besar secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Termasuk budaya dan ilmu pengetahuan (perpustakaan Islam).

Meskipun pengaruhnya masih tampak lambat dalam kehidupan intelektual. Akan tetapi Islam telah mampu memicu spirit dan menarik perhatian besar masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Sejarah membuktikan, bahwa perpustakaan Islam memiliki banyak peranan dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Islam pernah mengalami zaman kejayaan yang oleh Philip K. Hitti (2001) disebut The Golden Age of  Islam. Berbagai kemajuan tak hanya ilmu agama saja, tetapi sains dan teknologi juga.

Baca Juga: Gempa Bukan Sekedar Fenomena Alam, Tapi Fenomena Quran

Pencapaian kemajuan peradaban itu ditandai dengan munculnya ilmuan-ilmuan muslim terkemuka. Sebut saja, Al-Khawarizmi (Matematika), Ibnu Sina (Kedokteran), Al-Biruni (Astronomi), Ibnu Khaldun (Sosiologi), Al-Mas’udi (Sejarah), Jabir Ibnu Hayyan (Fisika), dan masih banyak lagi.

Baitul Hikmah, Perpustakaan dalam Islam

Berbagai kemajuan tersebut tentu tidaklah muncul begitu saja. Melainkan melalui proses yang panjang dan usaha keras umat Islam. Dimana pada masa itu banyak aktivitas penerjemahan dan penyusunan buku-buku ilmiah, yang berimplikasi pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan.

Mehdi Nakosteen (1996) mengungkapkan bahwa perpustakan-perpustakaan tumbuh dengan pesatnya ibarat jamur pada musim hujan. Lebih lanjut menurutnya, terdapat 36 perpustakaan yang didirikan di Bagdad sampai Naishabur.

Pada masa Dinasti Abbasiyah (750 H/1258 M) kita mengenal Perpustakaan Baitul Hikmah. Perpustakaan ini punya reputasi yang luar biasa. Tidak sembarang orang bisa bekerja sebagai pustakawan di sana. Hanya orang-orang kepercayaan khalifah dan para ilmuan sajalah yang boleh bekerja di perpustakaan tersebut.

Diantaranya adalah Al-kindi, Al-khawarizmi, seorang ilmuan matematika terkenal saat itu. Mereka adalah para ilmuwan yang bekerja di perpustakaan Baitul Hikmah. Mereka adalah Ilmuwan Pustakawan.

****

Kala itu keberadaan perpustakaan dan buku-buku sangat dihormati. Bahkan jabatan pustakawan saat itu menjadi primadona. Pustakawan tersebut memperoleh gaji yang sangat besar dari pemerintah. Peranan perpustakaan begitu dirasakan masyarakat pada umumnya. Hal ini dilihat dari eksistensi perpustakaan membangun kualitas masyarakat.

Selain itu, pada tahun 600 SM, Raja Assurbanipal mendirikan perpustakaan besar di kota Niniveh dengan tujuan untuk menyimpan hasil seni dan pengetahuan masyarakat Babylonia serta bertugas untuk menyebarkan kepada masyarakat. Pada abad pertengahan, Gereja mendirikan perpustakaan yang berfungsi untuk menyimpan karya-karya Gereja dan menyebarkannya kepada masyarakat.

Hingga kemudian pada akhir abad 19 dan awal abad 20-an, pemerintah Amerika Utara dan Eropa Barat mendirikan perpustakaan umum yang bertujuan untuk menyebar luaskan pendidikan bagi semua golongan dan pranata sosial masyarakat.

Menandakan Kemajuan Peradaban Islam

Melihat berbagai catatan emas tersebut, jelas bahwa perpustakaan pada masa awal kebangkitan Islam sampai pada masa puncak kejayaannya menunjukkan suatu peran yang sangat besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Perpustakaan pada masa itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat buku saja, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran, pusat penelitian dan kajian ilmiah, pusat penerjemahan dan pensyarahan buku, pusat penyalinan dan penyusunan buku.

Perpustakaan juga memiliki andil dalam membentuk pusat-pusat peradaban di mana pada masa itu terjadi di beberapa kota, yaitu di Bagdad, Kairo, dan Naishabur. Adapun perpustakaan besar lainnya juga tersebar di kota-kota seperti Balkh, Merv, Bukhara, Samarqand, Isfahan, Aleppo, Ghazni, Lahore, sampai ke Eropa di Cordova, Seville, Granada, Malaga, Pisa, dan lain-lain.

Baca Juga: Imam Bukhari, Revolusioner Ilmu Hadis

Tersebar pula perpustakaan-perpustakaan kecil yang terdapat di setiap sekolah, seperti yang terkenal perpustakaan milik sekolah An-Nidhomiah di Bagdad.

Berbagai capaian dan peran perpustakaan Islam inilah seharusnya dijadikan bangsa Indonesia yang notabene berpenduduk Islam terbesar di dunia untuk giat menggerakkan keberadaan perpustakaan sebagai pusat aktivitas keilmuan. Artinya tak hanya yang jamak terjadi saat ini, perpustakaan sekadar dijadikan tempat untuk meminjam dan mengembalikan buku saja. Sudah saatnya paradigma ini diubah dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban negeri ini.

Penulis adalah peneliti Sejarah di UNY dan UIN Sunan Kalijaga

Editor: Dartim I.R.

Terkait

Tags: KemajuanPembaruanPeradaban IslamPerpustakaan
Previous Post

Surat Terbuka untuk Ibu Megawati tentang RUU-HIP

Next Post

Tabiat Waktu, Aset Yang Paling Berharga

Suwanto

Suwanto

Penulis adalah Peneliti di UNY dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Next Post
Pikiran Kritis, Jalan Utama Hijrah

Tabiat Waktu, Aset Yang Paling Berharga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.