Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Studi Al-Qur’an dan Tafsir, Prodi IQT UMS Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang Ulumul Qur’an

AdminKS by AdminKS
September 15, 2026
in Report
0
Studi Al-Qur’an dan Tafsir, Prodi IQT UMS Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang Ulumul Qur’an
14
SHARES
82
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kuliah Umum bertajuk “Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” di Auditorium Mohammad Djazman UMS, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi IQT UMS.

Kuliah umum menghadirkan pemateri Dr. Saiful Bahri, Lc., M.A., Doktor Tafsir Al-Qur’an Universitas Al-Azhar, penulis Tadabbur Juz ‘Amma, Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DKI Jakarta, serta Ketua Prodi Doktor MPI SPs UMJ.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Dekan FAI UMS, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah sebagai salah satu gerakan pembaharuan Islam memiliki perhatian terhadap upaya kembali kepada sumber utama ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan Sunnah.

“Kalau kita ingin maju, maka kita harus kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya.

Menurutnya, upaya kembali kepada Al-Qur’an tidak cukup dilakukan dengan membaca secara tekstual, tetapi juga perlu disertai pemahaman yang kontekstual dan keilmuan.

“Maka dari itu kita harus membaca Al-Qur’an secara kontekstual dan keilmuan,” tambahnya.

Sementara itu, Kaprodi IQT UMS, Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengantar bagi mahasiswa sebelum memasuki proses perkuliahan di Prodi IQT.

“Kami berterima kasih kepada Pak Saiful Bahri yang menyanggupi datang di agenda kami di sela-sela kegiatan sibuknya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kuliah umum tersebut bertujuan memberikan bekal awal kepada mahasiswa sebelum menjajaki perkuliahan di Prodi IQT. Selain itu, Prodi IQT UMS juga terus mengembangkan inovasi dalam pembelajaran, salah satunya melalui pengembangan web berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Kitab AI.

“AI ini kita batasi dengan kitab-kitab tafsir, sehingga pembahasan atau jawaban dari AI tidak keluar dari konteks tafsir Al-Qur’an,” jelasnya.

Melalui pengembangan tersebut, Prodi IQT UMS menargetkan lulusan memiliki komitmen dan kompetensi dalam bidang penafsiran Al-Qur’an.

Dalam pemaparannya, Dr. Saiful Bahri, Lc., M.A., membahas anatomi studi Ulumul Qur’an yang meliputi Nuzulul Qur’an, sejarah Al-Qur’an, pemahaman Al-Qur’an, serta kaidah dan metodologi dalam studi Al-Qur’an.

“Ilmu Al-Quran tidak muncul di zaman Nabi Muhammad SAW, karena sumber wahyu masih hidup di tengah-tengah para sahabat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penulisan Ulumul Qur’an dan kitab-kitab tafsir baru mulai dibukukan pada masa kodifikasi keilmuan di abad kedua Hijriyah.

Dalam membahas pendekatan umat Islam terhadap kitab suci, Saiful menekankan pentingnya tadabbur sebagai bentuk refleksi personal terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.

“Melakukan tadabbur, yaitu merefleksikan ayat dengan akal dan qalbu secara personal, adalah wajib aini bagi setiap individu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tadabbur berbeda dengan aktivitas menafsirkan, menakwilkan, atau menerjemahkan Al-Qur’an. Menurutnya, aktivitas tersebut memiliki tuntutan metodologi dan kompetensi khusus sehingga hukumnya wajib kifai.

Saiful  juga menguraikan proses turunnya wahyu secara sistematis. Menurutnya, perjalanan Al-Qur’an bermula dari Allah menuju Lauh Mahfuzh, kemudian turun secara sekaligus ke Baitul Izzah.

“Perjalanan Al-Quran bermula dari Allah menuju Lauh Mahfuzh, kemudian turun secara sekaligus ke Baitul Izzah,” paparnya.

Dari Baitul Izzah, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terjaga melalui perantara Malaikat Jibril.

Selain proses turunnya wahyu, Saiful membahas sejarah pemeliharaan teks Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah SAW, ayat-ayat Al-Qur’an direkam menggunakan berbagai media yang tersedia pada saat itu.

“Di zaman Rasulullah SAW, ayat-ayat Al-Quran direkam menggunakan media yang sangat terbatas di sekeliling mereka, seperti pelepah kurma (‘asib), tulang lebar (al-aktaf), hingga kulit (riqa’),” tuturnya.

Ia menyebutkan, pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam satu mushaf baru dilakukan pada masa Khalifah Abu Bakar. Mushaf tersebut kemudian digandakan dan didistribusikan secara standar pada masa Khalifah Usman bin Affan.

Dalam kuliah tersebut, Saiful  juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai pengetahuan semata. Menurutnya, Al-Qur’an perlu dihadirkan sebagai praktik spiritual yang nyata dalam kehidupan.

“Mari kita merefleksikan penggunaan kata “Iqra’” pada wahyu pertama dan perintah “Yatlu” dalam Al-Qur’an. Hal tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam melihat hubungan antara membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” pungkasnya. (Adi/Humas)

Terkait

Tags: Al-QuranIslamMuhammadiyahPeradabantafsir al Qur'anUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Pilar Beriman: Membangun Politik Beretika melalui Etika Ekologis dalam Prespektif Agama

Next Post

Pengurus LKSA Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Dikukuhkan, Siap Jalankan Program Kerja

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Pengurus LKSA Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Dikukuhkan, Siap Jalankan Program Kerja

Pengurus LKSA Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Dikukuhkan, Siap Jalankan Program Kerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.